Arlida Putri Cerita Awal Mula Bisa Kolaborasi dengan Rebellion Rose
Arlida Putri ceritakan kolaborasi dengan Rebellion Rose (cr: KapanLagiicom/Bayu Purnama)
Kapanlagi.com - Arlida Putri, pedangdut asal Jawa Timur, baru-baru ini membuka kisah di balik kolaborasinya yang menarik dengan band punk asal Yogyakarta, Rebellion Rose. Wawancara eksklusif ini dilakukan pada Minggu (5/7), di Kota Malang, Jawa Timur, di mana Arlida mengungkapkan banyak hal mengenai proyek musik lintas genre tersebut.
Tim KapanLagi dibuat penasaran mengenai awal mula cerita bagaimana kolaborasi Arlida dengan Rebellion Rose bisa terealisasi. Arlida Putri, yang lahir pada 11 November 1998, dikenal sebagai penyanyi dangdut dengan julukan 'The Queen of Nyoh' makin populer setelah bergabung dengan Orkes Musik Adella dan New Pallapa.
Advertisement
1. Awal Mula Kolaborasi
Arlida Putri menjelaskan bahwa kolaborasi ini bermula dari sebuah tawaran panggung. Ia mengaku awalnya tidak terlalu mengenal Rebellion Rose, meskipun beberapa lagunya pernah didengar. Namun, ia tidak bisa menyanyikannya. Tawaran untuk berkolaborasi di sebuah acara mengharuskannya menghafalkan lagu-lagu band tersebut.
"Nggak sih sebenarnya, aku dulu juga nggak tahu Rebellion Rose. Cuma aku tahu beberapa lagu, dengerin lagunya tapi nggak bisa. Terus pas ada satu panggung itu emang di job di event itu terus disuruh collab. Disuruh collab, coba hafalin lagu ini. Disuruh collab lagu ini, akhirnya belajar," ungkap Arlida Putri.
Lebih lanjut, Arlida merasa sangat disambut baik oleh para personel Rebellion Rose. Ia menyebut anggota band tersebut sangat ramah dan menyenangkan. Adanya kesamaan sebagai orang Jawa, di mana Rebellion Rose berasal dari Yogyakarta, turut mempererat hubungan mereka. Kedekatan ini membuat mereka sering berkomunikasi dan bahkan mengajak Arlida untuk bergabung di panggung jika berada di kota yang sama, seperti yang terjadi di Malang baru-baru ini.
2. Perubahan Selera Musik dan Tantangan
Setelah proyek kolaborasi ini, tim KapanLagi menanyakan apakah ada perubahan selera musik pada Arlida, seperti mulai mendengarkan lagu-lagu punk. Arlida membenarkan bahwa selera musiknya memang berubah. Ia kini lebih sering mendengarkan lagu-lagu punk.
"Punk gitu ya. Sebenarnya jadinya aku sekarang lebih sering dengerin lagu-lagu punk juga. Kebetulan sebelah saya (sambil menunjuk orang yang berada di sebelahnya) juga anak punk ini. Jadinya seringnya denger lagu punk-punk itu," jelasnya.
Namun, kolaborasi ini tidak lepas dari perdebatan. Arlida mengakui adanya respons negatif dari sebagian penggemar punk yang merasa kaget atau aneh dengan kehadirannya di genre tersebut. Kritik ini sempat membuatnya merasa sedih dan mempertanyakan apakah ia tidak cocok. "Terus kalau efeknya itu sebenarnya kayaknya ya. Mungkin anak-anak punk yang agak kaget dengan ada Arlida di punk itu kan kayak aneh kan. Jadi banyak juga yang banyak kritik juga di situ. 'Kok jadi gini sih? Kok jadi gini?' Karena sebenarnya agak down juga. 'Emang nggak boleh ya? Emang nggak cocok ya aku ke sana?'" tuturnya.
Meskipun demikian, Arlida menegaskan bahwa ia melakukan sesuatu karena keinginannya dan kenyamanannya sendiri. "Cuman ya karena ya balik lagi ke yang tadi. Apa yang aku pengen, aku ngelakuin itu pasti karena aku pengen. Kalau aku pengen dan aku nyaman yaudah aku lakuin aja. Aku nggak peduli kritik orang. Ya tapi semoga aja diterima. Semoga kalian suka," tambahnya, menunjukkan keteguhan hatinya.
3. Pengorbanan Terbesar Arlida
Dalam kesempatan yang sama, Arlida juga berbagi tentang pengorbanan terbesar dalam hidupnya. Ia merasa masa mudanya adalah pengorbanan terbesar, karena sejak kecil ia dirawat oleh saudara dan harus bekerja keras untuk mendapatkan uang.
"Pengorbanan, ya itu kalau dari aku pengorbanan terbesar itu masa muda aku sih jujur. Karena aku cari duit itu maksudnya karena aku kan dari kecil dirawat sama bukan sama mama ya sama saudara. Jadinya itu kayak pengen apa-apa itu harus nabung dulu, harus cari duit dulu," kata Arlida Putri.
Sejak SMP, ia sudah bekerja di salon milik saudaranya setelah pulang sekolah, dan pada malam harinya menyanyi atau manggung. Hal ini membuatnya tidak memiliki waktu untuk bermain seperti anak muda lainnya. "Terus mama juga yang ngerawat aku kebetulan punya salon. Jadi dari SMP itu kerja ikut di salon. Pulang sekolah ke salon. Terus malamnya nyanyi, manggung gitu terus. Jadi nggak ada masa mudanya gitu loh nggak ada main-main itu nggak ada," kenangnya.
Pengalaman masa lalu inilah yang membentuk filosofi hidup Arlida saat ini. Ia melakukan apa pun yang membuatnya senang dan nyaman, termasuk mencoba menyanyi punk ketika ada tawaran kolaborasi. "Makanya sekarang apa yang bikin aku senang, apa yang bikin aku nyaman ya aku lakuin. Termasuk itu tadi pengen nyanyi punk ada yang ngajak collab. Wah seru nih coba aja gitu sih. Iya dong pokoknya mana yang diterima yaudah pokoknya berkarya aja lah," pungkasnya.
4. Pesan di Balik Karya Rebellion Rose
Kolaborasi ini juga menyoroti lagu 'Aku, Kamu dan Samudra Membara' yang merupakan sekuel dari lagu 'Aku, Kamu dan Samudra', sebuah karya yang telah mengantarkan Rebellion Rose ke titik saat ini dan mempertemukan mereka dengan penggemar di berbagai panggung.
Seperti dilansir dari Youtube Channel Rebellion Rose, lagu 'Aku, Kamu dan Samudra Membara' dirilis untuk merayakan 10 tahun hari lahir lagu pendahulunya. Lagu ini mengisahkan tentang kebersamaan yang bertahan di tengah dunia yang terluka, tentang jiwa-jiwa yang melangkah dalam perjalanan panjang yang sama, saling berbagi cinta, menguatkan duka, dan memperjuangkan harapan.
Pesan yang terkandung dalam lagu ini juga menyiratkan keyakinan bahwa kebenaran akan menemukan jalannya, dan perjuangan tanpa lelah akan membuahkan hasil yang indah. Rebellion Rose digambarkan terus bergerak, menggenggam mawar sebagai lambang kasih di tangan kanan dan mengepal suar sebagai lambang juang di tangan kiri, berbaris menuju gerbang kemenangan. Lagu ini juga menyinggung tentang pengorbanan, dengan harapan dunia lekas pulih dari kekacauan, dan jiwa-jiwa yang berjuang tetap bersama untuk menikmati kejayaan.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/cvn)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
