Cara Menggunakan Saffron untuk Kesehatan dan Kecantikan
cara menggunakan saffron
Kapanlagi.com - Saffron merupakan rempah-rempah mewah yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Rempah dengan nama latin Crocus sativus ini dikenal sebagai salah satu bumbu termahal di dunia. Meskipun harganya tinggi, saffron sangat mudah digunakan jika mengetahui teknik yang tepat.
Cara menggunakan saffron yang benar akan memaksimalkan manfaatnya untuk tubuh dan kulit. Penggunaan saffron tidak memerlukan jumlah yang banyak, cukup beberapa helai saja sudah dapat memberikan hasil yang optimal. Namun, penting untuk memahami metode pengolahan yang tepat agar kandungan nutrisinya tidak hilang.
Artikel ini akan membahas berbagai cara menggunakan saffron untuk perawatan wajah, konsumsi kesehatan, hingga penggunaan dalam masakan. Dengan memahami teknik yang tepat, Anda dapat memanfaatkan rempah berharga ini secara maksimal tanpa pemborosan.
Advertisement
1. Pengertian dan Karakteristik Saffron
Saffron adalah rempah-rempah yang berasal dari bunga Crocus sativus, sebuah tanaman yang pertama kali dibudidayakan di Yunani. Rempah ini memiliki warna merah khas dengan aroma lembut yang menyerupai jerami. Karakteristik unik saffron berasal dari kandungan bahan kimia seperti safranal dan picrocrocin yang memberikan aroma khas, serta pigmen karotenoid yang disebut crocin yang menghasilkan warna kuning keemasan.
Harga saffron yang mahal disebabkan oleh proses budidaya yang sangat sulit dan rumit. Setiap bunga crocus hanya menghasilkan beberapa helai saffron, dan ketika dikeringkan ukurannya akan menyusut secara signifikan. Menurut saffronprices.com, harga saffron asli dalam bentuk kering berkisar antara 3,5 hingga 5 dollar Amerika per gram, atau setara dengan Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per gram.
Saffron mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin, antioksidan, dan kalium yang bermanfaat untuk perbaikan sel. Kandungan antioksidan dalam saffron meliputi crocin, crocetin, kaempferol, dan quercetin yang memiliki sifat terapeutik. Rempah ini juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat menenangkan kulit dan mengurangi berbagai masalah kesehatan.
Melansir dari Healthline, saffron telah digunakan selama lebih dari lima milenium untuk berbagai keperluan, mulai dari bumbu masakan hingga pengobatan tradisional. Kandungan flavonoid dalam saffron seperti kaempferol dan quercetin juga berfungsi sebagai pelindung alami dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit.
2. Cara Menggunakan Saffron untuk Perawatan Wajah
Penggunaan saffron untuk perawatan wajah memerlukan teknik khusus agar manfaatnya dapat diserap dengan optimal oleh kulit. Sebelum mengaplikasikan saffron pada wajah, sangat penting untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit campuran saffron pada kulit lengan bawah dan menunggu selama 24-48 jam untuk melihat reaksi kulit.
Masker Saffron untuk Mengatasi Bekas Jerawat
Cara menggunakan saffron untuk mengatasi bekas jerawat adalah dengan membuat masker kombinasi saffron dan susu. Siapkan 3-4 helai saffron dan seperempat gelas susu cair putih, kemudian rendam helaian saffron dalam susu selama sekitar 2 jam agar saffron meresap sempurna. Setelah itu, oleskan masker pada area wajah dan leher sambil menghindari area mata dan bibir, lalu diamkan selama 10-15 menit sebelum dibilas dengan air bersih. Masker ini dapat digunakan 3-4 kali seminggu untuk hasil maksimal.
Masker Saffron untuk Mencerahkan Kulit
Untuk mencerahkan kulit wajah, cara menggunakan saffron adalah dengan mencampurkannya bersama minyak esensial. Campurkan 3-4 helai saffron dengan 1 sendok makan minyak zaitun, minyak almond, atau minyak kelapa. Oleskan campuran tersebut ke seluruh wajah sambil memijat dengan gerakan memutar searah jarum jam untuk meningkatkan sirkulasi darah. Diamkan masker selama 1 jam atau gunakan sebagai masker overnight di malam hari, kemudian bilas dengan air bersih pada pagi harinya.
Masker Saffron untuk Mengatasi Lingkaran Hitam Mata
Cara menggunakan saffron untuk mengatasi mata panda cukup sederhana. Rendam 2-3 helai saffron dalam 2 sendok makan air semalaman, lalu keesokan paginya haluskan saffron hingga lembut dan larutkan dengan air rendaman. Oleskan campuran ini pada area bawah mata dengan lembut dan diamkan selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air bersih. Penggunaan rutin dapat membantu mengurangi tampilan lingkaran hitam di sekitar mata.
Masker Saffron untuk Mengurangi Noda Hitam
Mengurangi noda hitam atau flek pada wajah dapat dilakukan dengan mencampurkan 2-3 helai saffron dengan 1 sendok makan madu. Gunakan campuran ini sebagai masker wajah sambil memijat wajah secara perlahan dengan gerakan memutar searah jarum jam saat mengoleskannya. Diamkan selama beberapa menit lalu bilas menggunakan air bersih. Kandungan crocetin dalam saffron dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin.
3. Cara Menggunakan Saffron sebagai Toner dan Face Mist
Selain sebagai masker, cara menggunakan saffron untuk wajah juga bisa dalam bentuk toner atau face mist. Untuk membuat toner saffron, siapkan satu helai saffron dan air mawar atau cairan toner lainnya. Tuangkan cairan tersebut pada kapas beserta dengan saffron, tunggu hingga warna kapas mulai berubah menjadi kuning keemasan, kemudian aplikasikan pada kulit wajah dengan cara menepuk-nepuk lembut.
Cara menggunakan saffron sebagai face mist sangat praktis untuk menyegarkan wajah sepanjang hari. Jika memiliki air mawar, saffron dapat diinfus ke dalamnya dengan merendam beberapa helai saffron dalam botol air mawar. Pastikan untuk menempatkan campuran ini dalam botol semprot agar mudah diaplikasikan. Saffron face mist dapat digunakan seperti air mawar biasa untuk memberikan kesegaran dan kelembaban pada wajah.
Penggunaan toner atau face mist saffron bermanfaat untuk menghidrasi kulit wajah agar kelembapannya terjaga serta membantu mengencangkan otot-otot kulit. Namun, agar face mist saffron bekerja optimal, tetap gunakan rangkaian skincare lainnya sebagai pendukung perawatan kulit secara menyeluruh.
4. Cara Menggunakan Saffron sebagai Scrub Wajah
Cara menggunakan saffron untuk wajah juga bisa dalam bentuk scrub alami yang efektif membersihkan kulit hingga lapisan terdalam. Saffron dapat dicampurkan dengan berbagai bahan alami lainnya untuk membuat scrub yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Siapkan kunyit yang ditumbuk bersama dengan beberapa helai saffron, kemudian tambahkan sedikit toner atau air untuk membentuk pasta.
Aplikasikan scrub saffron pada kulit wajah yang telah dibersihkan, lalu pijat-pijat kulit wajah dengan gerakan memutar yang lembut agar scrub dapat bekerja maksimal dalam mengangkat sel kulit mati dan kotoran. Lakukan pemijatan selama 5 menit dengan tekanan yang tidak terlalu keras untuk menghindari iritasi. Setelah itu, bilas wajah dengan air bersih hingga tidak ada sisa scrub yang tertinggal.
Penggunaan scrub saffron sebaiknya dilakukan 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang optimal tanpa menyebabkan iritasi pada kulit. Scrub ini cocok untuk semua jenis kulit, namun bagi pemilik kulit sensitif sebaiknya melakukan tes alergi terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya pada seluruh wajah.
5. Cara Konsumsi Saffron untuk Kesehatan
Cara menggunakan saffron tidak hanya untuk perawatan luar, tetapi juga dapat dikonsumsi untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari dalam tubuh. Konsumsi saffron harus dilakukan dengan takaran yang tepat untuk menghindari efek samping. Dalam sehari, sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 5-10 helai saffron atau tidak lebih dari 5 gram.
Menyeduh Saffron
Salah satu cara menggunakan saffron yang paling mudah adalah dengan menyeduhnya. Masukkan 3 hingga 5 helai benang saffron ke dalam gelas, kemudian tuangkan air hangat. Tunggu hingga warnanya menjadi kuning keemasan, biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Air seduhan saffron ini dapat langsung diminum untuk mendapatkan manfaat antioksidan dan nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Mencampurkan Saffron dengan Susu
Cara menggunakan saffron dengan susu sangat bermanfaat terutama untuk ibu hamil yang membutuhkan asupan kalsium. Rendam beberapa helai saffron dalam segelas susu hangat dan biarkan meresap selama beberapa menit hingga warna susu berubah menjadi kekuningan. Anda juga bisa menggiling saffron terlebih dahulu sebelum ditambahkan ke dalam susu untuk hasil yang lebih maksimal. Susu saffron dapat diminum di pagi hari untuk memulai aktivitas dengan energi yang optimal.
Menambahkan Saffron dalam Masakan
Melansir dari All Recipes, cara menggunakan saffron dalam masakan memerlukan teknik khusus agar rasa dan warnanya keluar secara maksimal. Untuk hidangan berkuah seperti sup, pasta, atau nasi, saffron dapat langsung dimasukkan ke dalam kaldu atau air masakan yang sedang panas. Berikan waktu beberapa menit agar saffron meresap sepenuhnya ke dalam masakan.
Untuk hasil yang lebih optimal, beberapa koki lebih suka menggiling benang saffron terlebih dahulu menggunakan lumpang dan alu sebelum merendamnya dalam air panas. Cara menggunakan saffron yang telah digiling akan membantu melepaskan lebih banyak rasa dan warna. Setelah direndam, air saffron beserta benangnya dapat ditambahkan ke dalam masakan seperti risotto, nasi biryani, atau hidangan lainnya.
Ingatlah bahwa beberapa helai saffron sudah cukup untuk memberikan rasa yang kuat pada satu panci masakan. Biasanya, hanya dengan 10 helai kecil sudah bisa memberi rasa dan warna pada satu panci nasi. Penggunaan saffron yang berlebihan justru dapat membuat masakan menjadi pahit dan tidak enak.
6. Tips Memilih dan Menyimpan Saffron
Cara menggunakan saffron yang benar dimulai dari pemilihan saffron yang berkualitas. Lebih disarankan untuk membeli untaian saffron segar daripada dalam bentuk bubuk karena sifat antioksidan saffron bisa hilang saat dalam bentuk bubuk. Selain itu, saffron yang masih dalam bentuk untaian akan lebih mudah diperiksa keasliannya.
Untuk memeriksa keaslian saffron, rendam beberapa helai dalam air hangat. Saffron asli membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit sebelum warnanya memudar dan air berubah menjadi kuning keemasan. Sementara saffron palsu akan langsung mengeluarkan warna saat direndam dalam cairan atau makanan apa pun, dan warnanya cenderung lebih merah atau oranye terang yang tidak natural.
Menyimpan saffron dengan benar sangat penting untuk mempertahankan nutrisinya dalam waktu yang lebih lama. Simpan rempah-rempah ini dalam wadah kedap udara dengan suhu yang sejuk dan hindari dari paparan langsung sinar matahari. Hal ini dapat membantu mempertahankan rasa saffron selama minimal 6 bulan. Untuk hasil yang lebih baik, bungkus saffron dengan kertas timah di dalam wadah kedap udara untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.
Saffron yang disimpan dengan baik akan mempertahankan aroma khasnya yang menyerupai jerami dengan sedikit sentuhan manis. Jika saffron mulai kehilangan aromanya atau warnanya memudar, sebaiknya segera digunakan atau diganti dengan yang baru untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.
7. Perhatian Khusus dalam Menggunakan Saffron
Meskipun cara menggunakan saffron relatif mudah, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk menghindari efek samping. Tidak semua kulit bisa aman atau cocok menggunakan saffron, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau bermasalah. Sebelum mengaplikasikan saffron pada wajah, sangat penting untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu.
Penggunaan saffron secara berlebihan dapat menyebabkan warna kulit menguning karena kandungan karotenoid di dalamnya. Jika kulit sedang mengalami iritasi atau ada luka terbuka, sebaiknya hindari menggunakan masker saffron sampai kondisi kulit membaik. Bagi pemilik kulit yang alergi dengan produk olahan susu, hindari menggunakan masker saffron yang dicampur dengan susu.
Untuk konsumsi saffron, terutama bagi ibu hamil, sebaiknya dilakukan setelah memasuki trimester kedua kehamilan. Melansir dari Klikdokter.com, konsumsi saffron pada trimester pertama dapat meningkatkan risiko keguguran karena dapat menyebabkan kontraksi rahim. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi saffron, terutama jika memiliki kondisi kesehatan khusus atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Dosis aman konsumsi saffron adalah tidak lebih dari 5 gram per hari atau sekitar 5-10 helai saffron. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan, mual, pusing, atau reaksi alergi lainnya. Jika mengalami reaksi yang tidak diinginkan setelah menggunakan atau mengonsumsi saffron, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga medis profesional.
8. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Berapa banyak saffron yang sebaiknya digunakan untuk satu kali pemakaian?
Untuk penggunaan pada wajah, cukup gunakan 2-4 helai saffron untuk satu kali aplikasi masker atau perawatan. Sedangkan untuk konsumsi atau masakan, 3-5 helai saffron sudah cukup untuk memberikan rasa dan manfaat yang optimal. Penggunaan berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat, justru dapat menyebabkan efek samping seperti rasa pahit pada masakan atau warna kuning berlebih pada kulit.
Apakah saffron aman digunakan setiap hari?
Penggunaan saffron untuk wajah sebaiknya dilakukan 2-4 kali seminggu, tidak perlu setiap hari. Untuk konsumsi, saffron dapat digunakan setiap hari dengan takaran yang tidak melebihi 5 gram atau 10 helai per hari. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan efek samping, sehingga penting untuk mengikuti dosis yang direkomendasikan dan berkonsultasi dengan dokter jika ingin menggunakannya secara rutin.
Bagaimana cara mengetahui saffron yang asli?
Saffron asli dapat dikenali dengan merendamnya dalam air hangat selama 10-15 menit. Saffron asli akan perlahan mengeluarkan warna kuning keemasan dan benangnya tetap mempertahankan warna merah. Saffron palsu akan langsung mengeluarkan warna secara cepat dan benangnya cepat memudar. Selain itu, saffron asli memiliki aroma khas seperti jerami dengan sedikit sentuhan manis, bukan aroma kimia atau pewarna buatan.
Apakah ibu hamil boleh menggunakan saffron?
Ibu hamil boleh menggunakan saffron, namun sebaiknya dimulai setelah memasuki trimester kedua kehamilan. Konsumsi saffron pada trimester pertama dapat meningkatkan risiko keguguran karena dapat menyebabkan kontraksi rahim. Dosis yang aman untuk ibu hamil adalah tidak lebih dari 5 helai per hari, dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum menggunakannya.
Berapa lama saffron dapat disimpan?
Saffron yang disimpan dengan benar dalam wadah kedap udara, di tempat sejuk, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung dapat bertahan hingga 6 bulan dengan kualitas yang baik. Untuk penyimpanan yang lebih optimal, bungkus saffron dengan kertas timah sebelum dimasukkan ke dalam wadah kedap udara. Jika saffron mulai kehilangan aroma atau warnanya memudar, sebaiknya segera digunakan atau diganti dengan yang baru.
Apakah saffron bisa menyebabkan alergi?
Ya, saffron dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif. Gejala alergi dapat berupa kemerahan, gatal, bengkak, atau iritasi pada kulit. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu dengan mengoleskan sedikit campuran saffron pada kulit lengan bawah dan menunggu 24-48 jam untuk melihat reaksi. Jika terjadi reaksi alergi, segera hentikan penggunaan dan bilas dengan air bersih.
Bisakah saffron digunakan bersamaan dengan bahan skincare lainnya?
Saffron dapat dikombinasikan dengan berbagai bahan alami seperti susu, madu, minyak esensial, kunyit, atau air mawar untuk meningkatkan manfaatnya. Namun, jika Anda menggunakan produk skincare dengan bahan aktif tertentu seperti retinol atau asam salisilat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit terlebih dahulu untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan. Pastikan juga untuk tetap menggunakan rangkaian skincare lengkap seperti pembersih, pelembap, dan sunscreen untuk hasil yang optimal.
(kpl/fed)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba