INDONESIA

'MALING KUTANG', Memburu Kutang Ajaib

Kamis, 01 Oktober 2009 14:00  | 

Arie Untung







KapanLagi.com - Pemain: Arie Untung, Indra Birowo, Deswita Maharani, Kinaryosih, Sogi Indra Duadja.

Kisah berawal dari rasa iri Syamsul (Indra Birowo) terhadap Ina (Kinaryosih), tetangganya yang juga pemilik toko kelontong saingannya. Tak sengaja, Syamsul melihat Ina menyembah sebuah kutang. Padahal saat itu Ina hanya mengecek kutang polkadot yang ia temukan di depan tokonya.

Syamsul yang salah sangka, mengira berkat kutang tersebut, toko kelontong Ina menjadi laris oleh pembeli. Ditambah provokasi sang istri, Yuyun (Deswita Maharani) yang terobsesi dengan dunia lain, maka Syamsul berniat mencuri kutang tersebut. Syamsul tak tahu, kutang itu sebenarnya dibuang oleh Sugeni (Arie Untung), seorang banci-wannabe.

Masalah mulai muncul, kala nenek dari Sugeni mencari kutang polkadot kesayangannya yang telah dibuang. Sang nenek yang merasa kutang itu adalah harta paling berharga memaksa Sugeni mencari kembali kutang tersebut. Dengan segala cara Sugeni berusaha merebut kutangnya kembali, termasuk mengenakan kostum gorila. Sayangnya, ia malah dikira gorila yang kabur dari hutan. Alhasil Sugeni pun dikejar-kejar oleh penjaga hutan.

Film produksi Maxima Pictures ini kali ini menggaet penulis Raditya Dika yang sebelumnya cukup sukses dengan film KAMBING JANTAN. Harapannya, film komedi ini dapat memberikan hiburan kepada penonton film Indonesia.

Melihat dari judul mungkin banyak yang skeptis dengan film ini. Film yang disutradarai oleh Rako Prijanto yang memang berpengalaman membuat film-film komedi ini dijanjikan akan berbeda dengan film komedi-komedi lainnya.

Dengan didukung oleh Arie Untung, Indra Birowo, Deswita Maharani dan Kinaryosih, MALING KUTANG penuh dengan adegan-adegan konyol. Lihat saja adegan di mana saat kutang ini dibuang, tapi pada akhirnya kutang ini kembali. Belum lagi akting Indra dan Deswita sebagai pasangan suami istri yang juga mengundang tawa.

Secara garis besar, film komedi ini memiliki alur yang cukup jelas sehingga tidak hanya menawarkan lelucon satir. Sayangnya, komedi ini masih mengandalkan adegan-adegan beraroma seks sebagai penarik minat penonton. Label film dewasa memang sesuai dengan isinya. (kpl/uji/riz)