7 Ciri Orang yang Membutuhkan Perhatian dari Banyak Orang, Sering Ingin Diakui

7 Ciri Orang yang Membutuhkan Perhatian dari Banyak Orang, Sering Ingin Diakui
Ciri Orang yang Membutuhkan Perhatian dari Banyak Orang

Kapanlagi.com - Setiap orang pada dasarnya membutuhkan perhatian, penerimaan, dan penghargaan dari lingkungan sosialnya. Mendapat respons positif dari orang lain dapat membuat seseorang merasa dihargai, diterima, dan memiliki hubungan yang berarti. Namun, pada sebagian orang, kebutuhan tersebut bisa terasa lebih kuat sehingga perhatian dari orang lain menjadi sesuatu yang terus dicari dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang membutuhkan perhatian dari banyak orang juga tidak selalu terlihat mencolok. Sebagian mungkin memang senang menjadi pusat perhatian, tetapi sebagian lainnya justru menunjukkannya melalui kebiasaan yang lebih halus, seperti sering mencari validasi, sangat memikirkan tanggapan orang lain, atau merasa kurang nyaman ketika keberadaannya tidak diperhatikan.

Karena itu, ciri-ciri berikut sebaiknya tidak digunakan untuk memberikan diagnosis atau melabeli seseorang. Perilaku manusia dipengaruhi banyak faktor, termasuk kepribadian, pengalaman hidup, hubungan sosial, dan situasi yang sedang dihadapi. Lantas apa saja ciri orang yang membutuhkan perhatian dari banyak orang? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (25/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Sering Mencari Validasi dari Orang Lain

Salah satu ciri orang yang membutuhkan perhatian dari banyak orang adalah sering mencari validasi eksternal. Validasi dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya ingin mendengar bahwa dirinya benar, menarik, hebat, berhasil, atau melakukan sesuatu dengan baik. Pujian dan respons positif dari orang lain kemudian menjadi salah satu sumber penting untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Kebiasaan ini bisa terlihat dari cara seseorang menceritakan pencapaian, meminta pendapat berkali-kali, atau merasa lega setelah mendapatkan respons yang sesuai harapan. Misalnya, seseorang mungkin sudah mengetahui bahwa hasil pekerjaannya cukup baik, tetapi tetap membutuhkan beberapa orang untuk mengatakan hal yang sama sebelum dirinya benar-benar merasa yakin.

Psikolog Brad Brenner, Ph.D., pendiri dan psikolog berlisensi di Therapy Group of DC, menjelaskan bahwa external validation berkaitan dengan kebutuhan terhadap persetujuan orang lain untuk merasa berharga. Ia juga menyoroti bahwa ketergantungan pada validasi eksternal dapat membuat seseorang semakin bergantung pada penilaian dari luar dirinya.

2. Merasa Tidak Nyaman Ketika Diabaikan

Orang yang sangat membutuhkan perhatian dapat menjadi lebih sensitif ketika merasa keberadaannya tidak diperhatikan. Ketika berada dalam sebuah percakapan, misalnya, ia mungkin merasa tidak nyaman apabila orang lain tidak merespons ceritanya, mengganti topik terlalu cepat, atau lebih memperhatikan orang lain.

Perasaan tersebut tidak selalu berarti seseorang ingin menjadi pusat perhatian sepanjang waktu. Bisa saja ia hanya sedang membutuhkan rasa terhubung dengan orang lain. Masalahnya muncul ketika perhatian menjadi ukuran utama untuk menentukan apakah dirinya dianggap penting atau tidak.

Akibatnya, situasi sederhana seperti pesan yang belum dibalas, unggahan yang tidak mendapat respons, atau teman yang sedang sibuk dapat ditafsirkan secara personal. Padahal, orang lain mungkin memiliki alasan yang sama sekali tidak berkaitan dengan dirinya.

3. Sering Berusaha Menjadi Pusat Perhatian

Ciri lainnya adalah kecenderungan untuk berusaha mendapatkan perhatian ketika berada di tengah kelompok. Bentuknya bisa sangat beragam, mulai dari sering membuka pembicaraan, membuat lelucon, menunjukkan pencapaian, sampai sengaja melakukan sesuatu yang membuat orang lain menoleh kepadanya.

Dalam kadar tertentu, perilaku seperti ini sebenarnya normal. Orang yang percaya diri, ekstrover, atau memang memiliki kemampuan komunikasi yang baik juga bisa sering berbicara dan menarik perhatian tanpa berarti memiliki kebutuhan perhatian yang berlebihan.

Yang lebih penting untuk diperhatikan adalah pola dan motivasinya. Jika seseorang merasa harus terus mendapatkan perhatian agar merasa berharga, atau menjadi sangat kecewa ketika perhatian beralih kepada orang lain, kebutuhan terhadap pengakuan mungkin memiliki peran lebih besar dalam perilakunya.

4. Sangat Memikirkan Penilaian Orang Lain

Orang yang membutuhkan banyak perhatian juga bisa sangat memikirkan bagaimana dirinya dilihat oleh orang lain. Ia mungkin berulang kali memikirkan apakah perkataannya terdengar menarik, apakah penampilannya mendapat respons positif, atau apakah orang lain menganggap dirinya berhasil.

Perhatian terhadap penilaian sosial sebenarnya merupakan bagian normal dari kehidupan manusia. Kita secara alami mempertimbangkan bagaimana perilaku kita diterima oleh lingkungan karena hubungan sosial merupakan bagian penting dari kehidupan. Namun, ketika penilaian tersebut terlalu dominan, seseorang dapat kesulitan merasa nyaman dengan dirinya sendiri tanpa mendapatkan respons positif.

Psikolog sosial Mark Leary, Ph.D., Professor Emeritus of Psychology and Neuroscience di Duke University, telah meneliti kebutuhan manusia terhadap penerimaan sosial serta bagaimana kekhawatiran mengenai kesan yang diberikan kepada orang lain dapat memengaruhi perilaku. Dalam penjelasannya, ia menyebut kebutuhan akan penerimaan dan rasa memiliki sebagai salah satu motivasi sosial yang sangat kuat.

5. Sering Membandingkan Respons yang Diterima dengan Orang Lain

Kebutuhan perhatian juga dapat terlihat melalui kebiasaan membandingkan respons sosial. Contohnya, seseorang mungkin memperhatikan berapa banyak orang yang menyukai unggahan miliknya dibandingkan unggahan teman, siapa yang mendapatkan pujian lebih banyak, atau siapa yang lebih sering diajak dalam sebuah kegiatan.

Perbandingan seperti ini dapat membuat perhatian menjadi semacam ukuran tidak tertulis mengenai nilai diri. Ketika mendapatkan lebih banyak respons, seseorang mungkin merasa lebih percaya diri. Sebaliknya, ketika orang lain memperoleh perhatian lebih besar, dirinya bisa merasa tersisih atau kurang dihargai.

Media sosial dapat membuat pola tersebut semakin mudah terlihat karena jumlah likes, komentar, tayangan, pengikut, dan bentuk interaksi lainnya dapat diamati secara langsung. Meski demikian, tidak semua orang yang memperhatikan angka-angka tersebut berarti memiliki masalah dengan kebutuhan perhatian. Konteks dan intensitas perilaku tetap perlu diperhatikan.

6. Sering Membagikan Pencapaian agar Mendapat Pengakuan

Menceritakan pencapaian bukan sesuatu yang salah. Seseorang tentu berhak merasa bangga atas hasil kerja kerasnya dan membagikan kabar baik kepada orang lain. Namun, pada orang dengan kebutuhan pengakuan yang kuat, menceritakan pencapaian dapat menjadi cara utama untuk mendapatkan perhatian dan memastikan dirinya dianggap berhasil.

Misalnya, setiap percakapan bisa diarahkan kembali pada prestasi, pekerjaan, barang yang dimiliki, pengalaman yang pernah dijalani, atau hubungan yang dianggap membanggakan. Tujuannya tidak selalu untuk menyombongkan diri. Bisa saja orang tersebut sedang mencari kepastian bahwa dirinya memang cukup berharga di mata orang lain.

Psychology Today pernah membahas bagaimana pencarian persetujuan sosial dapat berkaitan dengan upaya meningkatkan harga diri. Dalam artikel yang membahas strategi peningkatan self-esteem, Psychology Today menjelaskan bahwa keinginan mendapatkan persetujuan sosial dapat mendorong seseorang menampilkan dirinya dalam cara yang dianggap positif oleh orang lain.

7. Merasa Kurang Puas Jika Tidak Mendapat Respons Positif

Tanda lainnya adalah sulit merasa puas ketika perhatian yang diterima tidak sesuai harapan. Seseorang mungkin sudah mendapatkan respons dari beberapa orang, tetapi tetap merasa kurang karena mengharapkan lebih banyak pujian, komentar, perhatian, atau pengakuan.

Hal ini dapat menciptakan siklus tertentu. Ketika mendapat perhatian, seseorang merasa senang atau lega untuk sementara. Setelah efek tersebut berkurang, ia kembali mencari respons baru dari lingkungan. Pada akhirnya, rasa percaya diri menjadi sangat bergantung pada apa yang diberikan orang lain.

Padahal, perhatian dari orang lain sifatnya berubah-ubah. Orang bisa sibuk, lupa membalas pesan, tidak melihat unggahan, atau tidak memberikan pujian meskipun sebenarnya menghargai kita. Karena itu, kemampuan membangun penghargaan terhadap diri sendiri juga penting agar nilai diri tidak sepenuhnya ditentukan oleh respons sosial.

8. Pertanyaan & Jawaban Seputar Ciri Orang yang Membutuhkan Perhatian dari Banyak Orang

1. Apa ciri orang yang membutuhkan perhatian dari banyak orang?

Beberapa cirinya antara lain sering mencari validasi, tidak nyaman ketika diabaikan, berusaha menjadi pusat perhatian, sangat memikirkan penilaian orang lain, dan merasa kurang puas jika tidak mendapat respons positif.

2. Apakah suka mencari perhatian berarti seseorang memiliki gangguan kepribadian?

Tidak. Suka mendapatkan perhatian merupakan perilaku yang bisa dialami siapa saja dan tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan kepribadian. Diagnosis psikologis membutuhkan penilaian profesional dan tidak dapat ditentukan hanya dari beberapa perilaku.

3. Mengapa seseorang sering membutuhkan pengakuan dari orang lain?

Kebutuhan tersebut dapat berkaitan dengan keinginan untuk merasa diterima, dihargai, dan terhubung dengan orang lain. Pada sebagian orang, pengalaman hidup atau rasa tidak aman terhadap diri sendiri juga dapat memengaruhi kuatnya kebutuhan terhadap validasi eksternal.

4. Apakah media sosial bisa membuat seseorang semakin mencari perhatian?

Media sosial dapat menyediakan banyak indikator respons sosial, seperti likes, komentar, tayangan, dan pengikut. Bagi sebagian orang, indikator tersebut dapat menjadi sumber validasi sehingga perhatian terhadap respons orang lain semakin meningkat.

5. Bagaimana cara mengurangi ketergantungan pada perhatian orang lain?

Salah satunya dengan membangun penghargaan diri yang tidak sepenuhnya bergantung pada pujian atau pengakuan. Seseorang juga dapat belajar mengenali kebutuhan emosionalnya dan menilai keberhasilan berdasarkan nilai serta tujuan pribadi.

(kpl/iya)

Rekomendasi

Trending