INTERNASIONAL

[Review] ‘AVENGERS: AGE OF ULTRON’

Peta Pertarungan Masif Babak Kedua
Senin, 04 Mei 2015 06:40  | 

Robert Downey Jr


Peta Pertarungan Masif Babak Kedua
AVENGERS: AGE OF ULTRON © Marvel Studios




KapanLagi.com - Oleh: Abbas Aditya

THE AVENGERS (2012) disebut sebagai pencapaian baru dalam sejarah sinema. Di mana ia berhasil memupus anggapan bila sederet superhero populer berkumpul dalam satu frame bukan hal mudah untuk diwujudkan. Terbukti di tangan Joss Whedon dan sokongan penuh dari banyak pihak, mimpi itu menjelma nyata dibarengi hasil nyaris sempurna. Kini para pahlawan tersebut bersiap kembali menghantar baik fanboy maupun penonton awam berteriak kegirangan dalam sekuelnya yang masih ditangani oleh nama yang sama.

Dikisahkan bila rombongan Avengers melakukan 'reuni' setelah tiga tahun berlalu pasca porak-porandanya kota New York. Kali ini Iron Man, Captain America, Thor, Hawkeye, Hulk, dan Black Widow menyerbu markas HYDRA di Sokovia guna mengambil Chitauri Scepter dari tangan Baron Wolfgang von Strucker yang berniat melakukan eksperimen berbahaya dengan tongkat milik Loki tersebut.

Setelah berhasil direbut, Tony Stark melakukan penelitian terhadap batu permata pada tongkat itu dan mendapati bila tersimpan kekuatan maha dahsyat di sana. Lalu tanpa sepengetahuan yang lain, diam-diam ia mengajak Dr Bruce Benner membuat sebuah program bernama Ultron yang dimaksudkan untuk memperkuat Avengers dalam melaksanakan setiap misi. Sayangnya, program tersebut malah berbalik arah menyerang mereka dan berniat memusnahkan bumi beserta isinya.

Dengan bantuan si kembar Pietro dan Wanda Maximoff alias Quicksilver dan Scarlet Witch, Ultron bergerak cepat demi mewujudkan misi indahnya. Berhasilkah Avengers menghentikan segala niat gila Ultron di tengah perpecahan yang terjadi dalam kubu mereka?

AVENGERS: AGE OF ULTRON © Marvel.comAVENGERS: AGE OF ULTRON © Marvel.com

Dibuka dengan action sequence yang lincah pada 10 menit pertama, AVENGERS: AGE OF ULTRON sudah berhasil memetakan bakal seperti apa film ini semakin durasi bergulir. Dan ya, Joss Whedon memang sukses menambah dosis aksi serta kehancuran di sana-sini dalam balutan spesial efek yang tak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Yang kemudian menjadi catatan adalah konflik personal para superhero. Hal itu muncul ke permukaan namun tidak bisa fokus dan mampu dikembangkan dengan lancar. Hal ini terasa pada pertengahan cerita yang membuat instalment ke sebelas Marvel Cinematic Universe tersebut terasa begitu sesak dan berjalan lamban.

Bicara soal karakter antagonis, bisa dibilang Ultron masuk dalam kategori musuh yang mudah terlupakan. Kehadirannya sama sekali tidak berbekas meski diakui memiliki kekuatan cukup besar. Berbeda dengan Loki yang bahkan tetap dirindukan penonton walau dikisahkan telah tiada dengan cara yang tragis.

Meski memiliki kekurangan di sana-sini, AVENGERS: AGE OF ULTRON tetap berhasil membius pecintanya. Porsi kemunculan karakter disertai show off kekuatan masing-masing sukses ditampilkan secara merata. Terlebih kehadiran pendatang baru seperti Quicksilver dan Scarlett Witch yang diperankan Aaron Taylor-Johnson dan Elizabeth Olsen. Dengan klimaks yang mungkin bakal menjadi ancang-ancang menyaksikan seperti apa skala AVENGER: INFINITY WAR yang dipecah menjadi dua bagian, dipastikan kita tak akan bisa mengacuhkan rangkaian ini begitu saja.

Simak berita ini juga ya

‘AVENGERS: AGE OF ULTRON’, Peta Pertarungan Masif Babak Kedua
Pendapatan 'AVENGERS 2' Dalam Sehari, Terbesar Kedua di AS!
The Avengers Lawan Kakashi, Mana Yang Lebih Memikat?
Chris Evans Percaya Captain America Masih Perjaka
Hulk dan Quicksilver: Jaga Rahasia 'AVENGERS 2' Itu Gampang

(kpl/abs/mhr)