Cara Merawat Tanaman Cabe Rawit agar Berbuah Lebat, dari Media Tanam hingga Panen Melimpah

Cara Merawat Tanaman Cabe Rawit agar Berbuah Lebat, dari Media Tanam hingga Panen Melimpah
cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat (h)

Kapanlagi.com - Cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat bertumpu pada empat hal: cahaya penuh, air teratur, nutrisi berimbang, dan pemangkasan. Keempatnya menentukan apakah tanaman sibuk menumbuhkan daun atau justru rajin berbunga dan berbuah.

Prinsipnya, kurangi nitrogen menjelang fase berbunga lalu perbanyak fosfor dan kalium. Dengan cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat yang konsisten, satu batang bisa dipetik berkali-kali selama berbulan-bulan.

Cabai rawit termasuk tanaman musim hangat yang tumbuh paling baik pada suhu sekitar 21-29 derajat Celsius, sehingga lokasi hangat dengan matahari penuh sangat menentukan hasil. Panduan berkebun umum juga menegaskan buah terbentuk optimal ketika kebutuhan air dan haranya terpenuhi stabil, seperti pada panduan menanam cabai rawit di rumah.

1. Menyiapkan Media Tanam dan Kebutuhan Dasar Cabe Rawit

Fondasi yang kuat menentukan seberapa banyak buah yang bisa ditopang tanaman. Wadah memadai, media gembur, dan matahari penuh adalah langkah awal dalam cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat.

Menurut panduan berkebun umum, wadah yang terlalu kecil lebih cepat kering dan membatasi ruang akar, sedangkan akar yang tergenang justru bisa membusuk dan mematikan tanaman yang tampak sehat.

  1. Pilih wadah memadai: Gunakan pot atau polybag berdiameter minimal 30 cm, setara sekitar 5 galon atau 18-20 liter, dan pastikan ada lubang drainase. Wadah lebih besar memberi ruang akar berkembang serta menahan kelembapan lebih stabil, seperti pada praktik menanam cabai di polybag.

  2. Racik media gembur: Campur tanah, kompos matang, dan sekam dengan perbandingan sekitar 2:1:1 agar media subur sekaligus porous. Jaga pH pada kisaran 6,0 hingga 7,0 supaya akar menyerap hara optimal saat menyemai benih cabai.

  3. Penuhi sinar matahari: Cabai butuh matahari penuh untuk berfotosintesis dan membentuk buah. Rebecca Sears, green thumb di Ferry-Morse, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Saya selalu menyarankan memilih titik paling cerah yang menerima setidaknya 6 hingga 8 jam cahaya langsung setiap hari."

  4. Atur jarak dan sirkulasi udara: Beri jarak antar tanaman agar udara mengalir lancar di sekitar tajuk. Sirkulasi yang baik menurunkan risiko penyakit jamur sekaligus membantu penyerbukan alami, apalagi bila mengatur jarak tanam sejak awal.

2. Mengatur Penyiraman dan Pemupukan Cabe Rawit

Air dan pupuk adalah bahan bakar utama pembungaan. Di titik inilah cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat sering menentukan hasil, sebab penyiraman keliru dan nitrogen berlebih membuat tanaman rimbun daun tetapi miskin buah.

Mengacu pada Royal Horticultural Society, tanaman cabai dalam wadah sebaiknya diberi pupuk cair tinggi kalium setiap minggu begitu mulai berbunga, sementara pemupukan pada tanah yang sudah subur pun tetap membantu mendongkrak hasil panen.

  1. Siram dalam dan teratur: Siram dalam-dalam tetapi tidak terlalu sering agar akar tumbuh lebih dalam dan kuat, serta arahkan air ke pangkal, bukan daun. Kris Collins, pakar budidaya cabai Thompson & Morgan, dikutip dari Thompson & Morgan, menyatakan, "Biarkan pot hampir mengering sebelum menyiram lagi."

  2. Pasang mulsa: Tambahkan mulsa jerami atau sekam setebal 2-3 cm untuk menjaga kelembapan, meredam lonjakan suhu tanah, dan menekan gulma. Media yang lembap stabil membantu mencegah bunga rontok, sejalan dengan panduan menyiram tanaman cabai yang benar.

  3. Beri nitrogen saat fase daun: Pada fase pertumbuhan daun, gunakan pupuk berimbang atau kompos agar batang dan tajuk kuat, misalnya dengan pupuk NPK 16 16 16 sesuai dosis. Sejumlah bahan dapur seperti air cucian beras juga bisa jadi nutrisi tambahan yang murah.

  4. Alihkan ke fosfor dan kalium: Begitu kuncup bunga muncul, kurangi nitrogen dan tingkatkan fosfor serta kalium karena nitrogen berlebih membuat tanaman rimbun daun tetapi sedikit buah. Perubahan formula pupuk saat tanaman mulai berbunga inilah yang paling menentukan kelebatan buah.

  5. Cukupi kalsium: Lengkapi nutrisi dengan cangkang telur yang kaya kalsium atau kompos untuk memperkuat dinding sel buah. Pasokan kalsium yang cukup, disertai penyiraman merata, menekan bunga rontok dan busuk ujung buah.

Berdasarkan Gardening Know How, busuk ujung buah (blossom end rot) pada cabai muncul akibat kekurangan kalsium, unsur yang dibutuhkan untuk membentuk dinding sel buah, sehingga kalsium dan air yang stabil sama pentingnya dengan pupuk. Menjaga ritme air dan hara seperti ini termasuk kunci menjaga tanaman cabai tetap produktif.

3. Pemangkasan, Penyerbukan, dan Panen agar Cabe Rawit Terus Berbuah

Banyak orang berhenti pada penyiraman dan pemupukan, padahal tiga teknik ini kerap menjadi pembeda. Pemangkasan, bantuan penyerbukan, dan panen rutin adalah bagian penting dari cara merawat tanaman cabe rawit agar berbuah lebat.

Sebagaimana dilaporkan BBC Gardeners' World, memetik pucuk tumbuh saat tanaman setinggi sekitar 20 cm mendorong pertumbuhan lebih rimbun sehingga tersedia lebih banyak cabang untuk berbuah.

  1. Pangkas pucuk (topping): Saat tanaman cukup besar, pangkas pucuk utama agar tumbuh banyak cabang samping karena makin banyak cabang berarti makin banyak titik buah. Crystal Provenzano, general manager Eden Brothers, dikutip dari Homes and Gardens, menyarankan, "Ketika tanaman cabai Anda mencapai tinggi sekitar 15 sentimeter, pangkas set daun paling atas; ini mendorong tanaman tumbuh lebih rimbun dan kokoh, bukannya tinggi dan kurus."

  2. Buang bunga yang terlalu dini: Bila bunga pertama muncul sebelum tubuh tanaman cukup besar, buang dahulu agar energi terpakai untuk memperbesar tanaman. Jennifer Holston, garden coach, dikutip dari Yahoo, mengatakan, "Ini membantu tanaman tumbuh lebih kuat dan mendukung perkembangan buah. Percayalah, bunga yang lebih banyak akan bermunculan."

  3. Bantu penyerbukan: Cabai bersifat menyerbuk sendiri sehingga satu tanaman pun bisa berbuah, tetapi di lahan minim angin dan serangga penyerbukan kadang tersendat. Pada pagi hari, goyangkan batang perlahan atau sapukan kuas kecil antar bunga untuk memindahkan serbuk sari, cara sederhana menuju cabai cepat berbuah lebat.

  4. Panen rutin dan tepat waktu: Gunting tangkai buah begitu cukup umur, sebab makin sering dipetik, makin rajin tanaman membentuk bunga dan buah baru. Sebaliknya, membiarkan semua buah matang di pohon dapat menekan pembentukan bunga sehingga total panen menurun, seperti diulas pada panduan

(kpl/fbi)

Rekomendasi

Trending