Kapanlagi.com - Buah cabai kecil di musim kemarau kerap membuat petani waswas, apalagi ketika harga cabai sedang tinggi. Tanaman masih terus berbuah, tetapi ukuran buah justru makin mengecil setiap kali dipanen sehingga bobot panen ikut menurun.
Banyak petani langsung menambah dosis pupuk begitu melihat gejala ini. Padahal, buah kecil tidak selalu berarti tanaman kekurangan pupuk. Kekurangan air, suhu tinggi, kondisi akar, hingga ketidakseimbangan unsur hara juga dapat memengaruhi perkembangan buah.
Temuan riset internasional sejalan dengan masalah itu. Kajian tentang cabai pedas yang dimuat di ScienceDirect menyebut cekaman air menurunkan ukuran buah dibandingkan tanaman yang cukup air. Karena itu, penyebabnya perlu dikenali lebih dulu sebelum perawatan dilakukan. Simak ulasan lengkapnya berikut ini, dirangkum Kapanlagi.com dari berbagai sumber pada Rabu (30/9/2026).
Advertisement
Saat kemarau, tanah lebih cepat kering akibat tingginya penguapan. Jika kebutuhan air tidak terpenuhi, tanaman cabai mengalami stres kekeringan yang menghambat fotosintesis dan pembesaran buah.
Suhu tinggi menambah tekanan. Studi genetika cabai di bioRxiv mencatat suhu tinggi memengaruhi hampir setiap tahap perkembangan tanaman, mulai dari bunga, viabilitas serbuk sari, hingga pembentukan buah. Berikut faktor yang perlu diperhatikan petani:
Langkah pertama adalah memastikan tanaman tidak kekeringan. Penyiraman perlu dilakukan teratur sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Hindari membiarkan tanah kering terlalu lama, tetapi jangan sampai tergenang karena dapat mengganggu kesehatan akar.
Petani juga bisa memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air. Asam humat membantu memperbaiki sifat fisik tanah, terutama pada tanah dengan bahan organik rendah. Mikoriza, yaitu jamur menguntungkan yang bersimbiosis dengan akar, memperluas jangkauan serapan air dan hara lewat jaringan hifa.
Penelitian pada tanaman cabai mendukung peran mikoriza. Studi yang dimuat di ScienceDirect menemukan tanaman paprika bermikoriza memiliki ketahanan kekeringan lebih baik.
Riset di Acta Scientiarum Polonorum Hortorum Cultus mencatat hasil panen tertinggi diperoleh dari kombinasi mikoriza dan pengairan sepanjang musim tanam. Artinya, keduanya tidak menggantikan penyiraman. Langkah yang bisa dilakukan:
Selain air, cabai membutuhkan unsur hara yang cukup dan seimbang. Kalium menjadi salah satu yang terpenting karena berperan mengatur keseimbangan air dalam tubuh tanaman, membantu kerja enzim, serta mendukung fotosintesis dan pengangkutan hasilnya menuju buah.
Namun, menambah kalium berlebihan tidak otomatis membuat buah lebih besar. Jika tanaman kekurangan air, penyerapan hara dan perkembangan buah tetap terganggu.
Layanan penyuluhan OSU Extension di Amerika Serikat mencatat kekurangan nitrogen, fosfor, dan kalium dapat menyebabkan pertumbuhan kerdil dan perkembangan buah yang buruk.
Sementara itu, PepperScale mengingatkan pemberian nitrogen berlebih mendorong pertumbuhan daun dan mengorbankan buah. Prinsip pemupukan yang aman:
Tanaman yang sudah berkali-kali dipanen perlu perawatan berkelanjutan agar buah pada periode berikutnya tidak makin kecil. Setelah panen, periksa kondisi tanaman dan pastikan kebutuhan air serta nutrisinya tetap terpenuhi.
Perawatan yang tepat membantu tanaman mempertahankan pertumbuhan dan mendukung pembentukan buah di panen berikutnya. Beberapa hal yang perlu dilakukan:
1. Apakah buah cabai kecil selalu karena kurang pupuk? Tidak. Kekurangan air, suhu tinggi, kondisi akar, dan ketidakseimbangan hara juga bisa menjadi penyebabnya.
2. Apakah kemarau membuat buah cabai lebih kecil? Bisa. Cekaman air menurunkan ukuran buah dibandingkan tanaman yang cukup air.
3. Apa peran kalium bagi buah cabai? Kalium mengatur keseimbangan air, membantu kerja enzim, dan mendukung pengangkutan hasil fotosintesis ke buah.
4. Bisakah asam humat dan mikoriza menggantikan penyiraman? Tidak. Keduanya hanya pendukung dan tetap perlu ditopang pengairan yang cukup serta pengelolaan tanah yang baik.
5. Kapan tanaman cabai perlu dipupuk lagi? Pemupukan rutin disarankan minimal setelah dua kali petikan, disesuaikan dengan kondisi tanaman.
(kpl/rao)