Kreator ATTACK ON TITAN Hajime Isayama Buka Suara Tentang Ending yang Kontroversial

Kreator ATTACK ON TITAN Hajime Isayama Buka Suara Tentang Ending yang Kontroversial
Hajime Isayama Buka Suara Tentang Ending AOT yang Kontroversial (credit: Kondansha, IMDB)

Kapanlagi.com - Kreator ATTACK ON TITAN, Hajime Isayama, kembali jadi sorotan setelah mengungkap pandangannya soal ending dari seri fenomenal tersebut. Dalam pembaruan terbaru di museum ATTACK ON TITAN di Hita, Jepang, Isayama secara jujur mengakui bahwa ia merasakan ada sesuatu yang kurang dalam cara cerita itu ditutup.

Pengakuan ini disampaikan lewat komentar yang ditampilkan bersama halaman manga pilihan di museum tersebut. Isayama menjelaskan bahwa sejak awal ia ingin membangun kisah di mana korban bisa berubah menjadi pelaku, yang tercermin dalam karakter Eren Yeager. Namun, seiring berjalannya waktu, cara ia melihat karakter tersebut juga ikut berubah.

Menurut Isayama, berkembangnya ATTACK ON TITAN menjadi fenomena global membuatnya merasa cerita itu tidak lagi sepenuhnya miliknya. Hal ini memengaruhi cara ia menggambarkan Eren, hingga akhirnya membentuk ending yang ia sendiri menilai kurang tulus, dan itulah yang kembali memicu perdebatan di kalangan penggemar. Untuk info selengkapnya, bisa kamu simak di halaman berikutnya.

1. Pengakuan Jujur dari Isayama

Isayama merasa ending belum sepenuhnya sesuai harapannya (credit: Kodansha/Hajime Isayama)

Dalam komentarnya di museum, Hajime Isayama secara terbuka mengakui bahwa ia merasa ada yang kurang dari ending ATTACK ON TITAN. Ia merasa hasil akhir cerita belum sepenuhnya sesuai dengan niat awal yang ingin ia sampaikan sejak pertama kali menulis. Hal ini menjadi refleksi pribadi yang cukup mendalam bagi dirinya sebagai kreator.

Pengakuan ini cukup menarik, apalagi mengingat ATTACK ON TITAN adalah salah satu karya terbesar di dunia anime dan manga. Dari sini terlihat bahwa bahkan kreatornya sendiri masih terus memikirkan dan mengevaluasi karyanya setelah selesai. Banyak penggemar juga melihat ini sebagai bentuk kejujuran yang jarang diungkap oleh kreator besar.

2. Konsep Eren dari Awal Cerita

Eren lahir dari pemikiran Isayama di masa mudanya (credit: IMDB)

Salah satu ide utama yang ingin dibangun Isayama adalah konsep di mana korban bisa berubah menjadi pelaku. Hal ini terlihat jelas lewat karakter Eren Yeager yang melakukan tindakan besar dengan dampak yang sangat luas. Konsep ini juga menjadi inti konflik moral dalam cerita.

Isayama juga mengakui bahwa karakter Eren banyak dipengaruhi oleh cara berpikirnya saat masih muda. Ia bahkan menyebut bahwa sebagian keputusan dalam cerita lahir dari sudut pandang yang belum matang pada saat itu. Hal ini membuat karakter Eren terasa kompleks sekaligus penuh kontradiksi.

3. Saat Cerita Mulai Lepas dari Kreatornya

Popularitas ikut mengubah arah cerita (credit: IMDB)

Seiring popularitas ATTACK ON TITAN yang semakin besar, Isayama mulai merasa bahwa ceritanya tidak lagi sepenuhnya berada di tangannya. Eren yang awalnya dibuat dengan konsep tertentu justru berkembang jadi karakter yang sangat dicintai fans. Hal ini membuat arah cerita ikut terpengaruh secara tidak langsung.

Kondisi ini membuat Isayama kesulitan untuk menggambarkan Eren sebagai sosok yang benar-benar buruk sesuai rencana awal. Ia akhirnya memberi sentuhan yang lebih manusiawi agar tetap bisa diterima oleh pembaca. Perubahan pendekatan ini kemudian berkontribusi pada bagaimana ending cerita dibentuk.

4. Ending yang Terus Jadi Perdebatan

Perdebatan soal ending masih belum selesai (credit: IMDB)

Sejak manga berakhir pada 2021, ending ATTACK ON TITAN memang terus jadi bahan diskusi di kalangan penggemar. Ada fans yang merasa endingnya kurang pas, tapi ada juga yang menganggapnya tetap sesuai dengan perjalanan cerita yang sudah dibangun sejak awal. Perbedaan pandangan ini membuat diskusinya tidak pernah benar-benar selesai.

Menariknya, Isayama sendiri pernah mempertimbangkan untuk mengubah ending tersebut. Namun pada akhirnya, ia tetap memilih mengikuti rencana awalnya karena merasa itu adalah arah cerita yang paling tepat. Meski begitu, ia tetap mengakui bahwa hasil akhirnya terasa kurang tulus menurut dirinya sendiri.

Rekomendasi

Trending