Kapanlagi.com - Sejarah bulan Muharram membentang jauh melampaui lahirnya kalender Hijriyah, mengakar hingga ke tradisi masyarakat Arab pra-Islam yang telah mengenal bulan ini sebagai salah satu bulan suci. Sebagai bulan pertama dalam penanggalan Hijriah, Muharram menjadi penanda dimulainya tahun baru bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Dilansir dari Islamic Relief UK, bulan Muharram disebut sebagai Syahrullah atau "bulan Allah" dalam hadis — sebuah kehormatan yang tidak diberikan kepada bulan mana pun lainnya dalam kalender Islam. Kedudukan istimewa ini menjadikan Muharram bukan sekadar penanda waktu, melainkan bulan yang penuh berkah dan keutamaan spiritual.
Mendalami sejarah bulan Muharram berarti menelusuri proses panjang penetapan kalender Hijriyah pada masa Khalifah Umar bin Khattab serta memahami berbagai peristiwa monumental yang mewarnainya. Dari tradisi pra-Islam hingga kisah para nabi, bulan ini menyimpan khazanah sejarah yang sangat kaya karena banyak peristiwa historis penting terjadi di dalamnya.
Apa Itu Tahun Baru Islam? Sejarah, Makna Hijrah, dan Keutamaan 1 MuharramAdvertisement
Dalam Islam, Muharram memiliki kedudukan yang sangat tinggi sebagai salah satu dari empat bulan haram (al-asyhur al-hurum) yang disucikan secara khusus. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 tentang empat bulan haram ini:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Caption Muharram 1448 H: 60 Ucapan Menyentuh Hati Terbaru"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)
Empat bulan haram tersebut meliputi tiga bulan berurutan — Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Muharram — ditambah Rajab. Selama bulan-bulan ini, segala tindakan yang berpotensi menumpahkan darah seperti peperangan dan pencurian dilarang keras di Jazirah Arab, dan aturan ini dipatuhi secara ketat.
Selain statusnya sebagai bulan haram, Muharram juga mendapat sebutan khusus Syahrullah yang berarti "bulan Allah." Penyandaran langsung kepada lafaz jalalah ini menunjukkan keagungan yang luar biasa, sebagaimana umat Islam menyebut Ka'bah sebagai Baitullah. Bahkan Muharram dipandang sebagai bulan tersuci kedua setelah Ramadan, menjadikannya waktu yang sangat istimewa untuk meningkatkan ibadah dan refleksi spiritual.
Baca juga: Panduan Lengkap 12 Bulan Hijriah dan Makna Spiritualnya
Konsep empat bulan haram — Rajab, Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Muharram — merupakan tradisi yang sudah mapan di kalangan suku-suku Arab pra-Islam. Selama empat bulan ini, pertumpahan darah dan peperangan dilarang secara ketat demi menjaga stabilitas perdagangan dan aktivitas haji. Bahkan kronikawan Bizantium turut mencatat adanya masa gencatan senjata yang dihormati oleh suku-suku Arab pada periode tertentu, menegaskan bahwa kesucian bulan-bulan ini diakui melampaui batas internal komunitas Arab sendiri.
Sebagaimana dikutip dari Yaqeen Institute, fakta bahwa bangsa Arab pra-Islam sudah menjalankan puasa di hari Asyura menunjukkan bahwa tradisi ini "merupakan warisan dari ajaran Nabi Ibrahim yang mereka pertahankan, serupa dengan ritual haji."
Amalan Bulan Muharram yang Dianjurkan beserta Keutamaan dan DalilnyaMenariknya, bangsa Arab juga mengenal praktik yang disebut Nasi' — sebuah sistem penundaan atau pergeseran bulan-bulan suci. Praktik ini memungkinkan penggandaan nama bulan tertentu setiap dua atau tiga tahun sekali, sehingga urutan bulan-bulan suci bergeser demi kepentingan perdagangan atau jadwal haji. Islam kemudian melarang tegas praktik Nasi' melalui wahyu yang turun pada tahun ke-10 Hijriyah (QS. At-Taubah: 37), memastikan bahwa urutan dan kesucian bulan-bulan haram termasuk Muharram tetap terjaga sebagaimana aslinya.
Baca juga: Mengenal 12 Bulan dalam Kalender Tradisional Nusantara
Mengacu pada catatan Islamic Relief Australia, penetapan kalender ini bermula ketika gubernur Basrah, Abu Musa al-Asy'ari, menuliskan surat yang menyoroti kesulitan dalam mengidentifikasi tanggal pada dokumen-dokumen yang masuk. Kalender Islam kemudian diperkenalkan secara resmi pada sekitar tahun 638 Masehi (17 Hijriyah).
Berikut tahapan-tahapan penting dalam penetapan kalender Hijriyah:
Muharram dalam Islam: Pengertian, Keutamaan, dan Amalan Sunnah yang DianjurkanBaca juga: Pengertian Migrasi, Jenis, dan Faktor Penyebabnya
Salah satu usulan yang sempat muncul adalah menjadikan bulan Rabiul Awal sebagai bulan pertama, karena perjalanan hijrah Rasulullah SAW ke Madinah memang terjadi pada bulan tersebut. Ada pula yang mengusulkan bulan Ramadan karena keistimewaannya. Namun, Khalifah Umar justru memilih bulan Muharram, dan keputusan ini didukung oleh Utsman bin Affan.
Mengacu pada en.muhammadiyah.or.id, bulan Muharram memiliki signifikansi khusus bagi umat Muslim karena menandai tahun baru dalam kalender Islam. Di bulan ini terdapat dua momen yang sangat dihormati: Tahun Baru Islam pada tanggal 1 Muharram dan Hari Asyura pada tanggal 10 Muharram, yang menjadi ajang refleksi bagi seluruh umat.
Apa Itu Tahun Baru Islam? Sejarah, Makna Hijrah, dan Keutamaan 1 MuharramAlasan utama pemilihan Muharram terletak pada kronologi peristiwa hijrah itu sendiri. Meskipun Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal, wacana dan persiapan hijrah justru dimulai sejak bulan Muharram — yakni setelah selesainya Baiat Aqabah II yang berlangsung di penghujung bulan Dzulhijjah. Bulan Muharram juga secara alami mengikuti bulan Dzulhijjah, sehingga ketika umat Islam kembali dari ibadah haji, mereka membawa semangat baru memasuki tahun yang baru pula. Selain itu, kesucian bulan Muharram sudah diakui sejak era pra-Islam dan dipertegas oleh Al-Quran serta hadis, menjadikannya pilihan paling tepat sebagai bulan pembuka kalender umat Islam.
Baca juga: Ucapan Menyambut Tahun Baru Islam yang Penuh Makna
Mengutip Britannica, tradisi puasa pada hari Asyura sudah dikenal sebelum Islam lahir. Sejumlah hadis menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menjalankan puasa Asyura mengikuti tradisi pra-Islam setempat, sementara riwayat lain menyatakan beliau mengadopsinya dari kaum Yahudi di Madinah yang berpuasa pada Yom Kippur.
Berikut peristiwa-peristiwa bersejarah yang diyakini terjadi di bulan Muharram berdasarkan catatan ulama:
Muharram dalam Islam: Pengertian, Keutamaan, dan Amalan Sunnah yang DianjurkanTerkait puasa Asyura, Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar umat Islam juga berpuasa pada tanggal 9 Muharram (puasa Tasu'a) untuk membedakan diri dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya" (HR. Muslim). Keutamaan ini menjadikan puasa di bulan Muharram sebagai salah satu amalan paling utama setelah Ramadan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR. Muslim)
Baca juga: Puasa Arafah Menghapus Dosa Apa Saja? Penjelasan Lengkap Menurut Ulama
Bulan Muharram mendapat julukan Syahrullah karena disebutkan demikian dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Gelar ini merupakan penyandaran langsung kepada nama Allah sebagai bentuk penghormatan tertinggi, menunjukkan bahwa Muharram sangat istimewa dan agung di sisi-Nya. Tidak ada bulan lain dalam kalender Hijriyah yang mendapat kehormatan serupa. Masyarakat Jawa pun mengenal bulan ini sebagai bulan Suro yang sangat disakralkan.
2. Siapa yang pertama kali menetapkan kalender Hijriyah?
Apa Itu Tahun Baru Islam? Sejarah, Makna Hijrah, dan Keutamaan 1 MuharramKalender Hijriyah ditetapkan secara resmi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, sekitar tahun 17 Hijriyah (638 Masehi). Penetapan ini dipicu oleh kebutuhan administratif untuk membuat sistem penanggalan yang seragam. Setelah musyawarah dengan para sahabat utama, disepakati bahwa kalender dimulai dari tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, dan Ali bin Abi Thalib menjadi pencetus gagasan brilian tersebut.
3. Apa saja amalan utama yang dianjurkan di bulan Muharram?
Amalan paling utama di bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunah, terutama puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram yang memiliki janji penghapusan dosa setahun. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, membaca Al-Quran, melakukan muhasabah diri, serta berdoa agar tahun yang baru membawa keberkahan. Terdapat pula riwayat yang menyatakan, "Barang siapa yang bermurah hati kepada keluarganya pada Hari Asyura, maka Allah akan bermurah hati kepadanya sepanjang tahun."
Menelusuri sejarah bulan Muharram memberikan pemahaman bahwa bulan ini bukan sekadar penanda pergantian tahun Hijriyah. Dari tradisi Arab pra-Islam yang mengharamkan peperangan, penetapan kalender Hijriyah oleh Khalifah Umar, hingga deretan peristiwa monumental para nabi — semuanya menegaskan bahwa Muharram adalah bulan yang dipenuhi hikmah, kedamaian, dan peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Daftar Referensi
(kpl/fed)