The Angry Birds Movie
Synopsis
Pulau Burung dikenal sebagai tempat yang damai, cerah, dan penuh tawa. Setiap hari diisi dengan nyanyian, pesta kecil, dan kebersamaan para burung yang hidup tanpa kemampuan terbang namun tetap merasa utuh. Di tengah suasana yang serba positif itu, ada satu burung yang selalu tampak berbeda. Red (Jason Sudeikis) hidup dengan emosi yang sulit dikendalikan. Ia mudah marah, cepat tersulut, dan sering merasa tidak cocok dengan lingkungan sekitarnya. Ketika burung burung lain memilih tersenyum dan mengalah, Red justru mempertanyakan segala hal yang menurutnya terasa tidak beres.
Masalah Red bermula sejak kecil. Ia tumbuh tanpa keluarga dan sering merasa terasing. Setiap kali ia mencoba berbaur, kemarahannya justru menjadi penghalang. Insiden kecil di pesta ulang tahun membuat Red akhirnya harus mengikuti kelas pengendalian emosi bersama burung burung lain yang dianggap bermasalah. Di sana ia bertemu Chuck (Josh Gad), burung kuning super cepat yang tidak bisa berhenti bicara, serta Bomb (Danny McBride), burung hitam bertubuh besar yang bisa meledak saat gugup atau tertekan. Meski sama sama dikucilkan, ketiganya memiliki kepribadian yang sangat berbeda dan kerap saling bertabrakan.
Di saat kehidupan Pulau Burung berjalan seperti biasa, sebuah kejadian tak terduga mengubah segalanya. Sekelompok babi hijau misterius tiba dengan kapal besar dan senyum ramah. Pemimpin mereka, Leonard (Bill Hader), tampil sopan, hangat, dan penuh humor. Ia mengaku datang dengan niat baik dan ingin menjalin persahabatan. Sebagian besar burung langsung menyambut para pendatang ini dengan tangan terbuka. Pesta besar digelar untuk menyambut babi babi tersebut, lengkap dengan musik dan makanan.
Namun Red justru merasa ada yang tidak beres. Nalurinya mengatakan bahwa senyum Leonard terlalu dibuat buat dan keramahan para babi terasa mencurigakan. Saat Red mencoba menyuarakan kekhawatirannya, tidak ada yang mau mendengarkan. Bagi warga Pulau Burung, Red hanyalah burung pemarah yang selalu melihat sisi buruk dari segalanya. Perbedaan sudut pandang ini semakin membuat Red terisolasi, bahkan dari burung burung yang ia anggap teman.
Kecurigaan Red semakin kuat ketika ia melihat aktivitas aneh para babi di malam hari. Bersama Chuck dan Bomb, Red mulai mengamati gerak gerik mereka secara diam diam. Ketiganya yang sebelumnya tidak pernah bekerja sama, kini dipaksa menyatukan kemampuan masing masing. Chuck dengan kecepatannya, Bomb dengan kekuatan ledakannya, dan Red dengan insting tajamnya. Perjalanan ini menjadi awal dari dinamika baru di antara mereka, dari sekadar rekan senasib menjadi tim yang mulai saling percaya.
Usaha mereka untuk membuka mata warga Pulau Burung tidak berjalan mudah. Setiap peringatan selalu dianggap sebagai bentuk paranoia. Bahkan ketika Red menunjukkan bukti kecil, semuanya masih bisa dijelaskan secara logis oleh Leonard. Konflik ini memperlihatkan betapa sulitnya menyuarakan kebenaran ketika mayoritas memilih kenyamanan. Red mulai mempertanyakan dirinya sendiri, apakah ia benar benar melihat ancaman atau hanya kembali dikendalikan oleh amarahnya.
Situasi berubah drastis ketika rencana rahasia para babi akhirnya terungkap. Telur telur burung yang selama ini dijaga dan dianggap simbol masa depan Pulau Burung ternyata dicuri. Kepanikan menyebar, dan kebahagiaan yang selama ini dijaga runtuh dalam sekejap. Burung burung yang sebelumnya menertawakan Red kini menyadari bahwa kecurigaannya tidak sepenuhnya salah. Rasa bersalah dan penyesalan muncul, tetapi waktu tidak bisa diputar kembali.
Dalam kondisi genting, Red justru muncul sebagai sosok yang paling siap mengambil tanggung jawab. Meski ia masih dipenuhi emosi, kali ini kemarahannya memiliki arah yang jelas. Bersama Chuck dan Bomb, Red memimpin misi penyelamatan ke pulau para babi. Perjalanan ini penuh tantangan, mulai dari rasa takut, keraguan, hingga konflik internal. Red harus belajar mengendalikan emosinya agar tidak merusak tim, sementara Chuck dan Bomb belajar untuk lebih fokus dan percaya diri.
Di pulau babi, mereka menghadapi berbagai rintangan dan menyaksikan langsung skala pengkhianatan Leonard. Para babi yang sebelumnya tampak ceria ternyata menyimpan ambisi besar. Ketegangan meningkat ketika Red menyadari bahwa kekuatan sejati mereka bukan hanya fisik, tetapi keberanian untuk saling percaya. Untuk pertama kalinya, Red merasa bahwa kemarahannya tidak harus dihilangkan, melainkan dipahami dan diarahkan.
Puncak konflik menghadirkan aksi besar yang melibatkan seluruh Pulau Burung. Burung burung yang sebelumnya pasif kini bersatu. Mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu berarti menutup mata dari ancaman. Red, Chuck, dan Bomb bukan lagi sekadar burung buangan, melainkan simbol bahwa perbedaan justru bisa menjadi kekuatan saat ditempatkan di situasi yang tepat.
Setelah semuanya berakhir, Pulau Burung tidak lagi sama. Warga mulai belajar menerima emosi sebagai bagian dari kehidupan, bukan sesuatu yang harus ditekan atau ditertawakan. Red pun mengalami perubahan besar. Ia tidak serta merta menjadi burung paling ceria, tetapi kini ia memiliki tempat dan tujuan. Kemarahannya tidak lagi menjadi kutukan, melainkan sinyal yang membantunya memahami dunia dengan lebih jujur.
Di balik warna cerah dan humor ringan, kisah ini menyentuh soal penerimaan diri, keberanian untuk berbeda, dan pentingnya mendengarkan suara yang tidak populer. Ketika semua orang memilih merasa aman dalam kebahagiaan semu, beranikah seseorang berdiri sendiri untuk mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi?
Penulis Artikel: Anastashia Gabriel
Pemeran
Jadwal Film
Greenland: Migration
Musuh Dalam Selimut
Malam 3 Yasinan
Suka Duka Tawa
Uang Passolo
Modual Nekad
Dusun Mayit
The Housemaid
Moon the Panda
Patah Hati Yang Kupilih
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
The SpongeBob Movie: Search for SquarePants
Anaconda (2025)
Timur
Avatar: Fire and Ash
The Carpenter's Son
Alas Roban
Mengejar Restu
Lupa Daratan
Mertua Ngeri Kali
Qorin 2
Scarlet
Dead of Winter
Five Nights at Freddy's 2
Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel
Riba
The Home
09 Januari 2026
5 Centimeters per Second
10 Januari 2026
28 Years Later: The Bone Temple
14 Januari 2026
Unexpected Family
14 Januari 2026
Penerbangan Terakhir
15 Januari 2026
Penunggu Rumah: Buto Ijo
15 Januari 2026
Esok Tanpa Ibu
22 Januari 2026
Sengkolo: Petaka Satu Suro
22 Januari 2026
Papa Zola: The Movie
23 Januari 2026
Shelter
28 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Kafir: Gerbang Sukma
29 Januari 2026
Kuyank
29 Januari 2026
Tolong Saya! (Duwajuseyo)
29 Januari 2026
Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
29 Januari 2026
Ahlan Singapore
05 Februari 2026
Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)
05 Februari 2026
Teman Tegar Maira
05 Februari 2026
Aiueo Macam Betool Aja
12 Februari 2026
Waru
12 Februari 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man
06 Maret 2026
Senin Harga Naik
18 Maret 2026Berita Lainnya
Film TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO) 2026 - Sinopsis, Pemeran dan Fakta Menarik
Keseruan Gala Premire dan Nobar Dusun Mayit Bareng Movieverse