HOME » KOREA
KOREA

Fakta Cheonsang Yeolcha Bunyajido, Peta Astronomi Tertua Kedua di Dunia

Selasa, 09 Juni 2020 16:15 Penulis: Mita Anandayu

Peta Astronomi Tertua Kedua di Dunia © Wikipedia Korea - museum.busan.go.kr

Kapanlagi.com - Ngomongin soal peninggalan sejarah Korea kali ini, ternyata Korea memiliki peta astronomi tertua kedua di dunia. Ini berawal pada tahun 1395 selama awal era Joseon, Cheonsang Yeolcha Bunyajido (peta bintang) yang saat itu telah dibuat. Peta diukir di atas batu hitam datar dengan lebar 122 cm dan tinggi 211 cm. Sebanyak 1.467 bintang terukir di atasnya.

Hampir semua rasi bintang yang terlihat dengan mata telanjang di belahan bumi utara pada saat itu tercermin pada peta. Peta ini mencakup empat lingkaran konsentris besar. Apa saja yang ada di dalamnya?

1. Digambarkan Secara Detail

Di lingkaran paling dalam adalah rasi bintang yang disebut Big Dipper yang bisa terlihat sepanjang tahun. Sedangkan di lingkaran paling luar adalah garis batas Bima Sakti. Di tengah adalah lingkaran ekliptika dan khatulistiwa, menunjukkan jalur matahari dan khatulistiwa antara Kutub Selatan dan Kutub Utara. Perubahan astronomi, termasuk pergerakan matahari dan bulan, digambarkan secara detail sekali dalam peta ini.

Cheonsang Yeolcha Bunyajido yang mewakili sistem rasi timur, memiliki banyak kesamaan dengan Suzhou Star Chart buatan Cina pada abad ke-13. Namun, ada juga ciri khasnya. Ini termasuk rasi bintang yang tidak ada dalam Suzhou Star Chart atau berbentuk sedikit berbeda.

2. Bukti Teknologi Astronomi yang Canggih

Dilansir dari Voluntary Agency Network of Korea, perbedaan yang paling luar biasa adalah bahwa ia menandai ukuran bintang secara berbeda, yang mencerminkan kecerahannya yang bervariasi. Berdasarkan teks yang diukir di atas batu tersebut, itu adalah reproduksi bagan astronomi Goguryeo. Cheonsang Yeolcha Bunyajido menunjukkan tradisi panjang astronomi Korea dan teknologi astronominya yang canggih.

W.C. Rufus dalam Korean Astronomy mengatakan, "Cheonsang Yeolcha Bunyajido adalah bagan astronomi yang terperinci dan akurat yang mengintegrasikan pandangan astronomi timur."

(kpl/mit)

Editoraaa: Mita Anandayu


REKOMENDASI
TRENDING