Tanggapan Bijak Inul Daratista Soal Banjir Job Biduan Dangdut di Musim Pilkada

Selasa, 30 Januari 2018 07:45 Penulis: Tyssa Madelina
Tanggapan Bijak Inul Daratista Soal Banjir Job Biduan Dangdut di Musim Pilkada Inul Daratista © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Penyanyi dangdut kerap kebanjiran job jelang musim Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada. Masing-masing calon pemimpin berlomba-lomba menggaet penyanyi dangdut top Tanah Air untuk menarik hati para pemilihnya. Salah seorang penyanyi dangdut senior, Inul Daratista pun turut memberikan pendapatnya terkait hal tersebut. Menurut wanita berusia 39 tahun tersebut, Pilkada dan dangdut adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan mengingat musik dangdut bisa menyatukan semua golongan masyarakat.

"Nggak ada Pilkada yang datangkan artis atau penyanyi di luar genre dangdut. Kalaupun ada pasti jarang sekali. Penyanyi dangdut bisa panen rezeki pas musim Pilkada, ya nggak apa-apa rezeki masing-masing mematok harga berapa," ungkap Inul Daratista, saat dihubungi oleh tim KapanLagi.com®.

Menurut Inul Daratista, besarnya pendapatan masing-masing penyanyi dangdut bisa berbeda-beda tergantung tingkat popularitas dan penggemar. Menurutnya, saat ini, penyanyi dangdut bisa mematok tarif mahal untuk sekali tampil.

Menurut Inul Daratista, saat musim Pilkada, penyanyi dangdut kerap kebanjiran rezeki. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaMenurut Inul Daratista, saat musim Pilkada, penyanyi dangdut kerap kebanjiran rezeki. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Honornya nggak tahu ya masing-masing mematok harga berapa. Sekarang artis mahal-mahal yang aku dengar Via Vallen aja Rp 150 juta katanya. Tapi benar atau tidaknya tanyakan sendiri. Yang lain nggak tahu sih," ujar Inul menambahkan.

Banyak anggapan miring tentang penyanyi dangdut yang ikut menjadi tim sukses suatu calon pemimpin, namun Inul membantah keras hal tersebut. Menurutnya, penyanyi dangdut hanya bertugas menghibur bukan untuk mendukung kemenangan suatu calon. Ia menuturkan, siapapun calon pemimpin yang menawarinya pekerjaan terlebih dahulu, itulah yang akan dia terima.

"Mana yang undang duluan ya terima aja, nggak pilih-pilih siapa aja boleh bebas kita terima job-nya, nggak lihat partainya apa calone sopo. Saya bukan orang partai dan nggak ngerti politik tahunya cari duit halal sesuai kapasitas dan kemampuan. Rezeki nggak tebang pilih, banyak peluang dan kesempatan sikat aja. Tak perlu iri dan cemburu sama rezeki orang lain, porsinya sudah diatur," pungkasnya bijak.

(kpl/bus/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina


REKOMENDASI
TRENDING