Dzikir dan Istighfar Saat Puasa Dzulhijjah, Amalan Ringan Berpahala Besar

Dzikir dan Istighfar Saat Puasa Dzulhijjah, Amalan Ringan Berpahala Besar
dzikir dan istighfar saat puasa dzulhijjah (h)

Kapanlagi.com - Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi musim ibadah yang sangat dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Memperbanyak dzikir dan istighfar saat puasa Dzulhijjah merupakan kombinasi amalan ringan yang mampu mendatangkan pahala berlipat ganda di sisi Allah SWT.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah sering disebut sebagai hari terbaik dalam setahun dan kesempatan kedua untuk memperoleh pengampunan dosa setelah Ramadan. Bagi yang tidak menunaikan ibadah haji, mengisi hari-hari mulia ini dengan dzikir dan istighfar saat puasa Dzulhijjah menjadi jalan utama mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Dzikir adalah amalan yang sederhana namun sangat kuat. Ketika dipadukan dengan puasa sunnah Dzulhijjah, dzikir dan istighfar menjadi sarana membersihkan hati serta meraih ampunan yang dijanjikan Allah pada hari-hari paling agung ini.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah termasuk waktu paling suci dalam kalender Islam, dan Nabi Muhammad SAW menegaskan, "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini" (HR Bukhari). Dilansir dari Islamic Relief Worldwide, amal kebaikan mendapat pahala berlipat selama Dzulhijjah, yang merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam kalender Islam, terutama dalam sepuluh hari pertamanya.

1. Pengertian Dzikir dan Istighfar dalam Konteks Puasa Dzulhijjah

Dzikir secara bahasa berarti mengingat, sedangkan secara istilah merujuk pada segala bentuk penyebutan dan pengagungan nama Allah SWT melalui lisan maupun hati. Dalam konteks 10 hari pertama Dzulhijjah, dzikir memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena Allah SWT sendiri bersumpah dengan hari-hari tersebut. Istighfar, di sisi lain, adalah permohonan ampunan kepada Allah yang menjadi penyempurna ibadah puasa. Ketika seseorang menjalankan puasa sunnah Dzulhijjah sembari memperbanyak dzikir dan istighfar, ia telah menggabungkan beberapa bentuk ketaatan utama dalam satu waktu.

Dzulhijjah (ذُو ٱلْحِجَّة) merupakan bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender Hijriah, yang secara harfiah berarti "bulan haji." Pada bulan inilah umat Islam dari seluruh penjuru dunia menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Namun bagi yang tidak berhaji, amalan dzikir dan puasa sunnah menjadi pintu utama meraih keberkahan yang sama besarnya.

(c)Ilustrasi AI

Al-Hafidz Ibn Hajar al-Asqalani, dikutip dari SAPA-USA, menyatakan, "Hari-hari ini tak tertandingi karena menggabungkan ibadah-ibadah utama: shalat, puasa, sedekah, dan haji."

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah waktu yang sempurna untuk istighfar yang tulus dan bertekad meninggalkan dosa. Puasa sunnah melatih pengendalian diri, sementara dzikir menjaga hati tetap terhubung dengan Allah sepanjang hari. Kombinasi keduanya menjadikan ibadah di bulan Dzulhijjah terasa lebih utuh dan bermakna secara spiritual.

2. Keutamaan Memperbanyak Dzikir dan Istighfar Saat Puasa Dzulhijjah

(c)Ilustrasi AI

Mengacu pada IslamQA.info, Allah SWT menjadikan beberapa waktu lebih utama dari waktu lainnya sebagai rahmat bagi hamba-Nya, agar mereka terdorong memperbanyak amal saleh dan mempersiapkan diri menghadap-Nya. Musim ibadah ini membawa banyak manfaat, termasuk kesempatan memperbaiki kekurangan dan menutupi apa yang mungkin terlewat. Berikut keutamaan memperbanyak dzikir dan istighfar saat puasa Dzulhijjah yang perlu diketahui setiap Muslim:

  1. Amal saleh paling dicintai Allah. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini." Ini berarti amal yang dikerjakan pada sepuluh hari ini lebih dicintai Allah dibanding amal serupa yang dilakukan di waktu lain sepanjang tahun.
  2. Pahala puasa setara satu tahun penuh. Nabi Muhammad SAW bersabda tentang puasa Dzulhijjah, "Satu hari berpuasa di waktu ini setara dengan puasa satu tahun penuh, dan ibadah satu malam setara dengan ibadah pada malam Lailatul Qadr" (HR Tirmidzi).
  3. Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun. Nabi SAW bersabda, "Berpuasa pada Hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" (HR Muslim). Pelajari lebih lanjut tentang keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah.
  4. Dzikir menanamkan pohon di surga. Bacaan SubhanAllah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar merupakan benih-benih tanaman di surga. Bentuk-bentuk dzikir ini diberikan melalui nasihat Nabi Ibrahim AS kepada Nabi Muhammad SAW pada malam Isra dan Mi'raj.
  5. Hari pembebasan dari neraka. Nabi SAW bersabda, "Allah membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari neraka pada Hari Arafah dibanding hari lainnya" (HR Muslim).
  6. Perintah langsung dari Al-Quran. Allah SWT berfirman, "Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan" (QS. Al-Hajj: 28). Mayoritas ulama sepakat bahwa "hari-hari yang telah ditentukan" merujuk pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
  7. Menghidupkan sunnah yang terlupakan. Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa menghidupkan kembali satu aspek sunnahku yang terlupakan setelah wafatku, ia mendapat pahala setara dengan orang-orang yang mengikutinya" (HR Tirmidzi).

3. Macam-Macam Bacaan Dzikir dan Istighfar Saat Puasa Dzulhijjah

(c)Ilustrasi AI

Sebagaimana dikutip dari Yaqeen Institute, selama 10 hari pertama Dzulhijjah, disunnahkan memperbanyak bacaan tahlil, takbir, dan tahmid. Berada dalam keadaan terus-menerus mengingat Allah memungkinkan kita terhubung dengan-Nya sepanjang hari, mengingatkan kita pada tujuan hidup bahkan di tengah aktivitas paling biasa sekalipun. Berikut bacaan dzikir dan istighfar yang dianjurkan saat menjalani puasa 10 hari pertama Dzulhijjah:

  1. Takbir (Allahu Akbar)

    Takbir merupakan dzikir paling khas di bulan Dzulhijjah. Disunnahkan mengucapkannya dengan suara keras di masjid, rumah, jalan, dan setiap tempat yang diizinkan untuk mengingat Allah, sebagai bentuk ibadah dan pernyataan keagungan Allah SWT. Bacaan takbir yang sering diamalkan:

    اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.

    Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah."

  2. Tahlil (Laa ilaaha illallah)

    Tahlil adalah bentuk pengakuan tauhid yang menjadi inti keimanan. Nabi SAW bersabda bahwa bentuk dzikir terbaik adalah La ilaha illallah, maka basahilah lidahmu dengan kalimat tersebut. Bacaan tahlil lengkap yang dianjurkan:

    لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir.

    Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

  3. Tahmid (Alhamdulillah)

    Alhamdulillah — "Segala puji bagi Allah." Ungkapan syukur ini menjadi salah satu dzikir yang sangat dicintai Allah. Di bulan Dzulhijjah, bacaan tahmid menjadi pengingat akan nikmat yang tak terhitung jumlahnya.

  4. Tasbih (SubhanAllah)

    Bertasbih berarti menyucikan Allah dari segala kekurangan. Bacaan tasbih yang sangat dianjurkan:

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ

    Subhanallahi wa bihamdihi subhanallahil adzim.

    Artinya: "Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung." Merujuk Muslim Hands UK, membaca SubhanAllahi wa bihamdihi seratus kali sehari akan menghapus dosa, betapapun beratnya dosa tersebut.

  5. Istighfar (Astaghfirullah)

    Istighfar adalah permohonan ampunan yang menyempurnakan seluruh rangkaian dzikir di bulan Dzulhijjah. Astaghfirullah — "Aku memohon ampun kepada Allah." Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah, "Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di 10 hari pertama Dzulhijjah, perbanyaklah istighfar.

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

    Astaghfirullahal adzim.

    Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Baca juga: Dzikir Bulan Dzulhijjah Lengkap dengan Bacaan Arab Latin dan Keutamaannya

4. Waktu Terbaik Berdzikir dan Beristighfar Selama Puasa Dzulhijjah

(c)Ilustrasi AI

Salah satu keistimewaan dzikir dan istighfar saat puasa Dzulhijjah adalah fleksibilitas waktu pelaksanaannya. Anda tidak harus berada di atas sajadah untuk melakukannya; dzikir bisa dibaca sambil berkendara, memasak, atau berjalan kaki. Meskipun demikian, ada waktu-waktu tertentu yang memiliki keutamaan lebih besar dibanding waktu lainnya, sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal oleh setiap Muslim yang sedang menjalani puasa Dzulhijjah.

Takbir mutlak dimulai sejak awal bulan Dzulhijjah hingga hari-hari Idul Adha, sedangkan takbir muqayyad terbatas pada waktu setelah shalat wajib. Takbir mutlak boleh dibaca di mana saja — di rumah, di jalan, di pasar, maupun di masjid — dan tidak terikat pada waktu-waktu shalat. Sementara itu, selama sembilan hari pertama, takbir mutlak dianjurkan setiap saat. Kemudian mulai Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah, takbir tasyrik yang bersifat muqayyad dibacakan dengan suara keras setelah setiap shalat berjamaah.

Puncak dari seluruh rangkaian dzikir dan istighfar berada pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah). Nabi SAW bersabda, "Doa yang paling utama adalah doa pada Hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah" (HR Muwatta Malik). Bagi yang sedang berpuasa Arafah, waktu menjelang berbuka menjadi momen sangat istimewa untuk memanjatkan doa dan memperbanyak istighfar. Ketahui juga keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah agar semakin termotivasi beribadah.

Berdasarkan penjelasan SAPA-USA, dianjurkan untuk melaksanakan shalat taubat dua rakaat dan memanjatkan doa yang tulus, seperti bacaan "Astaghfirullah wa atubu ilayh" (Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya). Waktu setelah shalat fardhu juga sangat baik untuk dzikir. Bacaan SubhanAllah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali setelah shalat lima waktu menjadi amalan ringan yang melengkapi ibadah puasa sunnah. Pelajari juga bacaan dzikir dan doa setelah sholat Tahajud untuk memperkaya amalan malam hari.

5. Tips Menjaga Konsistensi Dzikir dan Istighfar di Bulan Dzulhijjah

(c)Ilustrasi AI

Memperbanyak dzikir juga bisa membantu mereka yang berada di rumah selama musim ini untuk merasa terhubung dengan jamaah haji — jika bukan dalam tindakan, setidaknya dalam semangat dan pahala. Berikut beberapa tips praktis agar dzikir dan istighfar saat puasa Dzulhijjah tetap konsisten hingga Hari Raya Idul Adha tiba:

  1. Tetapkan target harian yang realistis. Sediakan waktu khusus 10–15 menit setiap hari untuk berdzikir, gunakan aplikasi pengingat digital, dan tulis target harian agar konsistensi terjaga. Catat perkembangan di jurnal ibadah pribadi.
  2. Kaitkan dzikir dengan aktivitas rutin. Tetapkan jadwal atau kaitkan bacaan dzikir dengan aktivitas yang sudah rutin dilakukan. Misalnya, baca satu halaman Al-Quran setelah shalat fardhu. Setelah membangun kebiasaan selama 10 hari, kebiasaan ini bisa dibawa untuk seumur hidup.
  3. Ajak keluarga berdzikir bersama. Momen sahur dan berbuka puasa Dzulhijjah bisa dijadikan waktu berdzikir berjamaah di rumah. Suasana spiritual yang terbangun akan memperkuat semangat ibadah seluruh anggota keluarga.
  4. Gunakan penghitung dzikir. Banyak orang merasa terbantu dengan menggunakan penghitung dzikir atau menggunakan jari untuk tetap fokus.
  5. Padukan dzikir dengan amalan lain. Selain puasa dan dzikir, lengkapi ibadah dengan membaca sholawat, bersedekah, dan membaca Al-Quran untuk memaksimalkan pahala.
  6. Niatkan sebagai persiapan spiritual. Ini juga merupakan kesempatan berharga untuk kembali kepada Allah dalam taubat yang tulus, memohon ampunan, dan memperbaiki amalan. Jadikan 10 hari pertama Dzulhijjah sebagai momen evaluasi diri menjelang pelaksanaan ibadah kurban.
  7. Pelajari makna setiap bacaan. Memahami arti bacaan dzikir membuat hati lebih khusyuk. Tujuannya adalah memastikan bahwa meskipun tubuh sibuk dengan urusan duniawi, jiwa tetap sibuk mengingat Sang Pencipta. Simak juga bacaan dzikir 10 hari pertama Dzulhijjah beserta artinya sebagai panduan lengkap.

Keistimewaan 10 hari pertama Dzulhijjah terletak pada kesempatan untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menggabungkan berbagai bentuk ibadah yang tidak mungkin dilakukan di waktu lain sepanjang tahun. Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, ketahui panduan tentang hukum menggabungkan puasa qadha dengan puasa Dzulhijjah. Meskipun tidak sedang berhaji, setiap Muslim tetap bisa meraih pahala luar biasa melalui ibadah sunnah yang pahalanya setara haji dan umrah.

6. FAQ Seputar Dzikir dan Istighfar Saat Puasa Dzulhijjah

1. Apa saja dzikir yang paling utama dibaca saat puasa Dzulhijjah?

Hadis riwayat Ahmad secara khusus menyebutkan tiga jenis dzikir utama, yaitu tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar), dan tahmid (Alhamdulillah). Selain itu, tasbih dan istighfar juga sangat dianjurkan untuk melengkapi amalan dzikir di sepanjang 10 hari pertama. Ketiga bacaan utama ini bisa digabung dalam satu rangkaian dan dibaca kapan saja selama puasa Dzulhijjah. Ketahui juga ibadah di bulan Dzulhijjah lainnya yang dianjurkan.

2. Kapan waktu terbaik untuk berdzikir dan beristighfar selama puasa Dzulhijjah?

Waktu terbaik adalah sepanjang 10 hari pertama Dzulhijjah, dengan penekanan khusus pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah). Dzikir bisa dilakukan kapan saja — pagi, siang, sore, dan malam — baik setelah shalat fardhu, saat beraktivitas, maupun dalam waktu khusus yang diluangkan untuk ibadah. Waktu menjelang berbuka puasa sunnah juga menjadi momen mustajab untuk berdoa dan beristighfar.

3. Apakah orang yang tidak berhaji tetap bisa meraih keutamaan dzikir dan puasa Dzulhijjah?

Tentu saja. Meskipun tidak menunaikan haji, setiap Muslim tetap bisa meraih pahala besar melalui amalan-amalan seperti memperbanyak dzikir, berpuasa sunnah (terutama hari Arafah), bersedekah, shalat tahajud, membaca Al-Quran, dan berkurban bagi yang mampu. Pahala dzikir dan istighfar saat puasa Dzulhijjah tetap dilipatgandakan Allah SWT tanpa terkecuali bagi seluruh umat Islam di mana pun berada. Simak juga ucapan Idul Adha yang benar menurut Islam untuk menyempurnakan ibadah di penghujung Dzulhijjah.

Daftar Referensi

  1. Islamic Relief Worldwide. Fasting in Dhul Hijjah 2026. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamic-relief.org/qurbani/fasting-in-dhul-hijjah/
  2. IslamQA.info. Virtues of the Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://islamqa.info/en/answers/1699
  3. Yaqeen Institute. A Sacred Invitation: What to Do in the First 10 Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://yaqeeninstitute.org/read/blog/a-sacred-invitation-what-to-do-in-the-first-10-days-of-dhul-hijjah
  4. Muslim Hands UK. Nine Sunnahs to Follow on the First Ten Days of Dhul Hijjah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://muslimhands.org.uk/islamic-resources/nine-sunnahs-to-follow-on-the-first-ten-days-of-dhul-hijjah
  5. SAPA-USA. Essential Sunnah Practices for the First Ten Days of Dhul-Hijjah. Diakses pada 25 Mei 2026, dari https://sapa-usa.org/dhul-hijjah-sunnah-practices/

(kpl/fed)

Rekomendasi

Trending