Kata Bijak Adab Lebih Tinggi dari Ilmu: Fondasi Akhlak dalam Menuntut Ilmu
kata bijak adab lebih tinggi dari ilmu
Kapanlagi.com - Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita bertemu dengan orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi namun kurang memperhatikan adab dan sopan santun. Padahal, kata bijak adab lebih tinggi dari ilmu mengajarkan bahwa akhlak mulia merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu.
Pepatah Arab "Al adabu fauqol 'ilmi" yang berarti adab itu lebih tinggi dari ilmu, mengingatkan kita bahwa ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan. Mengutip dari buku Al-Hadits karya DRS. Abdul Haris, disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib pernah berpesan kepada para ulama untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki dengan adab yang baik.
Konsep kata bijak adab lebih tinggi dari ilmu ini menjadi pengingat bahwa kepintaran seseorang tidak akan ada harganya apabila tidak dihiasi dengan akhlak yang mulia. Sebab ilmu akan menjadi berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain jika tidak dibarengi dengan etika yang baik.
Advertisement
1. Makna dan Pengertian Adab Lebih Tinggi dari Ilmu
Konsep adab lebih tinggi dari ilmu mengajarkan bahwa tata krama, etika, dan akhlak mulia memiliki kedudukan yang lebih utama dibandingkan sekadar penguasaan ilmu pengetahuan. Adab dalam konteks ini mencakup sopan santun, rendah hati, menghormati orang lain, dan kemampuan menempatkan diri dengan baik dalam berbagai situasi.
Mengutip dari buku Akhlak karya Bisri, M.Fil.I, dijelaskan bahwa adab bergaul merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Cara bergaul yang baik terhadap orang yang lebih tua, teman sebaya, maupun yang lebih muda mencerminkan tingkat adab seseorang.
Imam Malik pernah berkata kepada salah seorang pemuda Quraisy tentang pentingnya mendahulukan adab: "Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu." Pernyataan ini menunjukkan bahwa adab merupakan prasyarat dalam menuntut ilmu yang berkah dan bermanfaat.
Dalam konteks pendidikan Islam, adab tidak hanya berkaitan dengan sopan santun lahiriah, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan jiwa yang mulia. Seseorang yang beradab akan mampu menggunakan ilmunya untuk kebaikan dan kemaslahatan umat, bukan untuk kesombongan atau merugikan orang lain.
2. Pentingnya Mendahulukan Adab Sebelum Ilmu
Dalam tradisi pendidikan Islam, para ulama selalu menekankan pentingnya mempelajari adab terlebih dahulu sebelum mendalami ilmu. Hal ini bukan tanpa alasan, karena adab berfungsi sebagai fondasi yang akan menentukan bagaimana seseorang menggunakan ilmu yang dimilikinya.
- Mencegah Kesombongan: Adab mengajarkan kerendahan hati sehingga ilmu yang diperoleh tidak membuat seseorang menjadi sombong dan merasa paling benar.
- Memudahkan Pemahaman Ilmu: Yusuf bin Al Husain berkata bahwa dengan mempelajari adab, seseorang akan mudah memahami ilmu yang dipelajarinya.
- Menjaga Hubungan Sosial: Adab membantu seseorang dalam berinteraksi dengan guru, teman, dan masyarakat secara harmonis.
- Membentuk Karakter Mulia: Adab membentuk kepribadian yang santun, sabar, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi.
- Menjamin Keberkahan Ilmu: Ilmu yang diperoleh dengan adab yang baik akan mendatangkan keberkahan dan manfaat yang luas.
- Menciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif: Adab menciptakan suasana belajar yang nyaman dan saling menghormati.
Mengutip dari Ensiklopedi Budaya Islam Nusantara yang disusun Tim Kementerian Agama, dijelaskan bahwa mahfuzhat atau kata-kata bijak dalam tradisi Islam selalu menekankan pentingnya adab sebagai bagian dari hikmah kehidupan.
3. Adab dalam Menuntut Ilmu dan Bergaul dengan Guru
Hubungan antara murid dan guru dalam Islam memiliki dimensi yang sangat sakral dan memerlukan adab khusus. Seorang penuntut ilmu harus memahami tata cara yang benar dalam berinteraksi dengan gurunya agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah.
- Menghormati dan Memuliakan Guru: Guru adalah orang yang telah berjasa memberikan ilmu, sehingga layak mendapat penghormatan setinggi-tingginya.
- Mendengarkan dengan Seksama: Ketika guru menyampaikan pelajaran, murid harus mendengarkan dengan penuh perhatian dan tidak menyela.
- Bertanya dengan Sopan: Jika ada hal yang kurang dipahami, bertanyalah dengan cara yang santun dan pada waktu yang tepat.
- Tidak Merasa Lebih Pintar: Meskipun memiliki pengetahuan, murid tidak boleh merasa lebih pintar dari gurunya.
- Mengamalkan Ilmu yang Diperoleh: Bentuk penghormatan terbaik kepada guru adalah dengan mengamalkan ilmu yang telah diajarkan.
- Mendoakan Kebaikan Guru: Selalu mendoakan guru agar mendapat kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT.
Dalam buku Filsafat Pendidikan Islam karya A. Heris Hermawan, disebutkan bahwa menurut Al-Ghazali, guru adalah orang yang berusaha membimbing, meningkatkan, menyempurnakan, dan mensucikan hati sehingga menjadi dekat dengan khaliqnya.
4. Implementasi Adab dalam Kehidupan Sehari-hari
Adab tidak hanya berlaku dalam konteks pendidikan formal, tetapi juga harus diimplementasikan dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Penerapan adab yang konsisten akan membentuk karakter yang mulia dan dihormati oleh masyarakat.
Dalam berinteraksi dengan keluarga, adab mengajarkan untuk menghormati orang tua, menyayangi saudara, dan menjaga silaturahmi. Ketika bergaul dengan teman sebaya, adab mengajarkan untuk saling menghormati, jujur, dan saling membantu dalam kebaikan.
Di lingkungan kerja, adab terwujud dalam bentuk profesionalisme, kejujuran, dan tanggung jawab. Dalam bermasyarakat, adab ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, menjaga kerukunan, dan menghormati perbedaan.
Bahkan dalam era digital saat ini, adab juga perlu diterapkan dalam bermedia sosial. Menggunakan bahasa yang santun, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan menghormati privasi orang lain merupakan bentuk adab di dunia maya.
5. Dampak Positif Mengutamakan Adab dalam Menuntut Ilmu
Ketika seseorang mengutamakan adab dalam menuntut ilmu, akan timbul berbagai dampak positif yang tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri tetapi juga oleh lingkungan sekitar. Dampak-dampak positif ini menjadi bukti nyata bahwa adab memang lebih tinggi dari sekadar penguasaan ilmu.
- Terbentuknya Karakter yang Mulia: Adab membentuk kepribadian yang santun, sabar, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
- Kemudahan dalam Berinteraksi Sosial: Orang yang beradab akan mudah diterima dan dihormati dalam berbagai lingkungan sosial.
- Keberkahan dalam Ilmu: Ilmu yang diperoleh dengan adab yang baik akan mendatangkan manfaat yang luas dan berkelanjutan.
- Menjadi Teladan bagi Orang Lain: Perilaku yang beradab akan menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan.
- Terciptanya Lingkungan yang Harmonis: Adab menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar dan berkarya bersama.
- Mendapat Ridha Allah SWT: Adab yang baik merupakan bentuk ibadah yang akan mendapat pahala dari Allah SWT.
Mengutip dari buku Al-Hadits, disebutkan bahwa amal shaleh yang dilakukan dengan adab yang baik akan menjadi syafaat bagi pelakunya di akhirat kelak.
6. FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa yang dimaksud dengan adab lebih tinggi dari ilmu?
Adab lebih tinggi dari ilmu berarti bahwa tata krama, etika, dan akhlak mulia memiliki kedudukan yang lebih utama dibandingkan sekadar penguasaan ilmu pengetahuan. Konsep ini mengajarkan bahwa ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan dan tidak bermanfaat.
Mengapa adab harus dipelajari sebelum ilmu?
Adab harus dipelajari sebelum ilmu karena berfungsi sebagai fondasi yang menentukan bagaimana seseorang menggunakan ilmunya. Dengan adab yang baik, seseorang akan terhindar dari kesombongan dan mampu menggunakan ilmu untuk kebaikan bersama.
Bagaimana cara menerapkan adab dalam menuntut ilmu?
Adab dalam menuntut ilmu dapat diterapkan dengan menghormati guru, mendengarkan dengan seksama, bertanya dengan sopan, tidak merasa lebih pintar, mengamalkan ilmu yang diperoleh, dan selalu mendoakan kebaikan untuk guru dan sesama.
Apa dampak negatif jika seseorang berilmu tinggi tapi tidak beradab?
Seseorang yang berilmu tinggi tapi tidak beradab akan cenderung sombong, meremehkan orang lain, sulit berinteraksi sosial, dan menggunakan ilmunya untuk kepentingan pribadi atau bahkan merugikan orang lain. Ilmu yang dimilikinya tidak akan mendatangkan keberkahan.
Apakah orang yang beradab pasti berilmu?
Orang yang beradab belum tentu memiliki ilmu pengetahuan yang luas, tetapi mereka memiliki kebijaksanaan dalam berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Namun, idealnya seseorang harus memiliki keduanya: ilmu yang tinggi dan adab yang mulia.
Bagaimana cara mengajarkan adab kepada anak-anak?
Adab dapat diajarkan kepada anak-anak melalui keteladanan, pembiasaan perilaku baik, memberikan penjelasan tentang pentingnya sopan santun, menciptakan lingkungan yang kondusif, dan memberikan apresiasi ketika anak berperilaku baik.
Apakah adab hanya berlaku dalam konteks agama?
Meskipun konsep adab berasal dari ajaran Islam, prinsip-prinsip adab seperti sopan santun, menghormati orang lain, dan berperilaku baik merupakan nilai universal yang berlaku dalam semua aspek kehidupan, baik dalam konteks agama maupun sosial kemasyarakatan.
(kpl/cmk)
Advertisement