in partnership with Indosiar

Syafiq Peserta D'Academy 8 Akui Dangdut Musik Jenius

Syafiq Peserta D'Academy 8 Akui Dangdut Musik Jenius
Syafiq Peserta Dangdut Academy 8 (cr: KapanLagicom/Budy Santoso)

Kapanlagi.com - Penampilan Syafiq dalam ajang Final Audition Group 4 Dangdut Academy 8 sukses mencuri perhatian. Mahasiswa asal Pulau Sebatik ini tidak hanya menunjukkan bakat bernyanyi, tetapi juga wawasan mendalam tentang industri musik dangdut. Ia hadir di Panggung Dangdut Academy 8 yang disiarkan secara langsung melalui Indosiar dan Vidio pada Jumat, 3 Juli 2026.

Ramzi, salah satu pembawa acara, sempat mengonfirmasi status Syafiq sebagai mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Ramzi pun meminta Syafiq untuk menyampaikan pandangannya mengenai Dangdut Academy. Syafiq kemudian mengungkapkan bahwa Dangdut Academy adalah panggung dan tempat belajar bagi seluruh generasi muda yang ingin memperjuangkan industri musik dangdut Indonesia.

Syafiq juga menyoroti bagaimana Gen Z terkadang memarginalkan dangdut. Padahal, menurutnya, dangdut merupakan salah satu musik jenius.

1. Menguak Kejeniusan Dangdut Lewat Analisis Musikal Syafiq

Pernyataan Syafiq yang menyebut dangdut sebagai musik jenius sontak memancing rasa penasaran para juri. Soimah, salah satu juri, langsung menanyakan alasan di balik pandangan tersebut.

Menanggapi pertanyaan itu, Syafiq mengambil contoh dari lagu Zakiya yang baru saja dibawakan. "Saya bercermin dari lagu Zakia tadi, itu logatnya maaf kebawa," ujar Syafiq. Ramzi pun menimpali bahwa unsur kedaerahan justru diperkuat dalam ajang tersebut. "Gak apa-apa. Justru unsur pendaerahan di sini kita kuatkan," kata Ramzi.

"Kayak tadi lagu Zakia. ‘Do’ di awalnya itu berubah ketika sebelum masuk lagunya. Dan di lagu Pak Haji Rhoma Irama juga banyak lagu jenius kayak lagu Malapetaka, lagu Tangan-Tangan Hitam. Itu chordnya kalau orang yang masih belajar itu pasti bingung kalau dengar lagu Bang Haji," ungkapnya.

Syafiq melanjutkan penjelasannya dengan merujuk pada karya-karya Raja Dangdut Rhoma Irama. Ia menyebut lagu 'Malapetaka' dan 'Tangan-Tangan Hitam' sebagai contoh lagu-lagu yang memiliki akord sulit bagi pemula. "Dan di lagu Pak Haji Rhoma Irama juga banyak lagu jenius kayak lagu Malapetaka, lagu Tangan-Tangan Hitam. Itu chordnya kalau orang yang masih belajar itu pasti bingung kalau dengar lagu Bang Haji," jelas Syafiq. Gilang Dirga turut menyetujui dan menambahkan lagu 'Hari Berbangkit' sebagai contoh lain dari lagu dangdut dengan akord yang kompleks.

Soimah mengamati bahwa Syafiq tidak hanya mengulik dangdut dari sisi cengkok atau vokal, melainkan juga dari aspek musikalitasnya. Gilang Dirga bahkan berkelakar bahwa Syafiq bisa menjadi juru bicara untuk Dangdut Academy 8.

2. Peran Dangdut Academy dalam Mengubah Paradigma Gen Z

Ramzi kemudian mengajukan pertanyaan mengenai dampak Dangdut Academy, khususnya sejak musim ketujuh, terhadap perubahan paradigma Gen Z terhadap musik dangdut.

Syafiq dengan tegas menyatakan bahwa Dangdut Academy sangat berhasil mengubah pandangan tersebut. Ia bahkan mengungkapkan bahwa salah satu idolanya, Kak Valen, adalah sosok yang membangkitkan kembali minatnya pada dangdut. "Ketika Kak Valen salah satu idola saya juga tepuk tangan untuk Kak Valen. Suatu kebanggaan bisa duet. Waktu DA 7 kemarin euforia Dangdut kembali bangkit," kenang Syafiq.

Syafiq menceritakan latar belakangnya dari Pulau Sebatik, di mana musik dangdut sangat menonjol. Namun, saat ia melanjutkan sekolah di Palu pada jenjang SMP dan SMA, ia sempat beralih ke musik pop karena menyesuaikan pasar. Motivasi kuatnya untuk memajukan industri musik dangdut Indonesia di tengah kurangnya minat di perkotaan mendorongnya untuk bergabung dengan Dangdut Academy 8.

3. Keberhasilan Indosiar dalam Mengangkat Dangdut Berkualitas

Menjelang akhir sesi, Ramzi kembali menanyakan pendapat Syafiq mengenai keberhasilan Indosiar dalam menyajikan tayangan dangdut yang berkelas dan berkualitas.

Syafiq tanpa ragu menjawab "Berhasil." Menurutnya, keberhasilan Indosiar terbukti dari kemunculan idola-idola baru seperti Fildan, Valen, Arbil, dan Mila yang memiliki kejeniusan dalam bermusik dan bernyanyi. "Memunculkan idola-idola seperti Kak Fildan tentunya yang sangat jenius dalam bermusik dan bernyanyi. Kak Valen juga. Dan masih banyak lagi Kak Arbil, Kak Mila dan lain-lain. Itu salah satu buktinya ya," papar Syafiq.

(Rizky Billar polisikan enam akun sosial media terkait hoaks cerai dan perselingkuhan.)

(kpl/cvn)

Rekomendasi

Trending