INDONESIA

[Review] 'KUTUKAN ARWAH SANTET', Horor Fenomena Asu Gancet

Senin, 24 September 2012 19:04  | 

Julia Perez


[Review] 'KUTUKAN ARWAH SANTET', Horor Fenomena Asu Gancet
Foto: Sentra Mega Kreasi




KapanLagi.com - Oleh: Puput Puji Lestari

Mengangkat cerita yang populer di masyarakat, "asu" gancet, KUTUKAN ARWAH SANTET menggabungkan cerita mistis dan kedokteran seputar gancet. Dibuka dengan kisah Myrna (Cinta Ayu), gadis cantik, pintar tapi kuper dan kutu buku. yang memiliki kekasih bernama Firman (Robby Purba). Sementara Beby (Jenny Cortez), teman Myrna, adalah tipe wanita seksi dan liar, berpacaran dengan Raymond (Dwi AP).

Saat private party, Beby menjebak Myrna dengan obat perangsang. Firman memaksanya berhubungan badan saat Myrna di bawah pengaruh obat bius. Karena vaginismus mengakibatkan tubuh Firman dan Myrna tak bisa terpisah. Dibantu Johan (Erlando) dan Fandy (Ozzi Dian) Firman dapat melepaskan diri dari vaginismus, meskipun dilakukan dengan cara membunuh Myrna. Kejadian itu mereka simpan rapat bertahun-tahun.

Di kampus yang sama tempat Myrna dibunuh, Kirana (Julia Perez) datang dari Perancis menjadi dosen di fakultas kedokteran. Datang ke kampus dia bertemu Tya (Anjani) yang menjadi mahasiswa untuk mencari jejak kakaknya, Myrna. Dibantu dua sahabatnya Ruben (Ruben Onsu) dan Mumud (Samudra) mereka menelusuri jejak Myrna.

Sejak hari pertama di kampus, Kirana merasa ada yang aneh dengan ruang laboratorium tempatnya mengajar. Arwah Myrna penasaran dan memasuki tubuh Kirana. Membunuh satu persatu orang yang telah membunuhnya. Sementara Tya mencari kebenaran, kekasihnya Raymod masih tetap setia menunggu. Tya, Ruben, Mumud, tak sengaja memotret wajah Kirana namun hasil foto yang keluar, selalu wajah Myrna.

Cerita film ini cukup membuat penasaran karena ada clue yang tersimpan dan membuat penonton penasaran sampai akhir. Sayangnya, penalaran film tidak berlangsung mulus dengan alur maju mundur. Sang sutradara Hanny Mustofa terlihat harus memotong banyak adegan sehingga banyak jumping di film ini.

Yang paling menganggu adalah suara-suara yang ditambahkan saat adegan horror mulai muncul. Belum sampai adegan menakutkan terlihat berkali-kali suara mengagetkan sudah terdengar, jadi bisa tertebak bahwa adegan selanjutnya pasti adegan horror.

Jupe tidak banyak berdialog dalam film ini, seakan menyeimbangi efek suara yang mengagetkan. Yang ada Jupe terlalu sering teriak saat sosok hantu dimunculkan. Namun harus diakui, Jupe kali ini tidak hanya di "eksploitasi" keseksiannya meski banyak bintang lain yang berani tampil seksi. Soal kualitas gambar, masih belum banyak beranjak dari film-film horror sejenis. Hampir seluruh adegan horror diambil dalam kondisi gelap.

 

(kpl/uji/abs)