INDONESIA

'DI BAWAH LINDUNGAN KABAH', Cinta Terhalang Kasta

Kamis, 18 Agustus 2011 08:45  | 

Junot


'DI BAWAH LINDUNGAN KABAH', Cinta Terhalang Kasta
Film DI BAWAH LINDUNGAN KABAH





KapanLagi.com -
Oleh: Puput Puji Lestari

Pemain: Junot, Laudya Chintya Bella, Niken Anjani, Tara Budiman, Jenny Rachman, Widyawati, Didi Petet, Leroy Osmani.

Di belahan dunia manapun kisah cinta yang terhalang harta dan kasta terjadi. Kisahnya pun selalu menarik perhatian untuk dijadikan karya dari cerita lisan turun-temurun, tulis, hingga film. DI BAWAH LINDUNGAN KABAH menyorot percintaan yang sama, dengan balutan agama sebagai pemegang moral dua insan yang saling mencinta, Hamid (Junot) dan Zaenab (Laudya Chintya Bella).

Sesuai dengan novelnya, setting film ini adalah tahun 1920-an. Rumah dan perkampungan Minang ditata apik kembali oleh sang sutradara, Hanny R Saputra. Sayangnya, detail busana ada beberapa yang kurang diperhatikan sehingga membawa kita kembali ke era modern. Kekuatan acting pemain lawas ibu kandung Hamid (Jenny Rachman) yang bekerja di rumah orang tua Zaenab, Haji Ja'far (Didi Petet) dan nyonya Ja'far (Widyawati) menarik perhatian dari awal film ini mulai. Sebagai satu-satunya pemuda yang berhasil lulus dari perguruan Thawalib, Hamid mendapat pujian dari tetua desa. Ja'far yang selama ini menanggung biaya pendidikannya juga merasa bangga.

Kepulangannya di kampung menyemai benih cintanya pada Zaenab, demikian juga sebaliknya. Waktu untuk bersama pun semakin banyak. Bersama dengan sahabatnya, Rosna (Niken Anjani), mereka mengikuti kegiatan Hamid. Rosna mampu menampilkan karakter penguat karena dipasangkan dengan sahabat Hamid, Soleh. Romansa percintaan anak muda menjadi lebih hidup dengan Rosna dan Soleh.

Namun, belum sampai Hamid mengungkapkan maksud hati, ibu Hamid langsung mengingatkan hutang jasanya pada keluarga Ja'far. "Jangan kau turutkan hatimu. Sampai kapanpun emas tak kan setara dengan loyang, sutra takkan sebangsa dengan benang," kata ibunya. Kekuatan kata-kata sastrawi ini sanggup menarik penonton dalam romansa kesedihan.

Cerita selanjutnya bergulir ke norma masyarakat dan agama. Naas, tanpa bermaksud menjamah tubuh Zaenab, Hamid diasingkan keluar kampung. "Ketika kau tak punya siapa-siapa kecuali Allah, Allah itu lebih dari cukup," bekal kata-kata ibu Hamid ini menegaskan norma agama yang menjadi pegangan utama. Pertentangan cinta yang terhalang harta dan kasta menguat dengan keputusan Zaenab dijodohkan dengan Arifin (Ajun Perwira) anak dari Rustam (Leroy Osmani), kerabat jauh Haji Ja'far agar hartanya terjaga. Perjodohan ini ditegaskan kembali sebelum Ja'far berangkat haji.

Meskipun dipisahkan, impian untuk menunaikan ibadah haji di Mekkah mengikat hati mereka. Setelah ibunya meninggal, Hamid tak ada kabar. Dalam penantian, Zaenab terbelenggu dengan perjodohannya dengan Arifin.

Film yang menelan dana sampai Rp 25 miliar ini memang tidak semuanya sama dengan gambaran dari novel Buya Hamka. Adaptasi visual tidak akan mampu menggambarkan secara utuh baik setting, kostum, hingga musik. Apalagi, di tengah-tengah film ada sisipan iklan yang notabene-nya produk modern. Namun, ketidaksempurnaan itu tidak merusakkan mood keseluruhan film ini. Apalagi jika dibandingkan dengan novel yang gaya tuturnya orang kedua dan alur maju mundur, film yang beralur maju ini mungkin lebih mudah dipahami untuk penonton saat ini. (kpl/uji/nat)

Genre:Drama / Religi
Jadwal Tayang:18 Agustus 2011
Sutradara:Hanny R Saputra
Produser:Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi
Produksi:MD Pictures
Durasi:-

Lihat Galeri Foto Film DI BAWAH LINDUNGAN KABAH:

DI BAWAH LINDUNGAN KABAHDI BAWAH LINDUNGAN KABAH
DI BAWAH LINDUNGAN KABAHDI BAWAH LINDUNGAN KABAH
DI BAWAH LINDUNGAN KABAHDI BAWAH LINDUNGAN KABAH