CLOSE

Sinopsis Sinetron 'DUA DUNIA SALMA' Eps 6, Akankah Salma Memaafkan Rio?

Sinetron DUA DUNIA SALMA (credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Dalam kondisi terpuruk, Eno dan Pipit berusaha menghibur Salma walau kadang Eno lebih banyak tidak nyambungnya dengan masalah yang sedang dicurhatin Salma.

Sementara itu Ardan semakin menjadi. Sasa juga menyalahkan Salma yang selama ini tidak pernah mau jujur. Salma makin dilema dalam keterpurukannya. Satu masalah belum selesai, yang ada malah muncul masalah baru.

Dengan berbagai cara, akhirnya Vira berhasil menyakinkan kedua orang tua Rio kalau Vira adalah calon menantu yang baik. Dengan paksaan dari kedua orang tuanya, Rio kembali melanjutkan hubungan hampanya dengan Vira sambil menyiapkan hari pernikahannya.

Salma kembali menjadi seorang tukang binatu seutuhnya. Salma merasa Bima-lah orang yang paling bisa menerima kondisinya. Salma berusaha membuka hatinya pada Bima. Walau belum sampai jadian, tetapi Bima dan Salma tampak semakin dekat. Akan tetapi kedekatan Bima dan Salma membuat Sasa mulai cemburu dan sering marah nggak jelas pada Salma.


Rio hanya bisa mengiyakan kemauan kedua orang tuanya terkait Vira dan perusahaan. Rio tak bersemangat kerja. Leny sebagai sekretaris sering kali melihat kasian pada Rio. Leny memberanikan diri menyatakan cinta ke Rio, siapa tahu Rio galau terus diterima, eh tapi malah ditolak juga. Pernah suatu hari, sepulang meeting Rio memaksa sopirnya untuk lewat di dekat laundry milik Salma. Tetapi Rio jadi sedih, saat dia melihat Salma sedang bercanda dengan Bima. Leny ngomporin, kalau Salma dan Bima lebih cocok karena status sosialnya sama. Salma dan Rio sempat beradu pandang sebelum Rio pergi.

Salma mencoba menikmati hidupnya, dia mengurus keluarganya dengan tulus, bekerja siang malam dengan begitu tekunnya. Sesekali Salma menyempatkan diri jalan berdua dengan Bima. Di sisi lain, Rio yang tak bisa melupakan Salma mencoba mencari kesempatan untuk sekedar menemui Salma. Rio beberapa kali datang, hanya untuk mencuci kemeja, dasi atau baju kerjanya. Saat keduanya bertemu, hanya rasa kikuk yang ada. Tak banyak bicara, tetapi tampak jelas, ada cinta di mata keduanya.

Vira yang mengetahui Rio sering mencuci pakaian di tempat Salma jadi panas lagi. Dia berusaha memisahkan Salma dan Rio sepenuhnya. Vira berbaik hati, dia pura-pura menjadi sahabat sejatinya Salma. Akan tetapi sebenarnya Vira hanya ingin meyakinkan Salma untuk segera menikah dengan Bima. Bahkan Vira memberikan banyak uang untuk Bima, sebagai modal nikah. Bima menolak, dia selama ini sudah banyak dosa karena membuat Salma kehilangan pekerjaannya.

Bima mencoba menjadi diri sendiri, dia berusaha meyakinkan Salma kalau Bima benar-benar mencintai Salma. Masalah muncul ketika Ardan ternyata tak pernah mau menerima Bima karena dianggap pemuda miskin. Ardan butuh menantu kaya yang bisa memberinya banyak uang. Hal ini membuat Bima kembali sakit hati lagi. Bima menemui Vira dan meminta bantuan Vira. Bima berniat meminjam banyak uang untuk modal usaha, Bima mau bikin laudry saingan. Vira hanya mengajukan satu syarat, Vira akan memberikan modal berapapun yang diminta Bima untuk buka usaha, asalkan Bima berhasil menikah dengan Salma. Bima tentu saja setuju.

Salma yang kembali menjadi gadis miskin, tukang cuci itu tak menyadari kalau dirinya sedang dijebak oleh Vira dan Bima. Pelan tapi pasti, Bima berhasil meyakinkan Ardan kalau dirinya memiliki cukup uang. Ardan yang mendapatkan sejumlah uang dari Bima, lambat laun menyetujui hubungan Salma dan Bima.

Sementara itu, Rio sering membuntuti Salma yang mengantarkan pakaian ke pelanggannya. Rio bener-bener kasian pada Salma. Hidupnya begitu berat. Rio juga mengetahui kalau Salma adalah tulang punggung keluarga. Akan tetapi ketika Rio hendak mendekati Salma, saat itu Bima malah nembak Salma. Rio sedih, pergi dengan penyesalan.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/cvn)

Rekomendasi

Trending