Syafiq D'Academy 8 Cerita Ritual Sikat Gigi dan Kehangatan Asrama
Syafiq © KapanLagi.com/Budy Santoso
Kapanlagi.com - Syafiq D'Academy 8, akademia berusia 19 tahun asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, membagikan pengalaman di balik persiapannya selama berkompetisi di Dangdut Academy 8. Ia berkisah tentang kebiasaan unik jelang tampil hingga kehidupan bersama rekan-rekan di asrama.
"Kebiasaan unik adalah sikat gigi sebelum naik panggung dan juga kan sebelum naik panggung pasti mules, buang air terus ya," ungkap Syafiq saat ditemui di Studio Emtek Indosiar, Selasa (21/7/2026).
Selain soal persiapan singkatnya, Syafiq menuturkan kedekatan yang terbangun di asrama bersama para peserta lain selama masa karantina. Di balik persiapan penampilannya yang matang, Syafiq memiliki kebiasaan yang selalu dilakukan sesaat sebelum naik ke panggung. Ia memastikan menyikat gigi lebih dulu.
Advertisement
Syafiq juga mengaku kerap merasa mulas beberapa saat jelang tampil sehingga harus buang air. Kebiasaan ini menjadi salah satu rutinitas singkatnya sebelum memulai performa.
Kisah tersebut ia sampaikan saat dijumpai di Studio Emtek Indosiar pada Selasa (21/7/2026), bersamaan dengan agenda kompetisi yang tengah dijalaninya.
1. Kebersamaan 42 Akademia di Asrama
Selama masa karantina, Syafiq menyebut hubungan antarpeserta terjalin erat. Menurutnya, ikatan emosional di antara para akademia terbentuk kuat seiring kebersamaan sehari-hari.
"Alhamdulillah kami 42 orang di asrama itu hubungannya sangat baik sekali dan ikatan emosionalnya pun sangat kuat sekali. Kalau satu sedih pasti semua ikut sedih dan kalau satu bahagia pasti semua ikut bahagia," cerita Syafiq.
Empati menjadi kunci kebersamaan mereka. Dengan jumlah 42 orang yang tinggal bersama, suasana asrama dipenuhi dukungan satu sama lain dalam berbagai situasi.
2. Bersaing di Panggung, Satu Keluarga di Asrama
Syafiq menegaskan, persaingan hanya terjadi saat tampil di panggung. Begitu kembali ke asrama, mereka melebur sebagai satu rumah.
"Iya. Memang kalau di panggung sejatinya kami itu kompetisi tapi kalau di asrama kita semua adalah satu rumah, satu keluarga," tegasnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan batas yang jelas antara profesionalitas di ajang kompetisi dan kebersamaan saat tinggal bersama selama karantina.
3. Disiplin Harian dan Latihan Vokal yang Ditekuni
Tinggal di asrama juga membuat Syafiq menerapkan rutinitas baru. Ia mengamati kedisiplinan rekan-rekannya dan menjadikannya cermin untuk menata kebiasaan latihan.
"Rutinitas yang saya lakukan dan saya bercermin ke teman-teman yang lain juga menerapkan kedisiplinan, menerapkan konsistensi dan juga kembali mengasah dan mencari skill baru dalam bernyanyi misalnya kayak cengkoknya, range vokal nya lebih ditambah lagi kurang lebih seperti itu," ungkap Syafiq.
Menurut Syafiq, fokusnya saat ini meliputi kedisiplinan, konsistensi, dan eksplorasi teknik bernyanyi. Ia menaruh perhatian pada pengembangan cengkok serta upaya menambah range vokal guna mendukung penampilan di panggung.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
