Cara Menanam Buncis di Dataran Rendah dari Persiapan Lahan hingga Panen Melimpah
cara menanam buncis di dataran rendah (h)
Kapanlagi.com - Cara menanam buncis di dataran rendah sebenarnya cukup sederhana selama Anda memilih varietas tipe tegak yang tahan suhu hangat. Benih ditanam langsung ke lahan gembur tanpa penyemaian, lalu dirawat dengan pengairan dan drainase yang baik.
Buncis di lahan bersuhu hangat umumnya sudah dapat dipanen pada umur 45 hingga 60 hari setelah tanam. Kunci keberhasilan menanam buncis di dataran rendah terletak pada pemilihan benih, pengaturan air, serta pengendalian hama dan penyakit.
Sebagaimana disampaikan Mississippi State University Extension, buncis tipe semak atau tegak tergolong sensitif terhadap cuaca panas dan kering sehingga sebaiknya tidak diatur agar matang tepat di puncak musim kemarau. Pertimbangan inilah yang membuat penentuan waktu tanam dan varietas menjadi sangat menentukan di wilayah dataran rendah yang cenderung bersuhu hangat. Buncis sendiri kaya akan protein nabati, serat, dan vitamin, sehingga manfaat buncis untuk kesehatan sayang untuk dilewatkan.
Advertisement
1. Persiapan Sebelum Menanam Buncis di Dataran Rendah
Tahap persiapan menjadi fondasi utama dalam cara menanam buncis di dataran rendah karena menentukan seberapa subur dan produktif tanaman nantinya. Persiapan ini mencakup pemilihan varietas, pengolahan lahan, perbaikan kesuburan tanah, hingga penyiapan benih yang bermutu.
Pilih Varietas Tipe Tegak: Untuk daerah dengan ketinggian sekitar 400 sampai 900 mdpl, gunakan buncis tipe tegak atau semak yang lebih pendek, tidak memerlukan ajir, dan lebih toleran terhadap suhu hangat. Pilih pula varietas yang tahan terhadap penyakit umum seperti karat daun, antraknosa, dan virus mosaik agar tanaman lebih aman.
Olah Tanah hingga Gembur: Bersihkan lahan dari gulma, sisa tanaman, dan bebatuan, kemudian cangkul atau bajak tanah sampai gembur. Tanah yang remah memudahkan akar berkembang serta memperlancar drainase yang sangat dibutuhkan buncis.
Buat Bedengan dengan Drainase Baik: Bentuk bedengan setinggi 20 sampai 30 cm dengan parit di antaranya agar air tidak menggenang. Buncis sangat peka terhadap genangan, sehingga bedengan yang lebih tinggi sangat dianjurkan bila lahan cenderung basah.
Perbaiki Kesuburan dan pH Tanah: Taburkan pupuk kandang atau kompos matang sebagai pupuk dasar dan aduk rata dengan tanah. Buncis menyukai pH tanah sekitar 5,5 sampai 6,5; bila tanah terlalu masam, tambahkan kapur dolomit sebelum tanam.
Seleksi Benih Berkualitas: Pilih biji dari polong tua yang berukuran besar, bernas, dan berbentuk sempurna. Rendam sebentar dalam air dan buang biji yang mengapung karena umumnya kosong dan tidak akan tumbuh baik.
Menjaga kesuburan tanah adalah investasi jangka panjang yang menentukan hasil panen. Jon Traunfeld, spesialis penyuluhan pertanian di University of Maryland, dikutip dari Gardener's Path menyatakan, "Beri makan tanahnya terlebih dahulu! Cara paling pasti untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman adalah dengan rutin menambahkan bahan organik seperti kompos dari sisa pekarangan."
Baca juga: Cara Menanam Bayam di Pot dan Polybag untuk Pemula
Baca juga: Cara Menanam Kangkung Cabut di Polybag agar Cepat Panen
2. Cara Menanam Buncis di Dataran Rendah dari Benih
Setelah lahan dan benih siap, langkah inti dalam cara menanam buncis di dataran rendah adalah menanam biji langsung ke bedengan tanpa disemai. Buncis kurang menyukai pemindahan bibit, sehingga penanaman langsung justru memberikan pertumbuhan yang paling baik.
Tentukan Waktu Tanam yang Tepat: Waktu terbaik adalah akhir musim hujan menjelang awal kemarau, saat sinar matahari cukup tetapi suhu belum terlalu terik. Hindari menanam sehingga masa berbunga jatuh pada puncak kemarau karena bunga rentan rontok.
Buat Lubang Tanam dengan Jarak Ideal: Buat lubang dengan cara ditugal sedalam 2 sampai 3 cm. Untuk buncis tegak, gunakan jarak tanam sekitar 30 x 40 cm dalam dua baris per bedengan agar sirkulasi udara tetap lancar.
Masukkan Dua Biji per Lubang: Isi setiap lubang dengan dua butir benih untuk mengantisipasi biji yang gagal tumbuh. Setelah keduanya tumbuh, sisakan satu tanaman terkuat bila lubang terlalu rapat.
Tutup dan Siram Secukupnya: Tutup lubang dengan tanah tipis atau abu sekam, lalu siram bila media terlihat kering. Benih buncis biasanya mulai berkecambah pada hari ke-3 sampai ke-7 setelah tanam.
Lakukan Penyulaman: Periksa tanaman pada hari ke-7 sampai ke-10 dan segera ganti benih yang tidak tumbuh atau rusak. Penyulaman sebaiknya diselesaikan paling lambat 14 hari setelah tanam agar pertumbuhan tetap seragam.
Setelah benih ditanam, memberi lapisan mulsa organik seperti jerami di sekitar tanaman sangat membantu di iklim hangat. Mulsa menjaga kelembapan tanah, menekan gulma, dan menstabilkan suhu media, sehingga bibit muda tidak cepat mengering saat matahari terik.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Menanam Sawi di Berbagai Media
Baca juga: Cara Menanam Caisim di Pot, Polybag, dan Tanah Terbuka
Baca juga: Panduan Menanam Brokoli untuk Pemula
3. Cara Merawat Buncis agar Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat
Perawatan yang konsisten adalah penentu apakah panen akan berlimpah atau justru mengecewakan, dan di sinilah cara menanam buncis di dataran rendah benar-benar diuji. Fokus utamanya adalah pengairan, pemupukan yang tepat, serta menjaga tanaman tetap bebas gulma dan serangan hama.
Siram Secara Teratur di Pangkal Tanaman: Buncis membutuhkan air yang stabil terutama saat pembungaan dan pembentukan polong. Siram di pangkal tanaman, bukan dari atas, agar daun tidak basah dan risiko penyakit jamur menurun; pada musim kemarau penyiraman bisa dilakukan setiap pagi.
Batasi Pemberian Pupuk Nitrogen: Merujuk University of Maryland Extension, buncis termasuk kacang-kacangan yang mampu mengikat nitrogen sendiri setelah sistem akarnya berkembang baik, sehingga kelebihan nitrogen justru menunda pembungaan. Beri pupuk nitrogen secukupnya saja agar tanaman tidak rimbun daun tetapi minim bunga.
Berikan Pupuk Susulan Seimbang: Saat tanaman memasuki fase generatif atau mulai berbunga, perbanyak unsur fosfor dan kalium untuk mendukung pembentukan bunga dan buah. Pemupukan bisa dilakukan dengan cara ditabur di sekeliling pangkal batang lalu ditutup tanah.
Pasang Ajir Bila Menanam Tipe Merambat: Jika Anda memilih varietas merambat, pasang ajir dari bambu segera setelah tanam, sekitar umur 7 sampai 10 hari. Rambatkan batang ke ajir dan ikat longgar agar tanaman tumbuh tegak dan mudah dipanen.
Kendalikan Gulma dengan Penyiangan: Cabut gulma di sekitar tanaman secara berkala karena gulma bersaing merebut hara dan air. Lakukan penyiangan dangkal saja sebab akar buncis tergolong dangkal dan mudah rusak.
Waspadai Hama dan Penyakit: Hama seperti kutu daun, ulat, lalat kacang, dan penggerek polong perlu dipantau, begitu pula penyakit karat daun, layu, dan virus mosaik. Utamakan sanitasi lahan dan drainase yang baik, serta gunakan pestisida nabati atau pestisida yang aman sesuai dosis bila memang diperlukan.
Salah satu cara alami menekan serangan hama adalah memetik hama secara manual, menjaga kebersihan area tanam, serta membuang bagian tanaman yang sudah terlanjur sakit agar tidak menjadi sumber penularan. Menjaga jarak tanam yang cukup juga membantu sirkulasi udara sehingga daun cepat kering dan tidak lembap.
Baca juga: Cara Menanam Gambas di Pot, Polybag, dan Tanah Terbuka
Baca juga: Cara Menanam Arugula di Polybag untuk Salad Segar
Baca juga: Cara Menanam Cabai dari Biji hingga Panen
Baca juga: Cara Menanam Cabai agar Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat
Baca juga: Cara Tanam Cabai di Polybag untuk Bumbu Dapur Segar
4. Cara Panen Buncis di Dataran Rendah
Momen paling ditunggu dalam cara menanam buncis di dataran rendah tentu saja adalah panen, yang biasanya tiba lebih cepat pada buncis tipe tegak. Panen yang dilakukan pada waktu dan cara yang tepat akan menjaga kualitas polong sekaligus mendorong tanaman terus berproduksi.
Panen pada Umur yang Tepat: Buncis tegak umumnya mulai berbunga sekitar umur 25 sampai 40 hari dan siap dipanen pada umur 45 sampai 60 hari setelah tanam, tergantung varietas. Perhatikan kondisi polong sebagai penanda utama kesiapan panen.
Petik Saat Polong Masih Muda: Panen polong ketika masih muda, renyah, dan bijinya belum menonjol di permukaan. Polong yang terlambat dipetik akan berserat, bergelombang, dan kualitasnya cepat menurun.
Panen Saat Cuaca Cerah: Lakukan pemanenan pada pagi menjelang siang saat matahari bersinar dan tanaman tidak basah. Memanen saat daun basah dapat mempermudah penyebaran penyakit ke tanaman lain.
Petik dengan Hati-Hati: Petik dengan mematahkan tangkai polong menggunakan tangan atau gunting tajam agar cabang dan bunga yang masih produktif tidak rusak. Sisakan sedikit tangkai pada polong bila diperlukan untuk pemasaran.
Sortir dan Simpan dengan Benar: Cuci bersih, tiriskan, lalu pisahkan polong berkualitas dari yang rusak. Simpan di tempat sejuk agar polong tetap segar beberapa hari sebelum dikonsumsi atau dijual.
Panen buncis bukan kegiatan sekali jalan, melainkan berkelanjutan setiap dua hingga tiga hari sekali selama tanaman masih produktif. Bob Westerfield, ahli hortikultura sayuran, dikutip dari University of Georgia menyatakan, "Jika ingin memastikan tanaman kebun terus berproduksi, Anda harus memanen hasil panen secara teratur." Ia menambahkan, "Jika Anda berhenti memetik, tanaman akan berhenti berproduksi."
5. Tips Sukses dan Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Budidaya Buncis
Selain menguasai langkah teknis, memahami kesalahan yang sering terjadi akan membuat budidaya buncis di dataran rendah jauh lebih lancar. Beberapa hal berikut kerap luput dari perhatian pekebun pemula padahal dampaknya besar terhadap hasil akhir.
Menanam Menjelang Puncak Kemarau Terik: Suhu udara yang terlampau tinggi membuat bunga rontok sebelum menjadi polong sehingga hasil menurun drastis. Aturlah jadwal tanam agar masa berbunga tidak jatuh pada hari-hari paling panas.
Menyiram Berlebihan hingga Tergenang: Buncis sangat peka terhadap genangan yang memicu pembusukan akar. Jaga media tetap lembap, bukan becek, dan pastikan drainase bedengan benar-benar berfungsi.
Terlalu Banyak Pupuk Nitrogen: Kelebihan nitrogen membuat tanaman subur daun tetapi miskin bunga dan buah. Utamakan bahan organik dan pupuk berimbang, lalu tingkatkan fosfor serta kalium saat memasuki fase berbunga.
Mengabaikan Rotasi Tanam: Menanam buncis di petak yang sama secara terus-menerus meningkatkan risiko penyakit tular tanah. Sebaiknya jangan menanam buncis di lokasi bekas buncis pada musim sebelumnya.
Membasahi Daun Saat Menyiram: Daun yang sering basah lebih rentan terserang jamur dan penyakit bakteri. Arahkan air ke pangkal tanaman dan siram di pagi hari agar tanaman cepat kering.
Terlambat Memanen: Polong yang dibiarkan tua akan alot dan memberi sinyal kepada tanaman untuk berhenti berbuah. Panen rutin justru memancing pembentukan polong baru.
Lupa Memberi Mulsa: Tanpa mulsa, media cepat kering dan gulma mudah tumbuh di iklim hangat. Lapisan jerami atau bahan organik lain membantu menstabilkan kelembapan dan suhu tanah.
Setelah terbiasa, Anda bahkan bisa membiarkan sebagian polong tua mengering di pohon untuk dijadikan benih musim berikutnya. Marlin Bates, spesialis hortikultura penyuluhan, dikutip dari University of Missouri Extension menyatakan, "Bagi pekebun yang ingin mencoba sesuatu yang baru, pertimbangkan untuk menanam beberapa baris kacang kering."
Hasil panen buncis segar bisa langsung diolah menjadi aneka masakan berbahan buncis yang praktis untuk keluarga. Jika ingin variasi, Anda dapat mengikuti cara memasak buncis agar tetap renyah dan hijau, mencampurnya dalam tumis buncis bersama sayuran lain, menambahkannya ke dalam sop bening yang menyegarkan, memadukannya dengan tempe untuk menu diet, hingga menjadikannya bagian dari rekomendasi masakan rumahan sehari-hari.
Bagi yang berlahan sempit, teknik yang sama tetap bisa diterapkan dengan cara menanam buncis di pot atau polybag di pekarangan maupun teras rumah.
6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Buncis di Dataran Rendah
Apakah buncis bisa ditanam di dataran rendah?
Bisa. Buncis tipe tegak atau semak cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 400 sampai 900 mdpl karena lebih toleran terhadap suhu hangat, sedangkan tipe merambat lebih cocok di dataran tinggi. Dengan pemilihan varietas dan perawatan yang tepat, buncis tetap dapat berproduksi baik di lahan bersuhu hangat.
Berapa lama buncis di dataran rendah bisa dipanen?
Buncis tipe tegak umumnya mulai berbunga pada umur sekitar 25 sampai 40 hari dan siap dipanen pada umur 45 sampai 60 hari setelah tanam, tergantung varietas. Setelah panen pertama, pemetikan dapat dilakukan berulang setiap dua hingga tiga hari sekali selama tanaman masih produktif.
Mengapa bunga buncis mudah rontok saat ditanam di dataran rendah?
Penyebab paling umum adalah suhu udara yang terlalu tinggi, karena panas berlebih dapat membuat bunga gugur sebelum menjadi polong dan mengurangi hasil. Solusinya adalah mengatur waktu tanam agar masa berbunga tidak jatuh di puncak kemarau, menjaga penyiraman tetap stabil, serta memberi naungan ringan saat cuaca sangat terik.
Menanam buncis di dataran rendah bukanlah hal yang sulit selama Anda memahami karakter tanaman ini yang menyukai sinar matahari penuh, tanah gembur, dan air cukup tanpa genangan. Dengan memilih varietas tegak yang tahan panas, mengatur waktu tanam agar tidak berbunga di puncak kemarau terik, serta memanen secara rutin, pekarangan sempit sekalipun bisa menjadi sumber sayuran segar untuk keluarga.
Daftar Referensi
- Gardener's Path. How to Plant and Grow Bush Beans. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://gardenerspath.com/plants/vegetables/grow-bush-beans/
- University of Georgia. For a Bountiful Harvest, Pick Often. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://newswire.caes.uga.edu/story/2622/harvest-often.html
- University of Maryland Extension. Growing Beans in a Home Garden. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://extension.umd.edu/resource/growing-beans-home-garden
- Mississippi State University Extension. Beans. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://extension.msstate.edu/lawn-and-garden/vegetable-gardens/beans
- University of Missouri Extension. Thinking Beyond the Green Bean. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://extension.missouri.edu/news/thinking-beyond-the-green-bean
(kpl/cel)
Advertisement
D Academy 8
-
Prestasi Selebritis Valen DA7 dan Mila DA7 Raih Dua Nominasi AMI Awards 2026
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ungkap Pernah Dibully Usai Pingsan di Panggung