9 Cara Pilih Kipas Angin Hemat Listrik untuk Rumah, Cek Watt dan Label Hemat Energinya
Cara Pilih Kipas Angin Hemat Listrik untuk Rumah (Pexels/Roman Koval)
Kapanlagi.com - Cara pilih kipas angin hemat listrik penting diketahui sebelum kamu membeli, apalagi saat cuaca gerah membuat kipas menyala berjam-jam setiap hari. Salah memilih bisa membuat tagihan listrik membengkak tanpa terasa.
Melansir dari laman Kementerian ESDM, Standar Kinerja Energi Minimum dan Label Tanda Hemat Energi diperluas pada 2021 untuk kulkas, kipas angin, dan penanak nasi. KL Lovers bisa memanfaatkan label tersebut sebagai panduan awal untuk memilih kipas yang lebih efisien.
Selain label, daya listrik, jenis motor, hingga ukuran baling-baling juga menentukan seberapa irit sebuah kipas. Yuk, simak panduan lengkapnya berikut ini.
Advertisement
1. Cek Daya Listrik dalam Watt
Langkah pertama yang paling mudah adalah melihat daya listrik yang tertera pada kemasan atau badan kipas, dalam satuan watt (W). Semakin kecil angkanya, semakin sedikit listrik yang dipakai setiap jam. Daya yang tertera umumnya menunjukkan pemakaian pada kecepatan tertinggi, sehingga pemakaian di kecepatan rendah biasanya lebih hemat.
Untuk menghitung konsumsi listrik, gunakan rumus sederhana: daya (watt) dikalikan lama pemakaian (jam), lalu dibagi 1.000 untuk mendapat kilowatt jam (kWh). Hasilnya bisa dikalikan dengan tarif listrik per kWh yang tertera di tagihan rumahmu. Berikut contoh hitungan untuk pemakaian 8 jam per hari selama 30 hari.
| Daya kipas | Pemakaian per bulan |
|---|---|
| 30 W | 7,2 kWh |
| 45 W | 10,8 kWh |
| 65 W | 15,6 kWh |
Dari tabel itu terlihat, selisih daya yang tampak kecil bisa berarti perbedaan konsumsi yang cukup besar bila dipakai setiap hari. Namun, jangan hanya terpaku pada angka watt. Kipas berdaya kecil belum tentu menghasilkan angin yang cukup, jadi tetap perhatikan poin-poin berikutnya.
2. Cari Label Tanda Hemat Energi (LTHE)
KL Lovers, sebelum membeli, cobalah mencari Label Tanda Hemat Energi (LTHE) pada produk. Melansir dari laman Kementerian ESDM, penerapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan LTHE dimulai sejak 2015 untuk meningkatkan efisiensi energi pada peralatan rumah tangga, lalu pada 2021 diperluas ke kulkas, kipas angin, dan penanak nasi.
Menurut ESDM, standar ini menjadi instrumen perlindungan konsumen sekaligus jaminan bahwa produk yang beredar memenuhi standar hemat energi. Jadi, label tersebut bisa menjadi pegangan awal ketika kamu bingung membandingkan banyak pilihan di toko. Jika label tidak terlihat, tidak ada salahnya bertanya langsung kepada penjual.
3. Pilih Jenis Motor yang Efisien
Motor adalah jantung kipas angin, dan jenisnya memengaruhi pemakaian listrik. Melansir dari tinjauan produk kipas langit-langit yang dirilis ENERGY STAR, program efisiensi energi milik pemerintah Amerika Serikat, motor DC tanpa sikat (brushless) telah menekan konsumsi energi kipas secara signifikan.
Di pasaran, kipas bermotor DC umumnya lebih hemat daripada kipas bermotor AC biasa, tetapi harganya cenderung lebih tinggi. Kalau kipas akan dipakai berjam-jam setiap hari, selisih harga itu bisa terbayar lewat tagihan listrik yang lebih ringan. Namun, kalau kipas hanya sesekali dipakai, motor AC yang efisien dan berlabel hemat energi sudah cukup masuk akal.
4. Sesuaikan Jenis Kipas dengan Kebutuhan Ruangan
Setiap jenis kipas punya karakter berbeda. Kipas meja cocok untuk ruang kecil atau kamar tidur, kipas berdiri lebih fleksibel karena tinggi dan arahnya bisa diatur, sedangkan kipas dinding dan kipas langit-langit menghemat tempat sehingga pas untuk ruang keluarga.
Memilih jenis yang pas membuat kipas tidak perlu dinyalakan di kecepatan tertinggi terus-menerus. Misalnya, memasang kipas besar di ruang sempit sering kali berlebihan, sementara kipas kecil di ruangan luas akan bekerja keras tetapi anginnya tidak merata. Pikirkan juga letak kipas agar angin mengarah ke area yang paling sering kamu tempati. Dengan penataan yang pas, kamu bisa merasa sejuk tanpa menambah jam pemakaian.
5. Perhatikan Ukuran dan Bentuk Baling-baling
Ukuran dan bentuk baling-baling memengaruhi jumlah udara yang dipindahkan. Baling-baling yang lebih lebar dan sudut kemiringan yang tepat dapat mendorong lebih banyak udara pada putaran yang sama. Melansir dari Building America Solution Center milik Departemen Energi Amerika Serikat, sudut kemiringan bilah yang lebih tinggi biasanya menggerakkan lebih banyak udara.
Artinya, kipas dengan desain baling-baling yang baik bisa terasa sejuk tanpa harus memakai kecepatan tinggi. Pilih ukuran yang sesuai dengan luas ruangan, jangan terlalu kecil dan jangan pula berlebihan. Coba juga putar kipas di toko jika memungkinkan, lalu rasakan aliran anginnya pada kecepatan rendah.
6. Bandingkan Efisiensi Aliran Udara (CFM per Watt)
Ini poin yang masih jarang diketahui, KL Lovers. Para ahli efisiensi energi menilai kipas dengan membandingkan jumlah udara yang dihasilkan dengan daya yang dipakai. Melansir dari Building America Solution Center, efisiensi aliran udara adalah rasio aliran udara dibagi daya pada pengaturan kecepatan tertentu, dinyatakan dalam CFM per watt. CFM adalah kependekan dari cubic feet per minute, yaitu satuan volume udara yang dipindahkan setiap menit.
Semakin tinggi angka CFM per watt, semakin efisien kipas tersebut. Di Indonesia, informasi ini belum selalu tercantum pada kemasan. Kamu bisa mengecek lembar spesifikasi produk atau menanyakannya kepada penjual. Kalau tidak tersedia, bandingkan saja dua kipas dengan daya mirip, lalu pilih yang anginnya terasa lebih kuat.
7. Manfaatkan Fitur Pengatur Kecepatan dan Timer
Fitur tambahan yang tampak sepele bisa membantu menghemat listrik. Pengatur kecepatan memungkinkan kipas dipakai di putaran rendah saat udara sudah cukup sejuk. Fitur timer atau pengatur waktu mencegah kipas menyala semalaman padahal kamu sudah tertidur lelap.
Beberapa kipas juga dilengkapi remote sehingga pengaturan lebih praktis. Pilih fitur yang benar-benar akan kamu pakai, bukan sekadar tergiur banyaknya tombol. Pastikan juga ada pelindung panas berlebih (thermal fuse) untuk menambah keamanan saat kipas dipakai dalam waktu lama.
8. Pilih Model dengan Lampu LED jika Memang Dibutuhkan
Kalau kamu mengincar kipas langit-langit yang dilengkapi lampu, perhatikan jenis lampunya. Melansir dari Building America Solution Center, kipas langit-langit berlampu bersertifikat ENERGY STAR sekitar 60 persen lebih efisien daripada unit standar. Lembaga itu juga menyebut sekitar 80 persen potensi penghematan dari kipas yang lebih efisien berasal dari pencahayaan yang lebih efisien.
Pelajaran praktisnya, pilih kipas yang memakai lampu LED agar penghematan terasa maksimal. Bila lampu tidak diperlukan, kipas tanpa lampu tentu lebih sederhana dan tidak menambah beban listrik.
9. Pastikan Aman: Cek SNI, Garansi, dan Reputasi Merek
Hemat listrik tidak ada artinya kalau kipas cepat rusak atau tidak aman. Periksa apakah produk mencantumkan tanda Standar Nasional Indonesia (SNI), cek kelengkapan garansi resmi, dan baca ulasan pembeli lain tentang ketahanan serta suara motornya.
Motor yang berisik atau bergetar sering menandakan komponen kurang presisi. Pilih toko yang jelas dan simpan bukti pembelian. Dengan begitu, kalau ada masalah, kamu tidak perlu repot mengurusnya. Jangan lupa membandingkan harga dan masa garansi motor, karena motor merupakan komponen yang paling menentukan umur pakai kipas.
Tips Memakai Kipas Angin agar Tetap Hemat
Setelah memilih kipas yang tepat, cara pemakaian juga memengaruhi tagihan listrik. Berikut kebiasaan sederhana yang bisa kamu terapkan di rumah.
- Matikan kipas saat tidak ada orang di ruangan, karena kipas mendinginkan orang, bukan ruangan.
- Bersihkan debu pada baling-baling dan rumah motor secara berkala agar putaran tetap ringan.
- Gunakan kecepatan rendah atau sedang jika udara sudah cukup sejuk.
- Atur ventilasi ruangan supaya udara panas dapat keluar dan udara segar masuk.
- Hindari menumpuk kabel atau menaruh kipas dekat benda yang mudah terbakar.
Nah, itulah cara pilih kipas angin hemat listrik yang bisa kamu coba sebelum membeli. Dengan memperhatikan daya, label hemat energi, motor, ukuran baling-baling, dan fitur pendukung, rumah tetap sejuk tanpa membuat dompet menjerit.
10. Pertanyaan dan Jawaban seputar Kipas Hemat Listrik
1. Apakah kipas angin lebih hemat daripada AC?
Secara umum, ya. Kipas angin memakai daya jauh lebih kecil daripada AC. Namun, kipas mendinginkan orang lewat aliran udara, sedangkan AC menurunkan suhu ruangan.
2. Berapa watt kipas angin yang hemat listrik?
Tidak ada angka tunggal, karena bergantung pada jenis dan ukuran kipas. Prinsipnya, bandingkan beberapa kipas sejenis lalu pilih daya lebih kecil yang anginnya tetap cukup kuat untuk ruanganmu.
3. Apa itu Label Tanda Hemat Energi (LTHE)?
LTHE adalah label dari Kementerian ESDM yang menandai produk memenuhi Standar Kinerja Energi Minimum. Label ini sudah mencakup kipas angin sejak 2021.
4. Apakah kipas motor DC wajib dibeli?
Tidak wajib. Motor DC umumnya lebih hemat tetapi lebih mahal. Pilihan ini cocok bila kipas sering dipakai berjam-jam setiap hari.
5. Bagaimana cara menghitung konsumsi listrik kipas angin?
Kalikan daya (watt) dengan lama pemakaian (jam), lalu bagi 1.000 untuk mendapat kWh. Kalikan hasilnya dengan tarif listrik per kWh di tagihanmu.
(kpl/ibr)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8
