Ucapannya Banyak Dipelintir, Tompi Jelaskan Maksud Sebenarnya

Ucapannya Banyak Dipelintir, Tompi Jelaskan Maksud Sebenarnya Tompi © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Musisi yang juga dokter bedah plastik, Tompi, sempat menjadi bulan-bulanan netizen pasca ucapannya yang dituding menghina rakyat Aceh. Kejadian tersebut membuat Tompi tersadar, bahwa isu agama terkait kondisi panas pilkada telah membuat banyak orang mudah terpancing emosi. Padahal dirinya hanya ingin menyampaikan pendapat pribadi yang jauh dari tujuan menghina suatu kelompok tertentu.
 
"Sempat saya ingin ngelayanin tapi akhirnya saya ketawain doang. Saya balas saja Allahu Akbar," ujar Tompi saat ditemui dalam acara Book & Music Festival MocoSik di Jogja Expo Center (JEC), Senin (13/2) malam.

"Hal-hal seperti ini enggak benar, saya percaya semua ada kubunya. Mungkin ada yang kubu pro yang menyatakan dirinya pro Ahok juga ada, yang menyatakn dirinya tidak pro Ahok juga ada. Cuma cara-cara seperti ini enggak pantas lah. Dan saya enggak suka dengan dua-duanya. Awalnya kalau ada komentar-komentar buruk saya hapusin, cuma lama kelamaan saya capek karena komentarnya itu ratusan atau bahkan ribuan. Ini sebenarnya menjadi tanggung jawab semua pihak. Statement saya itu sebenarnya 'Ya loe gak boleh tersinggung kalau loe Islam ya loe gak seharusnya tersinggung. Kalau loe memang tersinggung berarti loe memang termasuk orang-orang yang gak bener'," imbuhnya.


Tompi ingin masyarakat bisa lebih menghargai perbedaan © KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoTompi ingin masyarakat bisa lebih menghargai perbedaan © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Ucapannya yang dipelintir oleh sebuah media online menjadi berita hoax tak pelak membuat Tompi risih dan terganggu. Kendati demikian, ia sama sekali tak mengendurkan dukungannya pada Gubernur Petahana Ahok.

"Saya cuma klarifikasi berita doang. Tadinya sempat teman-teman bilang laporin polisi aja. Tapi beberapa teman saya yang advokat pas ngecek ternyata itu alamatnya palsu, nama-namanya kagak bener. Mediadakwah.com atau apa gitu," ucapnya.

"Enggak ada hubungannya. Ini yang selalu saya tekankan ke teman-teman saya, urusan Pilkada pada dasarnya itu hak masing-masing. Yang ingin memberikan masukan silahkan, yang ingin memilih karena agamanya juga silahkan. Kita semua punya pegangan masing-masing. Gimana mau menghormati agama lain kalau menghormati perbedaan aja kita enggak bisa?," tandas pria yang identik memakai topi itu.


(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/pur/cvn)

Rekomendasi
Trending