On Becoming a Guinea Fowl
Comedy Drama

On Becoming a Guinea Fowl

2024 99 menit PG-13
7.7/10
Rating 7/10
Sutradara
Rungano Nyoni
Penulis Skenario
Rungano Nyoni
Studio
A24 BBC Film Element Pictures

Film ini dibuka dengan adegan yang langsung bikin merinding. Dalam perjalanan pulang dari pesta, Shula menemukan jasad pamannya, Fred, tergeletak di jalan dekat sebuah rumah bordil. Di momen itu, ia sempat mengalami kilasan singkat melihat dirinya sebagai anak kecil, kayak trauma lama yang tiba-tiba muncul ke permukaan.

Shula langsung menelepon ayahnya. Bukannya panik, sang ayah malah menyuruh Shula tetap menjaga jasad Fred sampai polisi datang pagi hari... dan sempat-sempatnya minta uang. Nggak lama, sepupunya, Nsansa, yang sedang mabuk, juga menemukan jasad tersebut. Tapi Shula terlihat enggan membiarkannya masuk ke mobil.

Keesokan harinya, Shula pulang untuk beristirahat. Namun rumahnya justru didatangi keluarga besar yang mulai mengosongkan isi rumah karena akan dipakai sebagai tempat berkumpul saat pemakaman. Belum selesai sampai di situ, para tante juga mengomelinya karena mencuci di hari duka dan mendesaknya untuk menjemput ibunya, yang juga saudara Fred, di bandara.

Selama prosesi pemakaman, Shula makin nggak nyaman melihat bagaimana keluarga memperlakukan janda Fred dengan penuh kebencian. Ia bahkan dilarang memberi makanan pada sang janda karena keluarga percaya Fred meninggal akibat istrinya tidak merawatnya dengan baik. Situasinya makin terasa toxic dan penuh kemunafikan.

Shula dan Nsansa lalu pergi menemui sepupu mereka, Bupe, yang tinggal di asrama kampus. Di perjalanan, Nsansa sambil tertawa menceritakan bagaimana Fred pernah mencoba melecehkannya, tapi gagal karena tak mampu ereksi. Ia mengklaim memukul Fred hingga pria itu kabur. Cerita itu terdengar seperti candaan pahit yang ditutupi tawa.

Namun setibanya di asrama, mereka menemukan Bupe telah mencoba overdosis.

Bupe dilarikan ke rumah sakit. Di ponselnya, Shula menemukan pengakuan bahwa Fred selama ini telah melakukan pelecehan seksual berulang terhadapnya. Bukannya marah atau ingin menuntut keadilan, ibu Bupe justru meminta agar semuanya tetap diam. Seolah reputasi keluarga lebih penting daripada kebenaran.

Malamnya, Shula sulit tidur. Ia teringat acara TV edukasi anak-anak tentang guinea fowl (ayam mutiara), yang metaforanya terasa makin relevan, tentang makhluk yang terlihat tenang di luar, tapi sebenarnya waspada dan penuh insting bertahan.

Keesokan hari, Shula diminta mendiktekan obituari untuk Fred. Ironis banget, mengingat ia baru saja membaca pengakuan Bupe. Saat kembali ke rumah, ia terkejut melihat Bupe sudah keluar dari rumah sakit dan malah sibuk memasak untuk keluarga. Bupe seolah menepis pengakuannya sendiri, berkata bahwa Fred sudah mati dan semuanya adalah masa lalu.

Shula mencoba mencari ibu Bupe, tapi dihalangi para pria yang memerintahnya untuk menyajikan makanan. Tak lama kemudian, Bupe kembali overdosis dan dilarikan lagi ke rumah sakit.

Di rumah, Nsansa akhirnya mengaku bahwa ceritanya kemarin adalah bohong, Fred benar-benar melecehkannya. Tawa yang dulu terdengar seperti candaan ternyata cuma cara bertahan.

Shula kemudian berjalan- jalan dan berbincang dengan janda Fred. Sang janda mengeluhkan ponselnya tak bisa diisi daya karena modelnya lama dan butuh kabel langka yang tertinggal di rumah Fred. Detail kecil itu terasa simbolis, seperti suara yang terputus, tak pernah benar-benar tersambung.

Film ini jadi potret getir tentang budaya diam, luka turun-temurun, dan bagaimana perempuan sering dipaksa bungkam demi menjaga “nama baik” keluarga.

Susan Chardy Shula
Roy Chisha Uncle Fred
Blessings Bhamjee Young Shula
Chungu Bwalya Farm Club Presenter #1
Maggie Mulubwa Farm Club Presenter #2
Benson Mumba Joseph
Henry B.J. Phiri Shula's Father
Elizabeth Chisela Nsansa
Doris Naulapwa Shula's Mother
Mary Mulabo Beatrice

Jadwal Film