Cara Menggunakan Mikropipet dengan Benar untuk Hasil Laboratorium yang Akurat
cara menggunakan mikropipet
Kapanlagi.com - Mikropipet merupakan alat laboratorium yang sangat penting untuk memindahkan cairan dalam volume kecil dengan tingkat akurasi tinggi. Alat ini banyak digunakan di laboratorium biologi, kimia, dan kedokteran untuk berbagai keperluan penelitian dan analisis. Cara menggunakan mikropipet yang benar akan menentukan keakuratan hasil pengujian yang dilakukan.
Penggunaan mikropipet memerlukan teknik dan pemahaman yang tepat agar hasil pemindahan cairan akurat dan presisi. Kesalahan dalam penggunaan dapat menyebabkan hasil penelitian yang tidak valid dan pemborosan sampel berharga. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna laboratorium untuk menguasai teknik penggunaan mikropipet dengan baik.
Dalam praktik laboratorium modern, mikropipet telah menggantikan pipet kaca konvensional karena kemampuannya mengukur volume sangat kecil hingga mikroliter dengan presisi tinggi. Memahami cara menggunakan mikropipet dengan benar akan meningkatkan efisiensi kerja dan menjamin hasil yang dapat diandalkan dalam setiap eksperimen.
Advertisement
1. Pengertian dan Fungsi Mikropipet
Mikropipet adalah alat laboratorium yang dirancang khusus untuk mengukur dan memindahkan cairan dalam volume sangat kecil, biasanya dalam satuan mikroliter (µL). Alat ini juga dikenal dengan sebutan pipet otomatis karena dilengkapi dengan mekanisme pengaturan volume yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Mikropipet memiliki akurasi dan presisi yang jauh lebih baik dibandingkan pipet kaca konvensional, terutama untuk volume kurang dari 1 mL.
Fungsi utama mikropipet adalah memindahkan cairan dengan volume kecil secara akurat dari satu wadah ke wadah lainnya. Alat ini sangat penting dalam berbagai aplikasi laboratorium seperti analisis biokimia, penelitian molekuler, diagnostik klinis, dan pengujian farmasi. Dengan mikropipet, peneliti dapat mengambil sampel cairan dengan volume serendah 0,1 mikroliter hingga 1000 mikroliter dengan tingkat kesalahan yang minimal.
Mikropipet terdiri dari dua komponen utama yaitu automatic pipettor yang berfungsi memompa cairan sesuai volume yang diatur, dan pipette tips yang merupakan ujung disposable untuk menampung cairan. Komponen tips ini harus diganti setiap kali mengambil sampel berbeda untuk mencegah kontaminasi silang. Desain ergonomis mikropipet modern memungkinkan penggunaan dalam waktu lama tanpa menyebabkan kelelahan tangan.
Keunggulan mikropipet dibandingkan pipet konvensional terletak pada kemampuannya mengatur volume secara presisi, mengurangi risiko kontaminasi, dan meningkatkan efisiensi kerja laboratorium. Setiap mikropipet dirancang untuk rentang volume tertentu, sehingga pemilihan jenis mikropipet yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil pengukuran yang akurat. Penggunaan mikropipet yang benar akan menghasilkan data penelitian yang valid dan dapat direproduksi.
2. Jenis-Jenis Mikropipet Berdasarkan Volume dan Fungsinya
Mikropipet tersedia dalam berbagai jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan volume dan aplikasi laboratorium. Pemahaman tentang jenis-jenis mikropipet akan membantu pengguna memilih alat yang tepat untuk setiap prosedur.
1. Mikropipet P20 (2-20 µL)
Mikropipet jenis ini digunakan untuk mengambil cairan dengan volume sangat kecil, berkisar antara 2 hingga 20 mikroliter. P20 sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan presisi tinggi seperti PCR, sequencing DNA, dan analisis molekuler lainnya. Tips yang digunakan biasanya berwarna bening atau putih dengan ukuran yang sangat kecil.
2. Mikropipet P200 (20-200 µL)
Jenis ini memiliki rentang volume 20 hingga 200 mikroliter dan merupakan salah satu mikropipet yang paling sering digunakan di laboratorium. P200 menggunakan tips berwarna kuning dan cocok untuk berbagai aplikasi seperti preparasi sampel, pengenceran, dan transfer cairan dalam jumlah sedang.
3. Mikropipet P1000 (100-1000 µL)
Mikropipet P1000 dapat mengambil volume cairan antara 100 hingga 1000 mikroliter atau setara dengan 1 mL. Alat ini menggunakan tips berwarna biru dan sering digunakan untuk pemindahan volume yang lebih besar seperti preparasi media kultur, pengenceran larutan, dan transfer reagen.
4. Single Channel Pipette
Mikropipet single channel memiliki satu saluran untuk memindahkan cairan dan merupakan jenis yang paling umum digunakan. Alat ini ideal untuk pengukuran individu dengan volume spesifik dan memberikan kontrol yang baik terhadap setiap pemindahan cairan.
5. Multi-Channel Pipette
Mikropipet multi-channel memiliki beberapa saluran sekaligus, biasanya 8 atau 12 saluran yang tersusun sejajar. Jenis ini sangat efisien untuk aplikasi dengan throughput tinggi seperti uji ELISA, screening obat, dan analisis microplate yang memerlukan pengambilan sampel secara bersamaan.
6. Adjustable Volume Pipette
Mikropipet dengan volume yang dapat diatur sesuai kebutuhan dalam rentang tertentu. Jenis ini paling fleksibel dan banyak digunakan karena satu alat dapat digunakan untuk berbagai volume dalam rangenya.
7. Fixed Volume Pipette
Mikropipet dengan volume tetap yang tidak dapat diubah. Jenis ini memberikan akurasi maksimal untuk volume spesifik dan cocok untuk prosedur yang memerlukan volume konstan berulang kali.
3. Bagian-Bagian Penting Mikropipet yang Perlu Diketahui
Sebelum mempelajari cara menggunakan mikropipet, penting untuk memahami bagian-bagian utama dari alat ini. Setiap komponen memiliki fungsi spesifik yang mendukung kinerja mikropipet secara keseluruhan.
1. Plunger Button (Tombol Penekan)
Tombol yang terletak di bagian atas mikropipet dan berfungsi untuk mengontrol pengambilan dan pengeluaran cairan. Tombol ini memiliki dua titik pemberhentian: first stop untuk mengambil cairan dan second stop untuk mengeluarkan seluruh cairan hingga tuntas.
2. Volume Adjustment Knob (Pengatur Volume)
Bagian yang dapat diputar untuk mengatur volume cairan yang akan diambil. Pengaturan ini akan menampilkan angka pada digital volume indicator yang menunjukkan volume yang telah diset.
3. Digital Volume Indicator (Penunjuk Volume Digital)
Jendela display yang menampilkan angka volume yang telah diatur. Biasanya terdiri dari tiga atau empat digit angka yang harus dibaca dengan benar sesuai dengan jenis mikropipet yang digunakan.
4. Tip Ejector Button (Tombol Pembuang Tip)
Tombol yang terletak di bagian belakang atau samping mikropipet untuk melepaskan tip setelah digunakan. Tombol ini memungkinkan pelepasan tip tanpa harus menyentuhnya secara langsung, menjaga sterilitas dan keamanan.
5. Shaft (Batang Mikropipet)
Bagian panjang mikropipet tempat tip dipasang. Shaft terbuat dari material yang tahan terhadap bahan kimia dan memiliki ujung berbentuk kerucut untuk pemasangan tip yang presisi.
6. Tip Cone (Ujung Kerucut)
Bagian ujung mikropipet berbentuk kerucut tempat tip disposable dipasang. Desain kerucut ini memastikan tip terpasang dengan kuat dan kedap untuk mencegah kebocoran cairan.
7. Body (Badan Mikropipet)
Bagian utama mikropipet yang menampung mekanisme internal seperti piston, spring, dan seal. Body dirancang ergonomis agar nyaman digenggam dan mengurangi kelelahan saat penggunaan berulang.
4. Langkah-Langkah Cara Menggunakan Mikropipet dengan Benar
Cara menggunakan mikropipet yang benar memerlukan teknik dan prosedur yang sistematis. Berikut adalah langkah-langkah detail untuk mengoperasikan mikropipet dengan akurat.
1. Memilih Mikropipet yang Sesuai
Pilih jenis mikropipet berdasarkan volume cairan yang akan diambil. Pastikan volume yang dibutuhkan berada dalam rentang mikropipet yang dipilih. Misalnya, untuk mengambil 150 µL, gunakan P200 bukan P1000 agar hasil lebih akurat.
2. Mengatur Volume yang Diinginkan
Putar volume adjustment knob hingga digital volume indicator menampilkan angka sesuai volume yang dibutuhkan. Putar searah jarum jam untuk menaikkan volume dan berlawanan arah jarum jam untuk menurunkan. Jangan memutar melebihi batas maksimal atau minimal karena dapat merusak mekanisme internal.
3. Memasang Tip Pipet
Pilih tip yang sesuai dengan jenis mikropipet (tips kuning untuk P200, tips biru untuk P1000). Masukkan ujung mikropipet ke dalam tip dengan gerakan menekan dan memutar ringan. Pastikan tip terpasang dengan kuat tetapi jangan terlalu keras karena dapat merusak ujung mikropipet atau tip.
4. Pre-Wetting (Pra-Pembasahan)
Sebelum mengambil sampel sebenarnya, lakukan pre-wetting dengan mengambil dan membuang cairan sebanyak 2-3 kali. Teknik ini membantu menyeimbangkan suhu dan kelembaban dalam tip sehingga meningkatkan akurasi pengukuran.
5. Mengambil Cairan (Aspirasi)
Tekan plunger button secara perlahan hingga first stop (pemberhentian pertama). Masukkan tip ke dalam cairan sedalam 2-3 mm, jangan terlalu dalam. Lepaskan tekanan pada tombol secara perlahan dan stabil agar cairan tersedot ke dalam tip. Tunggu 1-2 detik sebelum mengangkat tip dari cairan untuk memastikan volume yang diambil akurat.
6. Memindahkan Cairan
Pindahkan mikropipet ke wadah tujuan dengan posisi vertikal. Sentuhkan ujung tip pada dinding wadah dengan sudut sekitar 45 derajat. Tekan plunger button perlahan hingga first stop untuk mengeluarkan cairan, tunggu sebentar, kemudian tekan hingga second stop untuk memastikan seluruh cairan keluar.
7. Melepaskan Tip
Tekan tip ejector button untuk melepaskan tip yang telah digunakan. Buang tip ke wadah sampah khusus. Jangan pernah menggunakan kembali tip yang sudah terpakai untuk sampel berbeda karena dapat menyebabkan kontaminasi silang.
Menurut panduan dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), teknik pipetting yang benar sangat mempengaruhi reprodusibilitas hasil penelitian, terutama dalam aplikasi molekuler yang memerlukan presisi tinggi.
5. Tips dan Teknik untuk Hasil Pipetting yang Optimal
Untuk mendapatkan hasil yang akurat saat menggunakan mikropipet, terdapat beberapa tips dan teknik penting yang perlu diperhatikan. Penerapan teknik yang benar akan meningkatkan presisi dan mengurangi kesalahan dalam pengukuran.
1. Teknik Forward Pipetting
Teknik ini merupakan metode standar untuk cairan berair (aqueous). Tekan tombol hingga first stop, ambil cairan, lalu keluarkan dengan menekan hingga second stop. Teknik ini cocok untuk sebagian besar aplikasi laboratorium rutin dan memberikan akurasi yang baik untuk cairan dengan viskositas normal.
2. Teknik Reverse Pipetting
Untuk cairan dengan viskositas tinggi atau yang mudah berbusa, gunakan teknik reverse pipetting. Tekan tombol hingga second stop saat mengambil cairan, sehingga volume yang tersedot lebih banyak dari yang dibutuhkan. Saat mengeluarkan, tekan hanya hingga first stop, sehingga sisa cairan tetap di dalam tip. Teknik ini mengurangi pembentukan gelembung dan meningkatkan akurasi untuk cairan kental.
3. Posisi dan Sudut Pipetting
Selalu pegang mikropipet dalam posisi vertikal saat mengambil dan mengeluarkan cairan. Sudut kemiringan dapat mempengaruhi volume yang diambil. Saat mengeluarkan cairan, sentuhkan tip pada dinding wadah dengan sudut 30-45 derajat untuk memastikan transfer cairan yang sempurna.
4. Kecepatan Pelepasan Tombol
Lepaskan plunger button secara perlahan dan konsisten saat mengambil cairan. Pelepasan yang terlalu cepat dapat menyebabkan terbentuknya gelembung udara atau percikan yang mengurangi akurasi. Kecepatan pelepasan yang stabil menghasilkan pengukuran yang lebih presisi.
5. Kedalaman Pencelupan Tip
Celupkan tip ke dalam cairan sedalam 2-3 mm untuk mikropipet kecil (P20, P200) dan 3-6 mm untuk mikropipet besar (P1000). Pencelupan yang terlalu dalam dapat menyebabkan cairan menempel pada bagian luar tip, sedangkan terlalu dangkal dapat menyebabkan udara tersedot.
6. Konsistensi Ritme Pipetting
Pertahankan ritme dan timing yang konsisten dalam setiap siklus pipetting. Waktu tunggu yang sama antara aspirasi dan dispensing membantu menjaga konsistensi hasil, terutama untuk cairan dengan viskositas berbeda atau pada suhu yang bervariasi.
7. Penggunaan Tip yang Tepat
Selalu gunakan tip yang kompatibel dengan merek dan model mikropipet Anda. Tip yang tidak sesuai dapat menyebabkan kebocoran atau ketidakakuratan. Untuk aplikasi yang memerlukan sterilitas tinggi, gunakan tip dengan filter untuk mencegah kontaminasi aerosol ke dalam mikropipet.
6. Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
Dalam praktik laboratorium, terdapat beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat menggunakan mikropipet. Memahami kesalahan ini dan cara menghindarinya akan meningkatkan kualitas hasil kerja laboratorium.
1. Menggunakan Mikropipet Tanpa Tip
Kesalahan fatal yang dapat menyebabkan kontaminasi langsung pada mekanisme internal mikropipet. Selalu pastikan tip terpasang dengan benar sebelum menggunakan mikropipet. Jika tip terlepas saat pipetting, segera hentikan dan bersihkan mikropipet sesuai prosedur.
2. Memutar Volume Melebihi Batas
Memaksa memutar volume adjustment knob melebihi batas maksimal atau minimal dapat merusak mekanisme internal dan mengurangi akurasi. Selalu perhatikan batas volume yang tertera pada mikropipet dan jangan memaksakan putaran jika terasa keras.
3. Menekan Tombol Terlalu Keras
Menekan plunger button melebihi second stop secara berlebihan dapat menyebabkan volume yang diambil tidak akurat dan merusak seal internal. Pelajari posisi first stop dan second stop dengan baik, dan tekan tombol dengan tekanan yang konsisten.
4. Melepaskan Tombol Terlalu Cepat
Melepaskan plunger button secara tiba-tiba saat mengambil cairan dapat menyebabkan percikan, gelembung udara, atau bahkan cairan masuk ke dalam shaft mikropipet. Selalu lepaskan tombol secara perlahan dan terkontrol untuk hasil yang optimal.
5. Tidak Melakukan Pre-Wetting
Mengabaikan langkah pre-wetting dapat menyebabkan ketidakakuratan, terutama untuk volume kecil atau cairan dengan viskositas berbeda. Lakukan pre-wetting 2-3 kali sebelum mengambil sampel sebenarnya untuk hasil yang lebih presisi.
6. Menyimpan Mikropipet dalam Posisi Horizontal
Menyimpan mikropipet dalam posisi tidur atau horizontal dapat menyebabkan cairan yang tersisa mengalir ke dalam mekanisme internal dan merusak komponen. Selalu simpan mikropipet dalam posisi vertikal pada stand khusus setelah digunakan.
7. Menggunakan Tip yang Tidak Sesuai
Menggunakan tip yang tidak kompatibel atau berkualitas rendah dapat menyebabkan kebocoran dan ketidakakuratan. Pilih tip yang sesuai dengan spesifikasi mikropipet dan pastikan tip dalam kondisi baik tanpa cacat atau kerusakan.
8. Tidak Melakukan Kalibrasi Rutin
Mikropipet yang tidak dikalibrasi secara berkala dapat mengalami penurunan akurasi. Lakukan kalibrasi minimal setiap 6 bulan atau sesuai dengan frekuensi penggunaan untuk memastikan hasil pengukuran tetap akurat dan sesuai standar.
7. Perawatan dan Kalibrasi Mikropipet
Perawatan yang tepat dan kalibrasi berkala sangat penting untuk menjaga performa mikropipet tetap optimal. Mikropipet yang terawat dengan baik akan memberikan hasil yang akurat dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Pembersihan Rutin
Bersihkan bagian luar mikropipet secara rutin menggunakan kain lembut yang dibasahi dengan alkohol 70% atau larutan pembersih yang direkomendasikan. Hindari penggunaan pelarut organik yang keras karena dapat merusak material plastik. Jika terjadi kontaminasi pada shaft, lepaskan bagian bawah mikropipet dan bersihkan sesuai petunjuk manual.
Sterilisasi
Untuk mikropipet dengan fitur autoclavable, sterilisasi dapat dilakukan dengan autoklaf pada suhu 121°C selama 20 menit. Pastikan untuk melepaskan bagian yang dapat dilepas sesuai petunjuk manual sebelum autoklaf. Setelah sterilisasi, biarkan mikropipet dingin dan kering selama 12 jam sebelum digunakan kembali.
Pelumasan
Komponen internal seperti piston dan seal memerlukan pelumasan berkala untuk menjaga fungsi yang optimal. Gunakan pelumas khusus yang direkomendasikan oleh produsen dan aplikasikan sesuai jadwal perawatan, biasanya setiap 3-6 bulan atau setelah 10 kali autoklaf.
Kalibrasi
Kalibrasi mikropipet harus dilakukan secara berkala oleh teknisi terlatih atau laboratorium yang terakreditasi. Proses kalibrasi melibatkan penimbangan gravimetrik untuk memverifikasi akurasi dan presisi mikropipet pada berbagai titik volume. Dokumentasikan setiap kalibrasi dengan sertifikat yang mencantumkan tanggal, hasil pengukuran, dan tindakan korektif yang dilakukan.
Penyimpanan
Simpan mikropipet dalam posisi vertikal pada stand khusus di tempat yang kering dan terhindar dari suhu ekstrem. Jangan menyimpan mikropipet dengan tip terpasang karena dapat menyebabkan deformasi pada seal. Pastikan volume diatur pada posisi maksimal saat penyimpanan untuk mengurangi tekanan pada spring internal.
Pemeriksaan Visual
Lakukan pemeriksaan visual secara berkala terhadap kondisi fisik mikropipet. Periksa apakah ada keretakan, keausan pada tip cone, atau kerusakan pada tombol. Jika ditemukan kerusakan, segera lakukan perbaikan atau penggantian komponen untuk mencegah ketidakakuratan dalam pengukuran.
Dokumentasi Perawatan
Buat log book perawatan yang mencatat setiap aktivitas pembersihan, kalibrasi, dan perbaikan. Dokumentasi yang baik membantu melacak riwayat perawatan mikropipet dan memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas laboratorium seperti ISO 8655.
8. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Berapa sering mikropipet perlu dikalibrasi?
Mikropipet sebaiknya dikalibrasi minimal setiap 6 bulan untuk penggunaan rutin, atau setiap 3 bulan untuk penggunaan intensif. Kalibrasi juga diperlukan setelah perbaikan, jika terjadi penurunan performa, atau jika mikropipet terjatuh. Laboratorium yang terakreditasi biasanya memiliki jadwal kalibrasi yang lebih ketat sesuai dengan standar ISO 8655.
2. Apa yang harus dilakukan jika cairan masuk ke dalam shaft mikropipet?
Jika cairan masuk ke dalam shaft, segera hentikan penggunaan dan bongkar bagian bawah mikropipet sesuai petunjuk manual. Bersihkan bagian internal dengan hati-hati menggunakan air suling atau alkohol, kemudian keringkan sempurna sebelum merakit kembali. Setelah dibersihkan, lakukan kalibrasi untuk memastikan akurasi tidak terpengaruh. Jika tidak yakin, konsultasikan dengan teknisi atau kirim ke service center.
3. Mengapa hasil pipetting saya tidak konsisten?
Ketidakkonsistenan hasil pipetting dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti teknik pipetting yang tidak tepat, tip yang tidak sesuai, mikropipet yang perlu kalibrasi, atau cairan dengan karakteristik khusus. Pastikan Anda menggunakan teknik yang benar, melakukan pre-wetting, dan memilih tip yang kompatibel. Jika masalah berlanjut, periksa kondisi mikropipet dan lakukan kalibrasi.
4. Apakah semua tip mikropipet bisa digunakan untuk semua merek mikropipet?
Tidak semua tip kompatibel dengan semua merek mikropipet. Meskipun ada tip universal, sebaiknya gunakan tip yang direkomendasikan oleh produsen mikropipet untuk hasil optimal. Tip yang tidak sesuai dapat menyebabkan kebocoran, ketidakakuratan, atau bahkan kerusakan pada tip cone mikropipet. Periksa spesifikasi kompatibilitas sebelum membeli tip.
5. Bagaimana cara menggunakan mikropipet untuk cairan kental atau berminyak?
Untuk cairan dengan viskositas tinggi seperti gliserol atau minyak, gunakan teknik reverse pipetting. Tekan tombol hingga second stop saat mengambil cairan, kemudian keluarkan hanya hingga first stop. Lakukan pipetting dengan kecepatan lebih lambat dan berikan waktu tunggu lebih lama (3-5 detik) setelah aspirasi untuk memastikan cairan mengisi tip sepenuhnya. Pertimbangkan juga penggunaan tip dengan diameter lubang yang lebih besar.
6. Apakah mikropipet bisa digunakan untuk cairan panas atau dingin?
Mikropipet sebaiknya digunakan untuk cairan pada suhu ruang (15-25°C). Cairan dengan suhu ekstrem dapat mempengaruhi akurasi karena ekspansi atau kontraksi udara di dalam tip. Jika harus bekerja dengan cairan dingin atau panas, lakukan pre-wetting lebih banyak (5-7 kali) untuk menyeimbangkan suhu, dan biarkan cairan mencapai suhu ruang jika memungkinkan. Gunakan tip dengan filter untuk mencegah kondensasi masuk ke dalam mikropipet.
7. Apa perbedaan antara akurasi dan presisi dalam penggunaan mikropipet?
Akurasi mengacu pada seberapa dekat volume yang diambil dengan volume yang diatur (ketepatan), sedangkan presisi mengacu pada konsistensi hasil pengukuran berulang (ketelitian). Mikropipet yang baik harus memiliki akurasi dan presisi tinggi. Akurasi dapat dipengaruhi oleh kalibrasi, sedangkan presisi lebih dipengaruhi oleh teknik pipetting dan kondisi mikropipet. Keduanya sama pentingnya untuk hasil penelitian yang dapat diandalkan.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba