Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam di berbagai penjuru dunia menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Momen ini biasanya diisi dengan lantunan shalawat, pembacaan sirah, serta beragam kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Di balik keramaian itu, banyak orang ingin memahami hikmah peringatan maulid nabi agar perayaannya tidak berhenti sebagai seremoni belaka. Memahami maknanya membuat setiap amalan yang dilakukan terasa lebih hidup dan berdampak. p>
Sebagaimana disampaikan Kementerian Agama, peringatan ini pada dasarnya adalah momen mengenang kembali peran dan warisan Nabi Muhammad SAW semasa hidup beliau. Dari sanalah lahir banyak hikmah peringatan maulid nabi yang tetap relevan untuk kehidupan umat saat ini.
Biografi Nabi Muhammad SAW Lengkap: Perjalanan Hidup dari Kelahiran hingga WafatAdvertisement
Secara bahasa, kata maulid berasal dari bahasa Arab yang bermakna hari lahir atau kelahiran, dan akar katanya menunjuk pada peristiwa melahirkan. Istilah ini kemudian dipakai khusus untuk menyebut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sosok yang bagi umat Islam menempati kedudukan paling mulia di antara seluruh nabi dan rasul pilihan Allah.
Dilansir dari Muslim Voices Indiana University, istilah Mawlid al-Nabi diterjemahkan sebagai "kelahiran Nabi" dan diperingati pada hari ke-12 bulan Rabiul Awal, bulan ketiga dalam kalender Hijriah. Peringatan ini menjadi ungkapan penghormatan dan kecintaan miliaran umat Islam kepada Rasulullah di seluruh dunia, bahkan menjadi hari libur resmi di banyak negara berpenduduk mayoritas muslim.
Mengutip Britannica, perayaan Maulid Nabi tidak populer di kalangan umat hingga abad ke-13, meskipun Dinasti Fatimiyah di Mesir telah memperingatinya sejak akhir abad ke-11. Tradisi ini kemudian menyebar luas seiring berkembangnya dakwah Islam ke berbagai wilayah, termasuk Nusantara. Untuk menelusuri lebih jauh, Anda bisa menyimak asal usul peringatan Maulid Nabi beserta perkembangannya.
Biografi Nabi Muhammad SAW Lengkap: Perjalanan Hidup dari Kelahiran hingga WafatDi Indonesia, peringatan ini melekat kuat dengan tradisi keislaman yang kaya makna. Selain mengenang kelahiran Nabi, momen ini juga menjadi sarana mengenal lebih dekat sirah dan silsilah Nabi Muhammad SAW yang mulia.
Ada banyak hikmah peringatan maulid nabi yang bisa dipetik jika perayaan dijalani dengan penuh kesadaran, bukan sekadar rutinitas tahunan. Nilai-nilai ini menyentuh sisi spiritual sekaligus sosial dalam kehidupan seorang muslim.
Dalam buku Wewangian Semerbak dalam Menjelaskan tentang Peringatan Maulid karya Dr. H. Kholilurrohman, MA, disebutkan bahwa peringatan Maulid Nabi mengingatkan umat pada perjuangan Rasulullah dalam berdakwah sehingga turut membangkitkan semangat untuk meneruskan dakwah tersebut. Berikut sejumlah hikmah yang bisa dipetik.
Biografi Nabi Muhammad SAW Lengkap: Perjalanan Hidup dari Kelahiran hingga WafatMemaknai Maulid tidak cukup dengan hadir dalam acara, tetapi juga mengisinya dengan amal yang bernilai ibadah. Berdasarkan yang dihimpun redaksi, sejumlah amalan berikut lazim dilakukan untuk menghidupkan momentum kelahiran Nabi.
Biografi Nabi Muhammad SAW Lengkap: Perjalanan Hidup dari Kelahiran hingga WafatInti dari seluruh hikmah peringatan maulid nabi sesungguhnya bermuara pada satu hal, yakni meneladani akhlak Rasulullah. Ketika ditanya tentang perangai beliau, Aisyah RA menjawab bahwa akhlak Nabi adalah Al-Quran, sebagaimana disebutkan dalam buku Filsafat Pendidikan Islam karya A. Heris Hermawan. Karena itu, mengenang kelahiran Nabi tanpa meniru keteladanannya justru kehilangan ruh perayaan. Beragam ungkapan keteladanan Nabi pun lahir dari kesadaran ini.
Salah satu keteladanan yang paling menonjol adalah kesederhanaan hidup. Rasulullah tidak terpaut pada kemewahan duniawi, dan dari sikap itulah lahir kemuliaan yang membuat manusia tidak diperbudak oleh ambisi materi. Meneladani sikap ini bukan berarti menolak keberhasilan, melainkan melatih diri agar mampu mengendalikan keinginan dan tetap dermawan.
Keteladanan lain yang tak kalah penting adalah kesabaran dan kasih sayang. Sejarah mencatat bagaimana beliau tetap lembut meski dicaci dan disakiti dalam berdakwah, sekaligus dikenal sangat jujur hingga digelari Al-Amin. Sikap-sikap inilah yang membuat dakwah beliau diterima lintas generasi dan menjadi cermin kepribadian yang paripurna.
Biografi Nabi Muhammad SAW Lengkap: Perjalanan Hidup dari Kelahiran hingga WafatDalam konteks kekinian, meneladani akhlak Rasulullah berarti menerjemahkan sifat rahmat menjadi kebaikan nyata yang konsisten. Mulai dari jujur dalam bekerja, amanah dalam tanggung jawab, hingga santun kepada sesama, semuanya adalah bentuk pengamalan maulid yang sesungguhnya. Merawat kebiasaan baik seperti ini termasuk amalan yang baik dilakukan sepanjang waktu, tidak hanya saat Rabiul Awal.
Hukum merayakan Maulid Nabi memang menjadi bahasan yang beragam di kalangan ulama. Sebagian menilainya sebagai perkara yang tidak dicontohkan pada masa Rasulullah maupun para sahabat Nabi, sementara mayoritas memandangnya boleh selama diisi niat yang benar dan sesuai ajaran Islam. Perbedaan ini justru memperkaya khazanah pemahaman umat.
Seorang ulama, dikutip dari About Islam, menyatakan, "Kita tidak bisa menganggap perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad sebagai bid'ah yang buruk hanya dengan alasan bahwa hal itu tidak dilakukan pada masa-masa awal."
Muhammad Tahir-ul-Qadri, dikutip dari Goodreads, menyatakan, "Tujuan mendasar peringatan Maulid Nabi adalah meraih cinta dan kedekatan kepada Nabi serta menghidupkan kembali hubungan seorang mukmin dengan sosok yang paling ia muliakan."
Biografi Nabi Muhammad SAW Lengkap: Perjalanan Hidup dari Kelahiran hingga WafatMeski begitu, para ulama mengingatkan agar perayaan tetap berada dalam batas syariah, tidak berlebihan, dan tidak melibatkan hal-hal yang dilarang. Semangat utamanya adalah rasa syukur, seperti yang tergambar dalam beragam renungan tentang Maulid Nabi. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki dalam kitab adz-Dzakhair al-Muhammadiyyah menuliskan, "Nabi Muhammad tidaklah menjadi mulia karena waktu kelahirannya, tetapi justru waktu itulah yang menjadi mulia karena kelahiran beliau."
Pada akhirnya, hikmah peringatan maulid nabi terletak pada sejauh mana umat mampu menerjemahkan kecintaan kepada Rasulullah menjadi perilaku nyata sehari-hari. Selama diniatkan sebagai wujud syukur dan diisi dengan amal kebaikan, peringatan ini dapat menjadi sarana memperkuat iman, mempererat ukhuwah, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Tujuan utamanya adalah mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang perjuangan dan keteladanan beliau. Peringatan ini menjadi sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dan mendorong umat meneladani akhlak mulianya dalam kehidupan sehari-hari.
Mayoritas umat Islam memperingati Maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Karena mengikuti penanggalan bulan, tanggalnya pada kalender Masehi berubah setiap tahun.
Beberapa amalan yang lazim dilakukan antara lain memperbanyak shalawat, membaca sirah Nabi, menghadiri majelis ilmu, bersedekah, serta memperbanyak amal kebaikan. Yang terpenting, semua amalan diniatkan sebagai bentuk syukur dan cinta kepada Rasulullah.
Biografi Nabi Muhammad SAW Lengkap: Perjalanan Hidup dari Kelahiran hingga WafatDaftar Referensi
(kpl/phi)