Cara Merawat Tanaman Saat Musim Hujan agar Tidak Busuk dan Tetap Subur
cara merawat tanaman saat musim hujan (h)
Kapanlagi.com - Musim hujan membuat tanaman rentan layu dan membusuk karena tanah terlalu lama basah serta kelembapan udara yang tinggi. Cara merawat tanaman saat musim hujan berfokus pada pengendalian air, perlindungan dari guyuran deras, dan pencegahan penyakit.
Langkah intinya meliputi mengurangi penyiraman, memperbaiki drainase pot, serta memindahkan tanaman ke tempat yang lebih terlindung. Menerapkan cara merawat tanaman saat musim hujan sejak awal akan mencegah busuk akar sekaligus menjaga tanaman tetap produktif.
Air hujan sebenarnya kaya oksigen dan bebas kandungan kimia seperti klorin sehingga baik bagi pertumbuhan. Namun, tanpa drainase yang memadai, guyuran terus-menerus justru mempercepat pembusukan pada akar dan menghanyutkan nutrisi dari dalam tanah, prinsip yang juga berlaku saat merawat tanaman hias sehari-hari.
Advertisement
1. Cara Merawat Tanaman Saat Musim Hujan lewat Pengaturan Air dan Drainase
Pengendalian air adalah fondasi utama cara merawat tanaman saat musim hujan karena kelebihan air paling sering menjadi pemicu kematian tanaman. Pastikan setiap tetes air berlebih dapat segera keluar dari media tanam agar akar tetap bisa bernapas.
Alfredo Martinez, ahli patologi tanaman, dikutip dari University of Georgia menyatakan, "Jika tanaman terkena penyakit busuk akar, itu pada dasarnya adalah masalah air. Kemungkinan besar tanaman terlalu sering disiram atau drainase tanahnya buruk."
Kurangi frekuensi penyiraman: Hentikan penyiraman rutin dan periksa kelembapan tanah lebih dulu dengan menusukkan jari sedalam 2-3 cm; siram hanya bila media terasa kering, seperti cara mengetahui tanaman sudah cukup air.
Perbaiki drainase pot: Gunakan pot berlubang, lepas tatakan atau piring penampung, dan pastikan lubang tidak tersumbat tanah yang mengeras agar kelebihan air cepat keluar, seperti merawat tanaman gantung yang baik.
Tinggikan posisi pot: Letakkan pot di atas kaki pot, batu bata, atau rak supaya dasarnya tidak terendam genangan dan sirkulasi udara tetap lancar.
Gunakan media tanam porous: Campur tanah dengan sekam bakar, cocopeat, atau perlit agar air cepat meresap, sejalan dengan cara mengolah tanah agar subur dan gembur.
Cegah genangan air: Atur saluran pembuangan di sekitar kebun dan segera buang air yang tertampung di tatakan, sebagaimana menata tanaman di teras tanpa genangan air.
Steven Bell, CEO Paving Shopper, dikutip dari Ideal Home menyatakan, "Saya selalu menyarankan untuk meninggikan pot dengan meletakkannya di atas kaki pot atau batu bata. Peninggian kecil ini, bahkan hanya satu atau dua inci, mencegah air menggenang di dasar pot."
2. Cara Melindungi Tanaman dari Hujan Deras, Angin, dan Erosi
Selain mengatur air, cara merawat tanaman saat musim hujan juga menuntut perlindungan fisik dari hujan lebat dan angin kencang yang bisa merobohkan atau mematahkan batang. Tanaman muda dan berbatang lunak paling membutuhkan perhatian ekstra pada bagian ini.
Dilansir dari Homes & Gardens, cara paling mudah melindungi tanaman dalam pot dari hujan yang sangat deras adalah memindahkannya sementara ke area terlindung seperti rumah kaca, garasi, teras, atau di bawah atap rumah.
Pindahkan ke tempat terlindung: Geser pot ke teras atau emperan saat hujan deras, dan lakukan dengan hati-hati seperti panduan memindahkan tanaman agar tidak mati.
Pasang naungan atau penutup: Gunakan plastik atau atap bening berlubang yang tembus cahaya agar tanaman tetap mendapat sinar tanpa terkena guyuran langsung.
Beri penyangga atau ajir: Ikat tanaman tinggi pada tongkat kayu atau bambu agar tidak miring dan patah saat diterpa angin kencang.
Cegah erosi tanah: Tambahkan mulsa organik seperti jerami atau serpihan kayu dan buat penghalang rendah supaya lapisan tanah subur tidak terbawa air.
Pangkas bagian yang rusak: Potong daun menguning, cabang kering, dan ranting patah dengan alat steril untuk memperbaiki sirkulasi udara serta mencegah penyakit sejak awal.
Jack Stooks, ahli berkebun senior, dikutip dari Woman & Home menjelaskan, "Tanaman yang rapuh saat cuaca berbadai bisa dengan mudah dilindungi menggunakan penutup. Ketika Anda menutupi tanaman, pastikan penutupnya diikat kuat agar terlindung dari embusan angin."
3. Cara Mencegah Hama, Jamur, dan Menjaga Nutrisi Tanaman di Musim Hujan
Kelembapan tinggi membuat hama dan jamur berkembang pesat, sehingga cara merawat tanaman saat musim hujan wajib mencakup pemeriksaan rutin dan pemberian nutrisi yang tepat. Pemantauan dini membuat masalah bisa ditangani sebelum menyebar ke seluruh tanaman.
Mengutip Epic Gardening, hampir seluruh bentuk busuk akar berkaitan erat dengan kelembapan tanah yang berlebih sehingga pengelolaan kebun yang baik sangat menentukan keberhasilan pencegahannya.
Periksa tanaman secara berkala: Amati munculnya siput, bekicot, ulat, serta kutu yang sering menyerang, termasuk hama yang bersembunyi di balik daun.
Semprot fungisida atau pestisida organik: Lakukan saat cuaca cerah di pagi hari untuk menekan jamur dan serangga, sebagaimana pengendalian hama secara alami.
Cabuti gulma dan bersihkan daun gugur: Rumput liar tumbuh cepat dan merebut nutrisi, sementara daun yang membusuk menjadi sarang penyakit.
Pastikan pencahayaan cukup: Saat langit mendung, dekatkan tanaman ke sumber cahaya atau pilih lokasi dekat jendela yang terang.
Berikan pupuk yang tepat: Gunakan pupuk organik lepas lambat atau pupuk tinggi fosfor dan kalium untuk memperkuat akar, misalnya dengan pupuk organik cair atau cara lain untuk menyuburkan tanaman secara alami.
Manfaatkan cacing tanah: Biarkan cacing tanah membantu aerasi dan kesuburan media, bahkan bisa diternak lewat budidaya cacing untuk vermikompos.
Mary Jane Duford, Master Gardener bersertifikat, dikutip dari The Spruce menuturkan, "Penyiraman berlebihan mengurangi oksigen di dalam tanah. Kondisi ini melemahkan sistem akar dan memperlambat penyerapan nutrisi, sementara tanah yang basah mendorong berkembangnya patogen busuk akar."
4. Jenis Tanaman yang Cocok dan Tahan Ditanam Saat Musim Hujan
Tidak semua tanaman cocok dengan cuaca basah, sehingga memilih jenis yang tepat akan memperbesar peluang keberhasilan. Beberapa sayuran daun dan tanaman hias tropis justru tumbuh optimal pada kelembapan tinggi.
Para pekebun berpengalaman menyarankan untuk memilih tanaman yang memang sesuai dengan kondisi basah daripada memaksakan jenis yang mudah busuk seperti kaktus atau sukulen. Dengan begitu, perawatan menjadi lebih ringan dan hasilnya pun maksimal.
Kangkung: Sayuran tahan basah yang cepat panen dalam 20-30 hari dan ramah pemula.
Bayam: Tumbuh cepat di berbagai media dan bisa dipetik hanya dalam tiga hingga empat minggu.
Sawi dan pakcoy: Perawatan ringan dan cocok sebagai langkah awal menanam sayur organik di rumah.
Keladi: Tanaman hias daun seperti keladi (caladium) menyukai lingkungan lembap khas hutan tropis.
Aglonema: Menyukai kelembapan tetapi tidak becek, dan mudah dirawat seperti pada panduan merawat tanaman aglonema.
Kuping gajah dan lidah mertua: Tanaman hias bertekstur kuat yang mampu bertahan di dalam maupun luar ruangan.
Tanaman tahan banting untuk pemula: Pilihan seperti lidah buaya termasuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak perawatan.
5. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Merawat Tanaman di Musim Hujan
Apakah tanaman tetap perlu disiram saat musim hujan?
Umumnya tidak perlu disiram secara rutin karena kebutuhan airnya sudah tercukupi oleh hujan. Periksa dulu kelembapan media dengan jari, dan siram hanya bila tanah mulai kering, terutama untuk tanaman yang berada di bawah atap atau teras dan tidak terkena hujan langsung.
Kenapa tanaman mudah busuk dan mati saat musim hujan?
Penyebab utamanya adalah kelebihan air dan drainase yang buruk sehingga akar terendam dan kekurangan oksigen hingga membusuk. Kelembapan yang tinggi juga memicu pertumbuhan jamur dan bakteri patogen yang membuat daun, batang, atau buah ikut membusuk.
Tanaman apa yang cocok ditanam saat musim hujan?
Sayuran daun tahan basah seperti kangkung, bayam, sawi, dan selada tergolong aman ditanam saat hujan. Untuk tanaman hias, pilih jenis yang menyukai kelembapan tinggi seperti keladi, aglonema, dan kuping gajah, serta hindari kaktus maupun sukulen yang rentan busuk.
Pada akhirnya, kunci menghadapi hujan adalah menjaga keseimbangan antara air, udara, dan cahaya sesuai karakter tiap tanaman. Dengan drainase yang baik, penyiraman yang terukur, dan pemeriksaan rutin terhadap hama serta jamur, koleksi hijau di rumah tetap bisa tumbuh sehat meski diguyur hujan hampir setiap hari.
Daftar Referensi
- Ideal Home. How to protect potted plants from very heavy rain. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.idealhome.co.uk/garden/garden-advice/how-to-protect-potted-plants-from-heavy-rain
- Woman & Home. 5 ways to protect your garden from heavy rain this season. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.womanandhome.com/homes/how-to-protect-your-garden-from-heavy-rain/
- University of Georgia. Avoid overwatering to prevent plant diseases. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://fieldreport.caes.uga.edu/news/avoid-overwatering-to-prevent-plant-diseases/
- Homes & Gardens. How to protect plants from heavy rain. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.homesandgardens.com/gardens/protect-plants-from-heavy-rain
- Epic Gardening. Root Rot: How to Identify, Treat, and Prevent it. Diakses pada 5 Oktober 2026, dari https://www.epicgardening.com/root-rot/
(kpl/pit)
Advertisement
D Academy 8
-
Fashion Selebriti Jirayut Kenakan Jersey Setengah Merah Biru di Final FIFA ASEAN Cup
-
Event Dangdut Potret Tasya Allesia Hibur Para Penonton di Kediri
-
Dangdut Academy Harsiwi Achmad Tegaskan Couple Muncul Alami di Dangdut Academy 8
