Cara Menanam Kunyit dan Lengkuas di Rumah dari Rimpang hingga Panen

Cara Menanam Kunyit dan Lengkuas di Rumah dari Rimpang hingga Panen
cara menanam kunyit dan lengkuas (h)

Kapanlagi.com - Kunyit dan lengkuas termasuk tanaman obat keluarga (TOGA) yang paling sering dibutuhkan untuk memasak sekaligus meracik jamu. Cara menanam kunyit dan lengkuas sebenarnya sederhana karena keduanya cukup diperbanyak dari potongan rimpang yang sudah bertunas.

Kedua tanaman ini tumbuh subur di iklim tropis, entah di pekarangan, pot, maupun polybag. Kunci cara menanam kunyit dan lengkuas terletak pada media gembur, drainase yang baik, dan penyiraman yang tidak berlebihan.

Kunyit (Curcuma longa) dan lengkuas (Alpinia galanga) sama-sama tergolong keluarga jahe-jahean atau Zingiberaceae yang tumbuh dari rimpang tebal di bawah tanah. Karena berkerabat dekat dan sekilas mirip, tidak ada salahnya mengenali perbedaan ciri fisik keduanya lebih dulu, apalagi kunyit yang kaya kurkumin juga menyimpan beragam manfaat kesehatan.

1. Cara Menanam Kunyit di Rumah

Menanam kunyit di rumah bisa dimulai dari rimpang sisa dapur yang sudah tua dan bertunas, mirip dengan budidaya jahe di pot maupun polybag. Pada tahap awal cara menanam kunyit dan lengkuas, pemilihan bibit yang sehat sangat menentukan hasil panen nantinya.

  1. Pilih Rimpang Tua dan Sehat: Gunakan rimpang kunyit berumur sekitar 8-10 bulan yang kulitnya mulus, keras, tidak busuk, serta sudah memiliki 2-3 mata tunas. Rimpang yang makin tua umumnya menghasilkan tunas yang lebih cepat dan kuat.

  2. Semai hingga Bertunas: Letakkan rimpang di tempat lembap dan teduh tanpa sinar matahari langsung sampai muncul tunas sepanjang 0,5-1 cm. Potong rimpang menjadi ruas dengan minimal dua mata tunas, mengikuti prinsip pada langkah menanam rimpang jahe, kunyit, dan temulawak.

  3. Angin-anginkan Bekas Potongan: Diamkan potongan rimpang selama 12-24 jam agar lukanya mengering dan membentuk lapisan pelindung atau kalus. Cara ini menekan risiko pembusukan dan serangan jamur saat rimpang mulai ditanam.

  4. Siapkan Media Tanam Gembur: Campur tanah gembur, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1, seperti racikan media tanam untuk pot pada umumnya. Gunakan pot berdiameter minimal 20 cm dan beri pecahan genteng di dasarnya agar air tidak menggenang.

  5. Tanam dengan Mata Tunas Menghadap Atas: Buat lubang sedalam 5-8 cm, letakkan rimpang dengan tunas mengarah ke atas, lalu tutup tipis dengan tanah. Isi satu lubang dengan satu bibit agar rimpang punya ruang berkembang.

  6. Siram Secukupnya: Basahi media hingga lembap, bukan becek, dan lanjutkan penyiraman 2-3 hari sekali menyesuaikan cuaca. Pola penyiraman rutin tanpa membuat media tergenang ini penting agar rimpang tidak cepat membusuk.

Bibit dari rimpang organik cenderung lebih mudah bertunas karena tidak diberi zat penghambat tumbuh. Anna Hackman, petani herbal sekaligus pemilik The Naked Botanical, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Cara terbaik adalah memilih kunyit organik, karena kunyit itu tidak disemprot bahan penghambat pertumbuhan."

2. Cara Menanam Lengkuas dari Rimpang

Lengkuas ditanam dengan prinsip serupa, yakni dari rimpang bertunas yang ditanam pada tanah subur. Meski cara menanam kunyit dan lengkuas hampir sama, lengkuas cenderung tumbuh lebih tinggi dan rimbun sehingga membutuhkan ruang yang lebih lega.

  1. Pilih Rimpang Bertunas: Gunakan rimpang lengkuas yang telah memiliki dua hingga tiga mata tunas, keras, dan bebas dari bagian yang lembek. Rimpang yang lebih besar biasanya menghasilkan rumpun yang lebih produktif.

  2. Semai Lebih Dulu: Letakkan rimpang di tempat lembap hingga tunasnya tumbuh sebelum dipindah ke media tanam, dan tanam bagian ujung rimpangnya. Cara ini membuat pertumbuhan awal lebih seragam dan cepat.

  3. Pilih Lokasi Terbuka dan Tanah Gembur: Lengkuas menyukai lokasi dengan sinar matahari cukup dan tanah gembur berdrainase baik. Untuk media dalam wadah, gunakan pot atau polybag berukuran besar karena rumpunnya bisa membesar.

  4. Tanam dan Padatkan Ringan: Benamkan rimpang sekitar 8-10 cm dengan tunas menghadap atas, lalu padatkan tanah di sekitarnya secara perlahan. Beri jarak antarrimpang 20-30 cm agar tidak berebut nutrisi dan cahaya.

  5. Siram Teratur tanpa Becek: Sirami secara rutin agar tanah tetap lembap, tetapi jangan sampai tergenang. Lengkuas termasuk umbi rimpang bertekstur keras yang tidak menuntut penyiraman terlalu sering.

  6. Bersihkan Gulma dan Pupuk Berkala: Cabut gulma di sekitar rumpun dan berikan pupuk organik secara berkala untuk mendukung pertumbuhan rimpang. Hindari pupuk kimia berlebih agar hasilnya tetap sehat dan aman dikonsumsi.

Sebagai bagian dari kelompok rimpang berkhasiat, lengkuas dikenal sebagai tanaman herbal yang bermanfaat untuk meredakan gangguan perut, batuk, hingga demam. Dilansir dari Gardening Know How, rimpang lengkuas termasuk tanaman berperawatan mudah dan umumnya baru siap dipanen pada usia 10-12 bulan setelah tanam.

3. Cara Merawat dan Memanen Kunyit serta Lengkuas

Setelah bibit tumbuh, perawatan menjadi penentu besar-kecilnya rimpang yang dihasilkan. Bagian ini merangkum cara menanam kunyit dan lengkuas pada fase perawatan hingga panen agar hasilnya benar-benar maksimal.

  1. Atur Pencahayaan: Tempatkan tanaman di lokasi yang mendapat sinar matahari cukup, namun beri naungan pada siang yang terik supaya daun tidak gosong. Keduanya tetap mampu tumbuh baik di kondisi naungan parsial.

  2. Jaga Kelembapan: Siram 2-3 hari sekali pada pagi atau sore hari, dan kurangi frekuensinya saat musim hujan. Media yang terlalu basah memicu rimpang cepat membusuk.

  3. Pemupukan Susulan: Berikan kompos atau pupuk kandang setiap bulan untuk menjaga kesuburan media. Hindari pupuk yang terlalu tinggi nitrogen karena membuat daun rimbun tetapi rimpang justru mengecil.

  4. Penyiangan dan Pembumbunan: Bersihkan gulma secara rutin, lalu timbun kembali tanah di sekitar pangkal batang agar rimpang tetap tertutup. Teknik menggemburkan struktur tanah di awal juga membantu rimpang tumbuh lebih besar.

  5. Panen di Waktu Tepat: Kunyit siap dipanen saat daun menguning dan mengering, sedangkan lengkuas dipanen ketika rumpun sudah cukup tua. Gunakan garpu tanah agar rimpang tidak rusak saat dibongkar.

Mengacu pada riset N.C. Cooperative Extension, kunyit dan jahe sebenarnya mampu tumbuh di naungan parsial dengan hanya 2-5 jam sinar matahari per hari, meski rimpangnya tumbuh lebih besar bila mendapat cahaya penuh. Berdasarkan panduan Almanac, akar kunyit umumnya siap dipanen 8-10 bulan setelah tanam ketika daunnya mulai layu, dan Anda bisa menggali seluruh rumpun atau memotong sebagian rimpang saja lalu menyimpan sisa rimpang dengan benar supaya kesegarannya terjaga. David The Good, pakar berkebun sekaligus penulis, dikutip dari Mother Earth Gardener, menyatakan, "Di kebun saya di Florida Utara, tanaman ini gosong parah jika tidak saya tanam di tempat teduh, jadi ingatlah hal itu jika daerah Anda memiliki musim panas yang terik."

4. Tips agar Rimpang Kunyit dan Lengkuas Tumbuh Besar

Selain mengikuti langkah dasar, ada beberapa kebiasaan kecil yang membuat cara menanam kunyit dan lengkuas berbuah manis dengan rimpang yang besar dan padat. Berikut sejumlah tips yang bisa langsung diterapkan di rumah.

Waktu tanam yang tepat membantu tanaman memanfaatkan musim hangat selama mungkin. Julia Omelchenko, pakar botani di Plantum, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Jika rumah Anda hangat sepanjang tahun dan Anda bisa memberikan cahaya terang yang menyebar, Anda bisa mulai menanamnya kapan saja."

  • Gunakan bibit bermutu: Pilih rimpang tua yang gemuk, mulus, serta bebas cacat dan busuk agar tunasnya kuat.

  • Perhatikan keasaman tanah: Kunyit menyukai tanah yang sedikit asam di kisaran pH 5,5-6,5, sehingga menjaga pH tanah ideal membantu penyerapan hara.

  • Beri mulsa jerami: Lapisan mulsa menjaga kelembapan sekaligus menstabilkan suhu tanah di sekitar rimpang.

  • Batasi pupuk nitrogen: Pupuk yang terlalu tinggi nitrogen membuat energi terfokus ke daun, bukan ke pembentukan rimpang.

  • Manfaatkan lahan sempit: Kunyit dan lengkuas bisa ditanam di pot, polybag, atau botol bekas, bahkan disandingkan dengan tanaman lain di pekarangan.

  • Terapkan tumpang sari: Tanam berdampingan dengan jahe dan tempatkan lengkuas yang lebih tinggi di bagian belakang agar tidak menaungi kunyit.

  • Kurangi penyiraman menjelang panen: Sekitar dua minggu sebelum panen, kurangi air agar rimpang memadat dan berukuran penuh.

  • Beri waktu tumbuh lebih lama: Jika tidak terburu-buru, membiarkan kunyit hingga tahun kedua bisa menambah jumlah rimpang secara signifikan, layaknya kesabaran menanti hasil saat menanam tomat di polybag.

Jika ingin menyimpan kunyit dalam jangka panjang, rimpang bisa diolah menjadi bubuk. Secara tradisional, rimpang direbus sekitar 45 menit hingga lunak untuk menyeragamkan warna dan mempersingkat waktu pengeringan, lalu diiris tipis, dijemur, dan digiling halus. Proses ini juga membuat kunyit lebih awet sebagai stok bumbu dapur nusantara.

5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kunyit dan Lengkuas

Berapa lama waktu panen kunyit dan lengkuas?

Kunyit umumnya dipanen sekitar 8-10 bulan setelah tanam ketika daunnya mulai menguning, sedangkan lengkuas biasanya baru dipanen pada usia 10-12 bulan. Membiarkannya tumbuh lebih lama akan membuat rimpang lebih besar dan padat.

Apakah kunyit dan lengkuas bisa ditanam bersama dalam satu lahan?

Bisa, karena keduanya masih satu keluarga dan menyukai kondisi tumbuh yang mirip. Tempatkan lengkuas yang lebih tinggi di sisi belakang agar tidak menaungi kunyit, dan beri jarak yang cukup supaya tidak saling berebut nutrisi.

Apakah kunyit dan lengkuas harus terkena sinar matahari penuh?

Keduanya memang menyukai sinar matahari, tetapi tetap toleran terhadap naungan parsial. Di daerah yang sangat panas, naungan pada siang hari justru mencegah daun gosong, meski rimpang cenderung lebih besar bila cahaya yang diterima cukup.

Dengan bibit yang baik, media gembur, dan penyiraman yang terkontrol, siapa pun bisa memanen kunyit dan lengkuas segar langsung dari pekarangan. Mulailah dari satu atau dua pot lebih dulu, lalu tambah jumlahnya begitu Anda terbiasa dengan ritme perawatannya.

Daftar Referensi

  1. N.C. Cooperative Extension. Ginger and Turmeric: Tropical Superfoods for the Garden. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://caldwell.ces.ncsu.edu/news/ginger-and-turmeric-tropical-superfoods-for-the-garden/
  2. Almanac. How to Grow Turmeric: Planting, Care, and Harvest Tips. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://www.almanac.com/plant/turmeric-root
  3. Gardening Know How. What Is Galangal Used For: How To Grow Galangal In The Garden. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://www.gardeningknowhow.com/edible/herbs/galangal/galangal-plant-care.htm
  4. Homes and Gardens. How to Grow Turmeric Indoors - From Planting to Harvesting. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/how-to-grow-turmeric-indoors
  5. Mother Earth Gardener. Grow Turmeric and Ginger in Any Climate. Diakses pada 14 Agustus 2026, dari https://www.motherearthgardener.com/plant-profiles/growing-ginger-and-turmeric-zm0z17szfis/

(kpl/cel)

Rekomendasi

Trending