Raya and the Last Dragon
Action Adventure Animation

Raya and the Last Dragon

2021 107 menit PG
8/10
Rating 7.3/10
Sutradara
Don Hall Carlos Lu00f3pez Estrada Paul Briggs John Ripa
Penulis Skenario
Don Hall Carlos Lu00f3pez Estrada Paul Briggs John Ripa Qui Nguyen Adele Lim Kiel Murray Dean Wellins
Studio
Walt Disney Animation Studios Walt Disney Pictures

Di sebuah dunia yang dulu penuh keajaiban, terdapat sebuah negeri luas yang terbelah menjadi lima wilayah dengan budaya, lanskap, dan karakter yang berbeda-beda. Dahulu, seluruh negeri hidup damai berkat para naga yang menjaga keseimbangan. Namun ketika makhluk kegelapan bangkit dan mengubah manusia menjadi batu, para naga mengorbankan diri demi menciptakan sebuah permata sakral yang menjaga sisa kehidupan. Damai semu pun berlangsung, tapi keserakahan manusia membuat negeri itu kembali retak hingga masing-masing wilayah saling menuduh, saling menjauh, dan melindungi diri dengan ketakutan yang terus diwariskan.

Di tengah dunia yang rapuh itulah seorang gadis muda tumbuh sebagai penjaga masa depan bangsanya. Ia adalah anak seorang kepala suku yang percaya bahwa keutuhan negeri hanya dapat terwujud ketika semua orang kembali mempercayai satu sama lain. Ayahnya mengajarinya melihat kebaikan dalam setiap hati, betapapun kerasnya dunia mencoba membuktikan sebaliknya. Namun didikan penuh harapan itu kelak menjadi sumber luka terdalam dalam hidup sang gadis.

Ketika sebuah pertemuan diplomatik berubah menjadi bencana lantaran keserakahan salah satu pihak, permata sakral itu pecah menjadi lima bagian dan kegelapan kembali bangkit. Para penduduk berubah menjadi batu satu per satu, termasuk ayah sang gadis yang berusaha melindungi semua orang sampai detik terakhir. Dalam keadaan kacau itu, sang gadis menyalahkan dirinya karena terlalu mudah percaya, dan menyalahkan dunia karena tak pernah belajar dari kesalahan.

Bertahun-tahun berlalu, kini ia menjadi seorang pejuang yang hidup dengan satu tujuan: menemukan cara mengembalikan ayahnya. Ia menjelajahi wilayah demi wilayah, bertahan di padang tandus, menyeberangi sungai penuh bahaya, dan menyusup ke kota yang dilindungi pagar megah. Dengan segudang harapan yang perlahan terkikis, ia mencari satu-satunya makhluk yang dipercaya mampu memulihkan keadaan: naga terakhir yang konon bersembunyi di ujung sungai legenda.

Ketika akhirnya ia berhasil memanggil sang naga, harapan yang lama terkubur itu kembali hidup. Namun sang naga bukanlah sosok agung dan angkuh seperti yang ia bayangkan. Ia ceria, polos, dan terkadang canggung, tapi di balik kepribadian itu tersimpan cahaya tulus dari semua naga yang telah berkorban. Sang naga merasa dirinya bukan pahlawan, namun tetap bersedia membantu karena ia percaya pada apa yang dipercayakan para saudaranya dahulu: harapan manusia.

Dengan hanya satu pecahan permata di tangan, keduanya memulai perjalanan yang bukan hanya menguji keberanian, tetapi juga hati yang selama ini memilih untuk mengeras. Di sepanjang perjalanan, mereka bertemu orang-orang dari wilayah lain yang mengalami kehilangan serupa. Ada seorang bocah kecil yang kehilangan seluruh keluarganya dan membuka restoran sendirian. Ada seorang bayi cerdik dengan kelompok pencuri yang menjadikannya keluarga. Ada pula seorang prajurit besar yang tampak menakutkan, namun sebenarnya memikul kesepian mendalam setelah kaumnya lenyap.

Tanpa disadari, rombongan kecil itu tumbuh menjadi keluarga baru yang saling melengkapi satu sama lain. Di setiap wilayah, mereka mencuri atau menukar pecahan permata yang dijaga ketat, sekaligus belajar bahwa setiap orang memikul luka masing-masing. Meski mereka berasal dari tempat berbeda, kehilangan membuat mereka sama.

Namun perjalanan itu tak pernah tenang. Seorang gadis dari wilayah rival terus memburu sang permata dengan tekad membara. Ia adalah orang yang dulu menyebabkan bencana saat kecil, namun kini hidup dengan beban keluarga dan ambisi menjaga tanahnya sendiri. Dalam dirinya, kebencian dan kewajiban saling tarik-menarik. Ketika keduanya kembali bertemu sebagai orang dewasa, ketegangan lama pun menyeruak. Mereka bertarung bukan hanya dengan senjata, tetapi dengan luka masa lalu yang tak pernah benar-benar disembuhkan.

Sang gadis pejuang terus menyimpan kemarahan. Ia meyakini bahwa dunia tak layak dipercaya lagi. Sementara sang naga, dengan kepolosannya, berulang kali mengingatkan bahwa kekuatan permata bukan hanya berasal dari sihir, tetapi dari kepercayaan yang diberikan setiap naga pada manusia. Namun luka sang gadis terlalu dalam hingga ia tak mampu melihat itu sebagai realitas.

Semua memuncak ketika kesalahan kecil berubah menjadi tragedi. Keputusan yang lahir dari ketidakpercayaan membuat sang naga terancam, dan rombongan kecil itu hampir hancur. Namun dalam masa paling gelap, sang gadis menyadari bahwa selama ini ia bukan hanya berjuang untuk ayahnya, tetapi juga melawan dirinya sendiri. Ia telah memenjarakan hatinya dalam amarah, padahal satu-satunya jalan keluar adalah melepaskan rasa takut.

Ketika kegelapan berada di ambang kemenangan, sang gadis mengambil langkah yang paling tak terduga: menyerahkan permata itu pada rivalnya, bahkan jika itu berarti ia harus berkorban. Kepercayaan itu menjadi titik balik yang membuka mata semua orang bahwa curiga hanya melahirkan kehancuran. Satu per satu mereka mengikuti langkah itu hingga pecahan- pecahan permata kembali bersatu.

Momen itu menghadirkan cahaya yang begitu kuat, membangkitkan harapan yang telah lama hilang. Pengorbanan, kepercayaan, dan keberanian bersatu, memanggil kembali kekuatan yang selama ini hilang dari dunia. Dan ketika kehidupan mulai pulih, sang gadis akhirnya merasakan kembali hangatnya kehadiran yang selama bertahun- tahun ia rindukan.

Setelah belajar mempercayai dunia kembali, haruskah ia tetap memegang harapan… atau justru bersiap menghadapi tantangan baru yang mungkin menunggu di hadapan?

Kelly Marie Tran Raya
Awkwafina Sisu
Gemma Chan Namaari
Izaac Wang Boun
Daniel Dae Kim Benja
Benedict Wong Tong
Jona Xiao Young Namaari
Sandra Oh Virana
Thalia Tran Little Noi
Lucille Soong Dang Hu