Cara Menanam Nanas dari Mahkotanya di Rumah Agar Cepat Berbuah
cara menanam nanas dari mahkotanya (h)
Kapanlagi.com - Cara menanam nanas dari mahkotanya adalah teknik memanfaatkan bagian atas buah yang biasanya dibuang menjadi bibit tanaman baru. Mahkota yang sehat cukup dipisahkan dari buah, dibersihkan, dikeringkan, lalu ditanam pada media yang gembur dan berdrainase baik.
Metode ini murah, mudah, dan bisa dilakukan di dalam pot maupun pekarangan sempit. Dengan perawatan yang konsisten, cara menanam nanas dari mahkotanya mampu menghasilkan buah segar dalam waktu sekitar 18 hingga 24 bulan.
Merujuk Epic Gardening, nanas termasuk keluarga bromelia dengan nama ilmiah Ananas comosus dan dapat diperbanyak melalui tiga bagian, yaitu mahkota, slip, serta tunas (sucker), sementara pembentukan akar dari mahkota umumnya berlangsung sekitar enam hingga delapan minggu. Sebelum memulai, tidak ada salahnya mengenal manfaat nanas bagi kesehatan agar makin termotivasi memanen buah hasil tangan sendiri.
Advertisement
1. Memilih dan Menyiapkan Mahkota Nanas sebagai Bibit
Tahap paling menentukan dalam cara menanam nanas dari mahkotanya adalah memilih buah yang matang lalu menyiapkan mahkotanya hingga siap berakar. Bibit yang berkualitas menentukan lebih dari separuh keberhasilan, sehingga jangan tergesa-gesa pada langkah ini. Prinsip memilih bahan terbaik ini serupa dengan cara memilih nanas yang manis dan matang untuk dikonsumsi.
Saat menyiapkan bibit, sebagian daun bawah perlu dilepas untuk memperlihatkan bakal akar berupa bintil-bintil cokelat kecil. Steve Chilton, pakar taman di LeisureBench, dikutip dari Ideal Home menyatakan, "Buang beberapa helai daun paling bawah agar mahkota nanas menjadi tidak terlalu lebat."
Pilih buah yang matang dan sehat: Utamakan nanas dengan kulit mulai menguning dari pangkal, beraroma manis, serta mahkota berdaun hijau tebal yang tidak mudah tercabut saat ditarik pelan. Hindari daun yang layu, kecokelatan, atau berbercak karena menandakan mahkota kurang sehat.
Lepaskan mahkota dari buah: Pegang buah dengan satu tangan dan daun dengan tangan lain, lalu putar hingga mahkota terlepas bersama pangkalnya. Bila ragu, potong lurus sekitar 2 cm di bawah pangkal daun menggunakan pisau bersih dan tajam.
Bersihkan seluruh sisa daging buah: Kerok dan buang semua daging yang masih menempel pada pangkal mahkota sampai bersih. Langkah ini krusial karena sisa daging mudah membusuk dan dapat mematikan bibit setelah ditanam.
Kupas daun terbawah: Tarik 5 hingga 7 helai daun paling bawah hingga terlihat batang sepanjang sekitar 2,5 cm. Di area inilah akan muncul bintil cokelat calon akar yang menjadi cikal bakal perakaran.
Keringkan mahkota: Letakkan mahkota di tempat teduh berudara segar selama beberapa hari hingga satu minggu agar bekas potongan mengering dan menutup. Pengeringan ini menjadi tameng utama melawan pembusukan ketika mahkota mulai ditanam.
Akarkan dalam air (opsional): Rendam pangkal mahkota sekitar 1 hingga 2 cm dalam wadah berisi air bersih dan letakkan di tempat teduh. Ganti air setiap dua hingga tiga hari, dan akar putih biasanya mulai muncul dalam satu hingga dua minggu.
Periksa kondisi bibit: Sebelum ditanam, pastikan batang mahkota keras, tidak berbau busuk, dan daunnya tetap hijau segar. Bibit yang lembek atau berlendir sebaiknya diganti agar tidak sia-sia dirawat.
Proses pengeringan tidak boleh dilewati karena luka bekas potongan adalah pintu masuk jamur dan bakteri. Nastya Vasylchyshyna, pakar botani di Plantum, dikutip dari Real Simple menyatakan, "Biarkan potongan itu di tempat yang hangat selama satu hingga dua hari agar mengering dan lukanya pulih, yang membantu mencegah pembusukan."
2. Menyiapkan Media Tanam dan Menanam Mahkota Nanas
Setelah bibit siap, langkah berikutnya dalam cara menanam nanas dari mahkotanya adalah menyiapkan media yang tepat lalu menanamkannya dengan benar. Nanas menyukai media gembur, poros, dan sedikit asam, mirip kebutuhan banyak tanaman buah dalam pot lainnya. Media yang mampu mengalirkan air adalah kunci utama pada fase ini.
Perlu dipahami bahwa akar nanas tergolong dangkal dan tidak menyebar luas, sehingga tanaman rentan roboh saat masih muda. Untuk mengatasinya, gunakan pot yang cukup berat seperti tanah liat atau campurkan pasir ke dalam media agar wadah lebih stabil. Kondisi media yang gembur dan seimbang inilah yang juga menjadi fondasi saat menyuburkan tanaman buah dalam pot supaya cepat berbuah.
Racik media tanam: Campurkan tanah subur, pasir atau sekam bakar, dan kompos matang dengan perbandingan seimbang agar media poros namun tetap menyimpan kelembapan. Nanas paling nyaman pada media agak asam dengan pH kisaran 4,5 hingga 5,6.
Pilih pot berdrainase baik: Gunakan pot berdiameter minimal 30 hingga 40 cm dengan kedalaman sekitar 30 cm dan lubang pembuangan air yang memadai. Wadah yang terlalu kecil membuat pertumbuhan terhambat, sedangkan tanpa lubang drainase akar mudah terendam.
Beri lapisan drainase: Sebarkan kerikil, pecahan genteng, atau arang setebal 3 hingga 5 cm di dasar pot sebelum media dimasukkan. Lapisan ini mencegah air menggenang di zona perakaran yang membuat mahkota membusuk.
Tanam mahkota dengan benar: Buat lubang dangkal lalu benamkan pangkal mahkota sedalam 3 hingga 5 cm sampai bagian batang tertutup, tetapi jangan sampai mengubur helai daunnya. Daun yang tertimbun media mudah lembap dan berujung membusuk.
Padatkan dan pasang penyangga: Tekan media di sekeliling pangkal agar mahkota berdiri tegak dan tidak goyang. Bila belum kokoh, ikat longgar dengan tusuk bambu kecil sebagai penyangga sementara.
Siram dan tempatkan bertahap: Siram secukupnya hingga media lembap merata, lalu letakkan pot di tempat teduh terang selama satu hingga dua minggu pertama. Setelah tanaman beradaptasi, pindahkan bertahap ke lokasi bersinar matahari penuh.
Teknik menanam dari bagian tanaman ini sebenarnya mirip dengan sejumlah metode perbanyakan lain, misalnya menanam dari potongan rimpang tua pada kunyit, atau cara menanam mentimun dari biji yang sama-sama menuntut media gembur. Bagi yang ingin variasi buah lain, prinsip serupa juga berlaku saat menanam melon di pekarangan.
3. Merawat Tanaman Nanas Agar Cepat Berbuah
Perawatan yang konsisten adalah penentu akhir dari keberhasilan cara menanam nanas dari mahkotanya. Tanaman yang dirawat baik dapat berbuah lebih cepat, sedangkan yang terabaikan bisa memakan waktu jauh lebih lama atau bahkan gagal. Fokusnya sederhana, yakni air secukupnya, cahaya penuh, dan nutrisi yang terjadwal.
Nanas menyimpan air di daunnya yang tebal sehingga tidak suka media yang terus-menerus basah. Robert Paull, profesor pertanian tropis di University of Hawaii, dikutip dari Martha Stewart menyatakan, "Siram sekitar seminggu sekali, tergantung media tanamnya, seberapa basah kondisinya, dan seberapa lembap Anda menjaganya."
Siram secukupnya: Beri air 2 hingga 3 kali seminggu dan biarkan permukaan media sedikit mengering di antara penyiraman. Hindari menuang air langsung ke pusat roset daun karena dapat memicu pembusukan pada titik tumbuh.
Pastikan sinar matahari penuh: Nanas membutuhkan minimal 6 hingga 8 jam cahaya matahari langsung setiap hari untuk tumbuh optimal. Putar posisi pot secara berkala agar semua sisi tanaman mendapat paparan merata.
Pupuk bertahap sesuai fase: Pada fase daun, berikan pupuk berimbang seperti NPK 16-16-16 atau setara setiap sekitar dua bulan sekali dengan dosis wajar. Pelajari cara menggunakan pupuk NPK 16-16-16, dan utamakan pupuk butiran kering karena pupuk daun berkonsentrasi tinggi berisiko membakar daun nanas.
Tambahkan nutrisi organik: Sesekali beri kompos atau pupuk organik cair dari limbah rumah tangga untuk memperkaya hara sekaligus menjaga struktur media. Cara alami lain untuk menyuburkan tanaman secara alami juga bisa diterapkan agar tanah tetap hidup.
Bersihkan gulma dan pasang mulsa: Cabut gulma di sekitar tanaman agar tidak berebut air dan hara, lalu tutup permukaan media dengan jerami atau sekam. Mulsa menjaga kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan gulma baru.
Kelola daun dan anakan: Pangkas hanya daun yang benar-benar kering atau menguning dengan gunting bersih, dan pertahankan daun sehat karena jumlah daun berkaitan erat dengan pembentukan buah. Buang tunas atau anakan yang muncul agar energi terfokus, mirip cara merangsang tunas baru lewat pemangkasan terarah.
Rangsang pembungaan saat matang: Ketika tanaman sudah kokoh dengan sekitar 40 sampai 50 helai daun, pembungaan bisa dipancing dengan gas etilen, misalnya menaruh potongan buah dalam kantong tertutup atau menyungkup tanaman dengan plastik hitam beberapa hari. Teknik pemaksaan bunga ini membantu mempercepat munculnya tangkai bunga di tengah roset.
Panen pada waktu yang tepat: Buah siap dipetik ketika sekitar sepertiga kulitnya menguning dan mengeluarkan aroma manis. Potong tangkai tepat di bawah pangkal buah, dan ingat bahwa nanas tidak akan bertambah manis setelah dipanen sehingga sebaiknya dibiarkan matang di tanaman.
Daun nanas bergerigi tajam sehingga proses panen perlu kehati-hatian ekstra. Laura Irish-Hanson, edukator hortikultura di University of Minnesota Extension, dikutip dari Martha Stewart menyatakan, "Berhati-hatilah, karena Anda tidak sedang memotong buah di atas talenan. Buah itu berada di udara terbuka. Jadi, selalu potong ke arah menjauh dari tubuh Anda."
4. Kesalahan Umum yang Membuat Nanas dari Mahkota Gagal Tumbuh
Banyak kegagalan dalam menanam nanas dari mahkota bukan karena metodenya sulit, melainkan karena kesalahan kecil yang berulang. Mengenali jebakan-jebakan ini sejak awal akan menghemat waktu sekaligus meningkatkan peluang panen. Pola belajar dari kesalahan ini juga berlaku umum bagi siapa pun yang sedang merawat tanaman untuk pemula.
Mengacu pada University of Florida IFAS Gardening Solutions, setiap tanaman nanas umumnya hanya menghasilkan satu buah, lalu memunculkan anakan yang bisa dipelihara sebagai ratoon untuk panen berikutnya, sehingga kesabaran menjadi bagian dari prosesnya. Steve Chilton, pakar taman di LeisureBench, dikutip dari Ideal Home menyatakan, "Terus pantau dan jaga penyiraman sampai nanas berbunga. Ini bisa memakan waktu beberapa tahun karena nanas termasuk tanaman yang lambat tumbuh."
Menyisakan daging buah pada mahkota: Serpihan daging yang tertinggal cepat membusuk dan menulari batang mahkota. Bersihkan hingga benar-benar tuntas sebelum menanam.
Menanam tanpa dikeringkan: Menanam mahkota yang masih basah membuat luka potong rentan terinfeksi jamur. Selalu keringkan beberapa hari agar bekas potongan menutup lebih dulu.
Menyiram berlebihan: Media yang terus becek adalah penyebab kematian paling sering karena akar membusuk. Biarkan media agak mengering sebelum disiram kembali, prinsip yang sama saat merawat tanaman stroberi agar cepat berbuah yang juga berakar dangkal.
Air menggenang di pusat daun: Menuang air ke tengah roset dapat membawa kotoran dan memicu titik tumbuh membusuk. Arahkan penyiraman ke media, bukan ke pusat tanaman.
Mengubur daun terlalu dalam: Menanam terlalu dalam sampai daun tertimbun membuat pangkal lembap dan mudah rusak. Cukup benamkan batangnya, sisakan daun tetap di atas permukaan.
Kekurangan sinar matahari: Nanas yang ternaungi akan tumbuh lambat dan enggan berbuah. Tempatkan di lokasi paling terang yang tersedia di rumah.
Media terlalu padat: Tanah kebun murni cenderung memadat dan menahan air berlebih. Campur dengan pasir atau sekam agar poros dan beroksigen.
Salah kelola pupuk dan terburu-buru: Memberi pupuk berlebihan justru merusak akar, sedangkan berharap panen instan kerap berujung kecewa. Pahami dulu kesalahan memberi pupuk yang sering dilakukan pemula, dan terapkan dosis secukupnya.
Dengan menghindari kesalahan di atas, satu mahkota nanas yang tadinya limbah dapur bisa berubah menjadi tanaman produktif yang mempercantik rumah. Jika ketagihan berkebun, lanjutkan dengan mencoba agar pohon buah dalam pot cepat berbuah, mengeksplorasi buah yang bisa ditanam dalam ember, atau menanam sayuran cepat panen untuk lahan sempit sambil menunggu nanas berbuah.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Nanas dari Mahkota
Berapa lama nanas dari mahkota bisa berbuah?
Tanaman nanas yang ditanam dari mahkota umumnya membutuhkan waktu sekitar 18 hingga 24 bulan untuk mulai berbuah. Periode ini bisa lebih cepat dengan perawatan intensif dan teknik pemaksaan bunga, tetapi juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya, suhu, serta ketersediaan nutrisi.
Apakah mahkota nanas harus dikeringkan dulu sebelum ditanam?
Ya, mengeringkan mahkota selama beberapa hari sampai satu minggu sangat disarankan agar luka bekas potongan menutup dan tidak mudah membusuk. Perendaman dalam air untuk memancing akar bersifat opsional, sedangkan pengeringan adalah langkah pengaman yang sebaiknya tidak dilewati.
Apakah nanas bisa ditanam di dalam pot?
Bisa, bahkan nanas sangat cocok ditanam di pot karena sistem akarnya dangkal dan tidak menyebar luas. Gunakan pot berdiameter minimal 30 hingga 40 cm dengan lubang drainase, tempatkan di area bersinar matahari penuh, sehingga tanaman tetap produktif meski di lahan terbatas.
Daftar Referensi
- Martha Stewart. How to Plant a Leftover Pineapple Top for an Endless Supply of Delicious Fruit. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.aol.com/plant-leftover-pineapple-top-endless-180100808.html
- University of Florida IFAS Gardening Solutions. Pineapple. Diakses pada 28 September 2026, dari https://gardeningsolutions.ifas.ufl.edu/plants/edibles/fruits/pineapple/
- Epic Gardening. How To Plant and Grow Pineapples: 3 Methods To Try. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.epicgardening.com/how-to-grow-a-pineapple/
- Ideal Home. How to grow a pineapple from its crown. Diakses pada 28 September 2026, dari https://www.idealhome.co.uk/garden/garden-advice/how-to-grow-a-pineapple-from-a-top
(kpl/rsp)
Advertisement
