Chicco Jerikho Dalami Peran Jonathan Latumahina di Film 'OZORA'
Credit:KapanLagi.com/Mathias Purwanto
Kapanlagi.com - Chicco Jerikho kembali menunjukkan pendalaman karakter yang intens saat memerankan Jonathan Latumahina dalam film OZORA: PENGANIAYAAN BRUTAL PENGUASA JAKSEL. Saat ditemui dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (28/11), aktor berusia 40 tahun itu menyebut proyek ini sebagai salah satu pengalaman paling emosional sepanjang kariernya.
Film garapan Umbara Brother Film bersama VMS Studio, 786 Entertainment, Makara Production, A&Z Films, dan Dbay Film Factory ini mengangkat kembali kasus penganiayaan brutal terhadap David Ozora yang sempat mengguncang publik pada 2023. Kisah yang penuh luka dan ketidakadilan itu kemudian diterjemahkan ke layar lebar sebagai bentuk kritik terhadap penyalahgunaan kekuasaan.
Akses artikel seputar Chicco Jerikho di Liputan6.com.
Advertisement
1. Film yang Jadi Sebuah Harapan
Chicco menyebut film ini tidak hanya menjadi medium penceritaan, tetapi juga perlawanan.
"Menurut aku film ini sangat penting ya. Film ini adalah suara. Film ini adalah sebuah harapan. Bahwa kita tidak bisa semena-mena sama kekuasaan. Film ini simbol perlawanan untuk orang yang abuse of power," katanya.
(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)
2. Kerap Terbawa Emosi
Membawakan sosok Jonathan, ia mengaku kerap terbawa emosi ketika menyelami perjalanan seorang ayah yang berjuang di antara harapan dan kemarahan.
"Saya seorang ayah. Saya enggak mengerti gimana perasaannya ketika jadi Jo pada saat itu. Akhirnya saya benar-benar merasakan ketika saya berperan sebagai Jo. Rasa itu bukan acting," tuturnya.
3. Alami Tekanan Emosional
Selama proses syuting yang sebagian besar berlangsung di rumah sakit, Chicco mengalami tekanan emosional yang berat.
"Semakin saya mendalami, semakin saya masuk dan saya berperan sebagai Jonathan, saya semakin jadi dan saya semakin merasakan seperti apa rasa sakitnya. Seperti apa yang diperjuangkan pada saat itu," tuturnya.
4. Selalu Peluk Anak Tiap Pulang Syuting
Pengalaman itu bahkan terbawa hingga ke rumah. Chicco mengaku selalu memeluk anaknya setiap kali pulang syuting karena rasa syukur sekaligus ketakutan tentang hal-hal yang bisa menimpa sang buah hati.
"Capek. Dan perasaan itu kebawa sampai ke rumah. Ketika pulang ke rumah, saya langsung peluk anak saya," ujarnya.
5. Ruang Refleksi Untuk Publik
Sang sutradara, Anggy Umbara, juga menyebut film ini dibuat sebagai ruang refleksi untuk publik. Ia menegaskan bahwa cerita David Ozora bukan sekadar tragedi, tetapi alarm sosial terhadap perilaku agresif dan ketimpangan kekuasaan yang masih sering terjadi di sekitar kita.
6. Muzaki Takjub dengan David Ozora
Muzakki, pemeran David Ozora, turut membagikan pengalamannya usai bertemu langsung dengan David. Ia merasa takjub melihat bagaimana David mampu berdamai dengan trauma masa lalu.
"Terus dia juga cerita kalau sekarang dia sudah bisa berdamai sama keadaan, dia sudah bisa menerima, dan tidak ada dendam di dirinya. Aku merasa amazed banget," ujarnya.
7. Tayang 4 Desember 2025
OZORA: PENGANIAYAAN BRUTAL PENGUASA JAKSEL akan tayang di bioskop mulai 4 Desember 2025. Film ini mengikuti perjalanan David dan keluarga dalam menghadapi tragedi yang mengguncang hidup mereka, lengkap dengan kritik sosial dan pesan kuat tentang keberanian bersuara.
(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)
(kpl/pur/dyn)
Advertisement
