Sholawat Badar Lirik: Bacaan Lengkap Arab, Latin, Terjemahan, Sejarah, dan Keutamaannya

Sholawat Badar Lirik: Bacaan Lengkap Arab, Latin, Terjemahan, Sejarah, dan Keutamaannya
sholawat badar lirik (h)

Kapanlagi.com - Mencari sholawat badar lirik lengkap untuk diamalkan setiap hari? Bacaan ini termasuk syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang paling populer dan mudah dihafal di Indonesia.

Daya tarik lirik Sholawat Badar terletak pada bahasanya yang sederhana namun sarat doa keselamatan. Karena itu, sholawat ini kerap berkumandang di majelis taklim, pengajian, hingga acara peringatan hari besar Islam.

Mengacu pada kajian dalam jurnal Diwan terbitan UIN Alauddin, Sholawat Badar bukan sekadar teks sastra dan doa biasa, melainkan teks keagamaan yang berkedudukan istimewa bagi warga Nahdliyin dan diperlakukan sebagai syair wajib yang sangat bermakna. Uraian berikut mengupas bacaannya secara lengkap, mulai dari teks Arab dan Latin, terjemahan, sejarah, makna, hingga keutamaannya.

1. Apa Itu Sholawat Badar?

Sholawat Badar adalah syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang digubah oleh seorang kiai Nahdlatul Ulama (NU). Sholawat ini berisi pujian agung kepada Nabi Muhammad SAW dan para mujahid yang gugur dalam Perang Badar, sekaligus mengandung doa permohonan ampunan, keselamatan, dan keberkahan dari Allah SWT. Isi lirik Sholawat Badar diawali dengan sholawat, lalu tawassul dengan nama Allah serta para nabi.

Sebagaimana disampaikan Kemendikbudristek melalui registrasi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, sholawat merupakan bentuk pujian sekaligus cara umat Islam bersilaturahmi kepada Nabi Muhammad SAW. Nilai kulturalnya juga diakui negara, sebab pada Oktober 2022 Sholawat Badar resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berasal dari Provinsi Jawa Timur, tertuang dalam sertifikat resmi bertanggal 21 Oktober 2022.

Dari sisi susunan, teks Sholawat Badar terbilang ringkas dan berpola. Menurut catatan NU Online, sholawat ini dikarang pada 1960-an dan aslinya berisi 24 bait dengan dua baris di tiap baitnya, meski dalam berbagai kumpulan bacaan sering dijumpai tersusun atas 28 bait yang penuh makna. Setiap bait ditutup dengan penggalan khas "bi ahlil badri yaa Allaah".

Karena mudah dilafalkan, banyak orang mencari lirik Sholawat Badar untuk dihafal dan diamalkan. Jika Anda ingin memperkaya perbendaharaan, tersedia pula bacaan sholawat Nabi beserta keutamaannya maupun bacaan Sholawat Jibril yang sama-sama singkat. Baca juga: kumpulan lirik lagu sholawat lengkap beserta maknanya.

2. Sejarah dan Asal-Usul Sholawat Badar

Dalam buku Shalawat Populer karya Tuan Guru KH Suhaidi Ghazali dan Dr. Shabri Shaleh Anwar, dijelaskan bahwa Sholawat Badar disusun oleh Kiai Ali Mansur dari Banyuwangi, cucu KH Muhammad Shiddiq Jember, sekitar tahun 1960, ketika beliau menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi sekaligus Ketua PCNU setempat. Kemahiran menyusun syair berbahasa Arab ini diperolehnya sejak menuntut ilmu di pesantren.

Lahirnya sholawat ini berkelindan dengan kisah spiritual dan situasi zaman. Sebelum menggubahnya, Kiai Ali Manshur bermimpi didatangi para habib berjubah putih-hijau, sementara pada malam yang sama sang istri bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Peristiwa itu berpadu dengan kegelisahan hatinya memikirkan situasi politik yang tidak menguntungkan NU, yang saat itu bersaing dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sholawat Badar kemudian menempati posisi istimewa dalam sejarah bangsa. Selama masa pemberontakan 30 September 1965, Sholawat Badar digunakan kader NU untuk menyemangati diri dan sebagai simbol pembeda dengan lagu Genjer-Genjer yang kala itu identik dengan PKI. Semangat cinta kepada Nabi seperti ini pula yang terus dirawat umat, salah satunya lewat tradisi peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah.

Nama penggubahnya sempat lama tidak dikenal luas. Sebelum tahun 1989 Shalawat Badar populer tetapi masih anonim, hingga pada Muktamar NU ke-28 di Krapyak Yogyakarta, Gus Dur menyampaikan bahwa sholawat ini diciptakan KH Ali Manshur, dan sejak itu ia dikenal sebagai penciptanya. Menegaskan hal tersebut, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dikutip dari NU Online, menjawab pertanyaan tentang keaslian karya itu, "Karya ini, jelas karya (kiai) Jawa."

Setelah momentum itu, sholawat ini terus menggema dan menyebar ke berbagai penjuru dunia; sang pengarang, KH Ali Manshur, wafat pada 24 Maret 1971 dan dimakamkan di Maibit, Rengel, Tuban, Jawa Timur. Baca juga: lirik dan makna lagu Sholawat Badar versi Haddad Alwi.

3. Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemahan

Berikut sholawat badar lirik yang dapat diamalkan, disajikan dalam teks Arab, Latin, serta terjemahannya. Dua bait pembuka ditampilkan lengkap dengan tulisan Arab, sedangkan bait selanjutnya dihadirkan dalam Latin dan arti agar mudah dibaca dan dihafal.

Bait 1

صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى طٰهَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى يٰس حَبِيْبِ اللهِ تَوَسَّلْنَا بِبِسْمِ اللهِ وَبِالْهَادِيْ رَسُوْلِ اللهِ وَكُلِّ مُجَاهِدٍ لِلّٰهِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

Latin: Shalaatullaah salaamullaah 'alaa thaaha Rasuulillaah, Shalaatullaah salaamullaah 'alaa yaa siin habiibillaah. Tawassalnaa bibismillaah wabil haadi Rasuulillaah, wakulli mujaahidin lillaah bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Thaha utusan Allah. Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah. Kami berwasilah dengan berkah "Basmalah", dan dengan Nabi yang menunjukkan lagi utusan Allah. Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah, sebab berkahnya sahabat ahli Badar ya Allah.

Bait 2

إِلٰهِيْ سَلِّمِ الْأُمَّةَ مِنَ الْاٰفَاتِ وَالنِّقْمَةِ وَمِنْ هَمٍّ وَمِنْ غُمَّةٍ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اَللهُ

Latin: Ilaahi sallimil ummah minal aafaati wanniqmah, wamin hammin wamin ghummah bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Ya Allah, selamatkanlah umat dari bencana dan siksa, serta dari kesusahan dan kesulitan, lantaran berkah pejuang Badar, ya Allah.

Bait 3

Latin: Ilaahi najjinaa waksyif jamii'a adziyyatin washrif, makaa idal 'idaa wal thuf bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Ya Allah, selamatkanlah kami dari semua yang menyakitkan, jauhkanlah tipu daya musuh-musuh, dan kasihanilah kami, sebab berkahnya sahabat ahli Badar ya Allah.

Bait 4

Latin: Ilaahii naffisil kurbaa minal 'ashiina wal 'athbaa, wakulli baliyyatin wawabaa bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Ya Allah, hilangkanlah kesusahan dari orang-orang yang bermaksiat dan segala kerusakan, serta jauhkanlah semua bencana dan wabah penyakit, sebab berkahnya sahabat ahli Badar ya Allah.

Bait 5

Latin: Fakam min rahmatin hashalat wakam min dzillatin fashalat, wakam min ni'matin washalat bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Sudah banyak rahmat yang berhasil diraih dan kehinaan yang dihilangkan, serta nikmat yang telah sampai, sebab berkahnya sahabat ahli Badar ya Allah.

Bait 6

Latin: Wakam aghnaita dzal 'umri wakam aulaita dzal faqri, wakam 'aafaita dzal widzri bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Sudah berapa kali Engkau memberi kekayaan kepada orang yang makmur, memberi nikmat kepada orang fakir, dan mengampuni orang yang berdosa, sebab berkahnya ahli Badar ya Allah.

Bait 7

Latin: Laqad dhaaqat 'alal qalbi jamii'ul ardhi ma' rahbi, fanji minal balaaish sha'bi bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Sungguh hati terasa sempit di atas tanah yang luas ini; maka selamatkanlah kami dari bencana yang sulit, sebab berkahnya ahli Badar ya Allah.

Bait 8

Latin: Atainaa thaalibir rifqi wajullil khairi was sa'di, fawassi' minhata ailaidii bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Kami datang memohon kemudahan serta seluruh kebaikan dan kebahagiaan; maka luaskanlah pemberian tangan-Mu, sebab berkahnya ahli Badar ya Allah.

Bait 9

Latin: Falaa tardud ma'al khaibah balij'alnaa 'alath thayyibah, ayaa dzal 'izzi wal haibah bi ahlil badri Yaa Allaah.

Artinya: Janganlah Engkau menolak kami dengan kegagalan, bahkan jadikanlah kami dalam kebaikan. Wahai Pemilik keagungan dan kewibawaan, sebab berkahnya ahli Badar ya Allah.

Bait-bait berikutnya masih berisi permohonan ampunan, rezeki, dan ditutup dengan sholawat atas Nabi beserta keluarganya. Selain teks di atas, Anda juga dapat menelusuri lirik sholawat lain seperti Ya Badrotim, Assalamualaik, Enta Eih, hingga Sholawat Mughrom.

4. Makna dan Kandungan Lirik Sholawat Badar

Setiap bait Sholawat Badar tersusun rapi dengan tema yang saling berkaitan. Dari sudut pandang redaksi, kandungan liriknya dapat dipetakan menjadi beberapa bagian utama berikut.

  1. Sholawat dan salam untuk Nabi. Bait pembuka melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Rasulullah SAW yang disebut dengan gelar Thaha dan Yasin, dua panggilan kehormatan dalam Al-Qur'an.
  2. Tawassul dengan nama Allah dan Nabi. Lirik menegaskan permohonan yang diawali dengan basmalah dan perantara Nabi sebagai pembawa petunjuk.
  3. Tawassul dengan berkah ahli Badar. Frasa "bi ahlil badri yaa Allaah" yang berulang menjadi napas doa, mengenang para sahabat yang berjuang dalam Perang Badar.
  4. Doa keselamatan umat. Terdapat permohonan agar umat dijauhkan dari bencana, siksa, kesusahan, wabah penyakit, serta tipu daya musuh.
  5. Permohonan ampunan dan rezeki. Bait pertengahan memuat harapan akan ampunan dosa, keluasan rezeki, dan tercukupinya hajat.
  6. Penutup berupa sholawat. Rangkaian diakhiri dengan sholawat tanpa batas kepada Nabi beserta keluarga dan para sayyid yang mulia.

Keunikan gaya bahasa inilah yang membuatnya terasa dekat dengan lidah orang Indonesia. Sebagaimana termuat dalam buku Sang Pencipta Shalawat Badar KHR Ali Manshur, Gus Dur dalam kata pengantarnya menilai syair ini berciri meng-Indonesia dan bernuansa balaghah Jawa, sehingga mudah dipahami maknanya. Nuansa doa yang serupa juga terasa dalam bacaan Sholawat Haji maupun sholawat bulan Dzulhijjah yang lazim diamalkan.

5. Keutamaan dan Waktu Terbaik Mengamalkan Sholawat Badar

Membaca sholawat merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Perintah bersholawat tercantum langsung dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bersholawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi. Bahkan, Nabi SAW bersabda, barang siapa bersholawat kepadanya satu kali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali (HR Muslim). Berikut beberapa keutamaan yang diyakini dari mengamalkan lirik Sholawat Badar secara istikamah.

  1. Menenangkan hati. Dengan membaca Sholawat Badar, seseorang diyakini akan merasa lebih tenteram hatinya.
  2. Menjadi wasilah terkabulnya doa. Isi liriknya yang penuh permohonan menjadikannya sarana memohon hajat kepada Allah SWT.
  3. Mendekatkan diri dan meraih syafaat Nabi. Sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah, sholawat menjadi jalan mengharap syafaat di hari akhir.
  4. Sumber semangat dan energi positif. Ritmenya yang khas membuatnya kerap dijadikan sholawat penyemangat dalam majelis.
  5. Memohon perlindungan dari mara bahaya. Liriknya sarat doa agar dijauhkan dari bencana, wabah, dan keburukan.
  6. Merawat identitas dan cinta tanah air. Nilai historisnya memperteguh komitmen menjaga kebaikan bersama.

Adapun waktunya, sholawat dapat dibaca kapan saja tanpa batasan. Meski begitu, banyak yang mengamalkannya setelah menunaikan sholat Dhuha dan sholat fardhu, atau dirangkai bersama amalan dzikir agar doa cepat dikabulkan. Baca juga: amalan hari Arafah sesuai sunnah, dzikir hari Arafah, serta dzikir dan istighfar saat puasa Dzulhijjah.

Menghafalkan sholawat badar lirik memang membutuhkan proses, tetapi manfaatnya terasa dalam keseharian. Konsistensi seperti ini pula yang dianjurkan dalam beragam amalan sunnah, termasuk sholat sunnah dan amalan terbaik untuk meraih pahala berlipat yang bisa dijadikan rutinitas.

6. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sholawat Badar

Siapa pencipta Sholawat Badar?

Sholawat Badar diciptakan oleh KH Ali Manshur Shiddiq, seorang ulama NU yang merupakan cucu KH Muhammad Shiddiq Jember, sekitar tahun 1960 ketika beliau berkhidmat di Banyuwangi. Nama beliau baru dikenal luas sebagai pengarangnya setelah Gus Dur mengungkapkannya di forum Muktamar NU.

Apa arti dan isi Sholawat Badar?

Sholawat Badar adalah syair pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW yang bertawassul dengan nama Allah, para nabi, serta berkah para sahabat ahli Perang Badar. Isinya memohon keselamatan, ampunan, keberkahan, dan perlindungan dari berbagai bencana bagi umat.

Apa keutamaan mengamalkan Sholawat Badar?

Secara umum, mengamalkan Sholawat Badar diyakini mendatangkan ketenangan hati, menjadi wasilah terkabulnya doa, sarana meraih syafaat Nabi, serta pengingat untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Bacaan ini bisa diamalkan kapan saja, dan lebih utama dilakukan setelah sholat fardhu.

Daftar Referensi

  1. UIN Alauddin. Diwan: Social Semiotic Reading of Shalawat Badar. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/diwan/article/download/31652/16627/104981
  2. NU Online. Gus Dur, Kiai Ali Manshur, dan Shalawat Badar. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://www.nu.or.id/tokoh/gus-dur-kiai-ali-manshur-dan-shalawat-badar-MqD77
  3. Quran NU Online. Kumpulan Doa Shalawat Arab, Latin dan Terjemah. Diakses pada 21 Agustus 2026, dari https://quran.nu.or.id/doa/shalawat

(kpl/cel)

Rekomendasi

Trending