Cara Menanam Kunyit dan Lengkuas di Rumah, Panduan Lengkap dari Rimpang hingga Panen

Cara Menanam Kunyit dan Lengkuas di Rumah, Panduan Lengkap dari Rimpang hingga Panen
cara menanam kunyit dan lengkuas (h)

Kapanlagi.com - Cara menanam kunyit dan lengkuas paling praktis dimulai dari potongan rimpang tua yang sudah bertunas. Rimpang cukup disemai hingga tunasnya muncul, lalu ditanam pada media gembur di pot, polybag, atau langsung di pekarangan.

Kunci keberhasilannya terletak pada drainase yang baik dan penyiraman secukupnya supaya rimpang tidak membusuk. Dengan perawatan sederhana, kunyit umumnya bisa dipanen sekitar 8-10 bulan, sedangkan lengkuas pada usia 10-12 bulan.

Kunyit (Curcuma longa) dan lengkuas (Alpinia galanga) sama-sama tergolong keluarga jahe-jahean atau Zingiberaceae yang tumbuh dari rimpang tebal di bawah tanah. Turmeric (Curcuma longa) adalah tanaman herba tahunan rimpang yang termasuk famili Zingiberaceae, keluarga yang sama dengan jahe. Keduanya menyukai iklim tropis yang hangat dan lembap, sehingga cara menanam kunyit dan lengkuas bisa dikerjakan berdampingan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bagi yang ingin memperluas koleksi rimpang, langkahnya mirip dengan budidaya jahe yang juga ramah untuk pemula.

1. Cara Menanam Kunyit dari Rimpang

Menanam kunyit di rumah bisa dimulai dari rimpang sisa dapur yang sudah tua dan bertunas. Pada tahap awal cara menanam kunyit dan lengkuas, pemilihan bibit yang sehat sangat menentukan hasil panen karena tunas yang kuat lahir dari rimpang berkualitas.

  1. Pilih Rimpang Tua dan Sehat: Gunakan rimpang kunyit berumur sekitar 8-10 bulan yang kulitnya mulus, keras, tidak busuk, dan sudah memiliki dua sampai tiga mata tunas. Pilih potongan yang paling segar dan keras untuk ditanam, karena rimpang tua yang sudah lembek cenderung membusuk di tanah alih-alih bertunas.

  2. Semai hingga Bertunas: Letakkan rimpang di tempat lembap dan teduh tanpa sinar matahari langsung sampai muncul tunas sepanjang 0,5-1 cm. Untuk mempercepat pertunasan, rimpang bisa diletakkan di atas alas penghangat bersuhu sekitar 30 derajat Celsius.

  3. Angin-anginkan Bekas Potongan: Potong rimpang menjadi ruas berisi minimal dua mata tunas, lalu diamkan 12-24 jam. Biarkan rimpang mengering selama beberapa hari untuk menekan risiko pembusukan.

  4. Siapkan Media Tanam Gembur: Campur tanah gembur, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1, lalu gunakan pot berdiameter minimal 20 cm dengan lubang drainase. Kunyit tumbuh paling baik pada tanah yang gembur, berdrainase baik, bebas gumpalan besar, dan cukup kaya bahan organik dengan pH sedikit asam di kisaran 5,5-7.

  5. Tanam dengan Tunas Menghadap Atas: Buat lubang sedalam 5-8 cm, letakkan rimpang dengan mata tunas mengarah ke atas, lalu tutup tipis dengan tanah. Isi satu lubang dengan satu bibit agar rimpang leluasa berkembang.

  6. Siram Secukupnya: Basahi media hingga lembap, bukan becek, dan lanjutkan penyiraman 2-3 hari sekali menyesuaikan cuaca. Untuk mencegah pembusukan akar, jaga drainase tetap baik, siram dengan hati-hati agar tidak berlebihan, dan pastikan rimpang tidak terpapar kelembapan yang berlebih.

Bibit dari rimpang organik cenderung lebih mudah bertunas karena tidak diberi zat penghambat tumbuh seperti yang sering disemprotkan pada rimpang komersial. Anna Hackman, petani herbal sekaligus pemilik The Naked Botanical, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Cara terbaik adalah memilih kunyit organik, karena kunyit tidak disemprot dengan bahan penghambat pertumbuhan." Karena kaya kurkumin, rimpang hasil panen sendiri juga bisa langsung diolah, misalnya untuk jamu kunyit asam khas rumahan.

Baca juga: Manfaat Kunyit untuk Kesehatan dan Pengobatan

2. Cara Menanam Lengkuas dari Rimpang

Lengkuas ditanam dengan prinsip serupa, yakni dari rimpang bertunas yang ditanam pada tanah subur. Meski cara menanam kunyit dan lengkuas hampir sama, lengkuas cenderung tumbuh lebih tinggi dan rimbun sehingga membutuhkan ruang serta wadah yang lebih lega.

  1. Pilih Rimpang Bertunas: Gunakan rimpang lengkuas yang keras, bebas bagian lembek, dan sudah memiliki dua hingga tiga mata tunas. Ambil potongan rimpang segar sepanjang minimal 5 cm dengan dua tunas atau lebih.

  2. Rendam lalu Semai: Rendam rimpang di air hangat lebih dulu untuk memicu pertumbuhan sebelum dipindahkan ke media tanam. Merendam rimpang di air hangat selama 12 jam sebelum tanam membantu merangsang pertumbuhan.

  3. Pilih Lokasi Terbuka dan Wadah Besar: Lengkuas menyukai lokasi bercahaya dengan tanah gembur berdrainase baik, dan untuk penanaman dalam wadah gunakan pot atau polybag berukuran besar. Perlu diingat bahwa lengkuas bisa tumbuh cukup tinggi, mencapai hingga sekitar dua meter untuk varietas yang lebih besar.

  4. Tanam dan Beri Jarak: Benamkan rimpang sekitar 5-10 cm dengan tunas menghadap atas, lalu padatkan tanah di sekitarnya secara perlahan. Tanam potongan sedalam sekitar 5 cm dengan mata tunas mengarah ke atas pada media yang subur dan lembap, dengan jarak antarrimpang sekitar 45 cm.

  5. Siram Teratur tanpa Becek: Sirami secara rutin agar tanah tetap lembap, tetapi hindari genangan air. Hindari kondisi becek atau tergenang air, meski lengkuas tetap membutuhkan tanah yang lembap dan berdrainase baik.

  6. Bersihkan Gulma dan Pupuk Berkala: Cabut gulma di sekitar rumpun dan berikan pupuk organik secara berkala untuk mendukung pertumbuhan rimpang. Gunakan media gembur yang kaya bahan organik matang serta pupuk kandang matang, karena lengkuas juga merespons baik pemberian pupuk yang lembut.

Sebagai bagian dari kelompok rimpang berkhasiat, lengkuas tergolong tanaman berperawatan mudah yang cocok ditanam berdampingan dengan jahe dan kunyit. Jahe dan kunyit yang merupakan kerabat dekat lengkuas berbagi kebutuhan tumbuh serupa, yaitu kondisi hangat dan lembap dengan tanah kaya nutrisi berdrainase baik, sehingga menanamnya bersama menciptakan kebun rempah yang produktif. Lengkuas juga menjadi salah satu tanaman obat keluarga (TOGA) yang cocok mengisi pekarangan produktif keluarga.

Baca juga: Cara Berkebun di Pekarangan Rumah untuk Pemula

3. Cara Merawat dan Memanen Kunyit serta Lengkuas

Setelah bibit tumbuh, perawatan menjadi penentu besar-kecilnya rimpang yang dihasilkan. Bagian ini merangkum cara menanam kunyit dan lengkuas pada fase perawatan hingga panen agar hasilnya benar-benar maksimal.

  1. Atur Pencahayaan: Tempatkan tanaman di lokasi bercahaya cukup, tetapi beri naungan pada siang yang terik agar daun tidak gosong. Kunyit justru lebih toleran terhadap naungan dibanding kebanyakan sayuran dan bisa ditanam di bawah tanaman yang lebih tinggi untuk menghemat ruang.

  2. Jaga Kelembapan: Siram 2-3 hari sekali pada pagi atau sore hari, dan kurangi frekuensinya saat musim hujan. Busuk akar disebabkan tanah yang terlalu basah, jadi jaga tanaman di media atau wadah berdrainase baik dan jangan berlebihan menyiram.

  3. Pemupukan Susulan: Berikan kompos atau pupuk kandang setiap bulan untuk menjaga kesuburan media. Bagi yang menanam di wadah, tambahkan segenggam kompos di sekitar tanaman setiap bulan agar nutrisinya tetap terpenuhi.

  4. Penyiangan dan Pembumbunan: Bersihkan gulma secara rutin, lalu timbun kembali tanah di sekitar pangkal batang agar rimpang tetap tertutup. Sekitar 4-6 minggu setelah tanam, lakukan fase pembumbunan dengan menambahkan sekitar 5 cm kompos atau tanah di sekitar pangkal batang.

  5. Kurangi Air Menjelang Panen: Beberapa minggu sebelum panen, kurangi penyiraman agar rimpang memadat. Hentikan penyiraman sepenuhnya sekitar tiga minggu sebelum panen.

  6. Panen di Waktu Tepat: Kunyit siap dipanen saat daun menguning dan mengering, sedangkan lengkuas dipanen ketika rumpun sudah cukup tua. Saat memanen, hindari menarik batang, dan gunakan tangan atau sekop kecil untuk menggemburkan tanah di sekeliling rumpun agar rimpang tidak tertusuk atau rusak.

Kunyit dan lengkuas tetap tumbuh baik pada kondisi naungan parsial, meski rimpangnya cenderung lebih besar bila mendapat cahaya penuh. Di daerah yang sangat panas, naungan siang justru menyelamatkan daun. David The Good, pakar berkebun sekaligus penulis, dikutip dari Mother Earth Gardener, menyatakan, "Di kebun saya di Florida Utara, tanaman ini gosong parah jika tidak saya tanam di tempat teduh, jadi ingatlah hal itu jika daerah Anda memiliki musim panas yang terik." Dilansir dari Almanac, seperti jahe, kunyit membutuhkan musim tanam yang panjang dan akarnya siap dipanen 8 hingga 10 bulan setelah tanam.

Bagi pemilik lahan sempit, kunyit dan lengkuas bisa disandingkan dengan tanaman lain seperti menanam cabai di polybag atau menanam bayam di polybag. Rimpang hasil panen pun bisa langsung dimanfaatkan untuk racikan jamu kunyit jahe serai.

Baca juga: Cara Menanam Sawi Hijau di Polybag untuk Pemula

4. Tips agar Rimpang Kunyit dan Lengkuas Tumbuh Besar

Selain mengikuti langkah dasar, ada beberapa kebiasaan kecil yang membuat cara menanam kunyit dan lengkuas berbuah manis dengan rimpang yang besar serta padat. Berikut sejumlah tips yang bisa langsung diterapkan di rumah.

  • Gunakan bibit bermutu: Pilih rimpang tua yang gemuk, mulus, serta bebas cacat dan busuk agar tunasnya kuat dan seragam.

  • Perhatikan keasaman tanah: Kunyit tumbuh paling baik pada tanah gembur yang kaya bahan organik dengan pH antara 5,5 dan 6,5.

  • Pilih wadah lebar, bukan tinggi: Rimpang menyebar mendatar sehingga wadah melebar lebih menguntungkan. Karena rimpang kunyit tumbuh mendatar dekat permukaan tanah, wadah yang lebar lebih baik daripada yang tinggi. Julia Omelchenko, pakar botani di Plantum, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Pilihan yang sempurna adalah pot selebar sekitar 30 cm dengan kedalaman 25 hingga 30 cm."

  • Beri mulsa: Gunakan mulsa dari bahan organik matang yang cukup tebal, sekitar 7 cm, untuk menjaga kelembapan dan menstabilkan suhu tanah.

  • Batasi pupuk nitrogen: Pupuk terlalu tinggi nitrogen membuat energi terfokus ke daun, bukan ke rimpang. David The Good, dikutip dari Mother Earth Gardener, menyatakan, "Jahe dan kunyit akan terbakar jika Anda memberi terlalu banyak pupuk, dan akan menumbuhkan lebih banyak daun alih-alih rimpang yang berisi jika mendapat terlalu banyak nitrogen."

  • Manfaatkan tumpang sari: Tanam berdampingan dengan jahe dan tempatkan lengkuas yang lebih tinggi di bagian belakang agar tidak menaungi kunyit yang lebih pendek.

  • Perhatikan waktu tanam: Julia Omelchenko, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Jika rumah Anda hangat sepanjang tahun dan Anda bisa memberikan cahaya terang yang menyebar, Anda bisa mulai menanamnya kapan saja."

  • Waspadai varietas hias: Untuk konsumsi, tanam kunyit jenis kuliner. Hanya rimpang Curcuma longa yang layak dikonsumsi, dan sebaiknya hindari varietas hias seperti Curcuma zedoaria yang dapat memicu gangguan lambung.

  • Simpan rimpang dengan benar: Setelah panen, keringkan kulit rimpang agar awet. Curing membuat kulit cokelat yang keras terbentuk pada rimpang, caranya panen lalu bersihkan, dan angin-anginkan sehari dalam satu lapisan di tempat sejuk kering sampai kulit cokelat terbentuk.

Untuk penyimpanan jangka panjang, ada beberapa opsi mengolah rimpang. Berdasarkan panduan Gardening Know How, rimpang tanpa kupas bisa disimpan dalam kantong plastik di kulkas selama beberapa minggu, atau dibekukan maupun dikeringkan untuk penyimpanan yang lebih lama. Jika ingin membuat bubuk kunyit, prosesnya diawali dengan perebusan. Mengutip FAO, rimpang kunyit di-curing dengan cara direbus hingga lunak untuk menyeragamkan pengeringan dan menghilangkan bau tanah yang segar, sekaligus meratakan warna ke seluruh rimpang. Dengan modal satu rimpang saja, hasilnya bisa sangat sepadan karena satu rimpang kunyit organik seharga satu atau dua dolar dapat berlipat menjadi 500 sampai 1.000 gram rimpang segar dalam satu musim tanam.

Aktivitas ini sejalan dengan gagasan apotek hidup di rumah, sebagaimana banyak dibahas dalam ulasan 7 tanaman herbal untuk di rumah dan panduan hobi tanam herbal hemat biaya. Rimpang kunyit yang kaya kurkumin juga sering masuk daftar asupan sehat harian keluarga.

Baca juga: Mulai Tanam Herbal di Rumah agar Lebih Hemat

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kunyit dan Lengkuas

Berapa lama waktu panen kunyit dan lengkuas?

Kunyit umumnya siap dipanen 8 hingga 10 bulan setelah tanam ketika daunnya mulai menguning, sedangkan lengkuas biasanya baru dipanen pada usia 10-12 bulan. Membiarkannya tumbuh lebih lama akan membuat rimpang lebih besar dan padat.

Apakah kunyit dan lengkuas bisa ditanam bersama dalam satu lahan?

Bisa, karena keduanya masih satu keluarga dan menyukai kondisi tumbuh yang mirip. Tempatkan lengkuas yang lebih tinggi di sisi belakang agar tidak menaungi kunyit, lalu beri jarak yang cukup supaya tidak saling berebut nutrisi dan cahaya.

Apakah kunyit dan lengkuas harus terkena sinar matahari penuh?

Keduanya memang menyukai sinar matahari, tetapi tetap toleran terhadap naungan parsial. Di daerah yang panas, sedikit naungan pada siang hari justru dianjurkan agar daun tidak gosong, meski rimpang cenderung lebih besar bila cahaya yang diterima cukup.

Dengan bibit yang baik, media gembur, dan penyiraman yang terkontrol, siapa pun bisa memanen kunyit dan lengkuas segar langsung dari pekarangan. Mulailah dari satu atau dua pot lebih dulu, lalu tambah jumlahnya begitu terbiasa dengan ritme perawatannya, dan hasil panennya bisa langsung diolah menjadi bumbu dapur maupun jamu dari bumbu dapur yang menyehatkan.

Daftar Referensi

  1. Homes and Gardens. How to Grow Turmeric Indoors - From Planting to Harvesting. Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/how-to-grow-turmeric-indoors
  2. Almanac. How to Grow Turmeric: Planting, Care, and Harvest Tips. Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.almanac.com/plant/turmeric-root
  3. Mother Earth Gardener. Grow Turmeric and Ginger in Any Climate. Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.motherearthgardener.com/plant-profiles/growing-ginger-and-turmeric-zm0z17szfis/
  4. Gardening Know How. How And When To Harvest Turmeric. Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.gardeningknowhow.com/edible/herbs/turmeric/how-to-harvest-turmeric.htm
  5. FAO. Turmeric Post-harvest Operations - Post-harvest Compendium. Diakses pada 1 September 2026, dari https://www.fao.org/fileadmin/user_upload/inpho/docs/Post_Harvest_Compendium_-_Turmeric.pdf

(kpl/cel)

Rekomendasi

Trending