[KapanLagi Cerita Korea] Berbagi Pengalamanku Sebagai Mahasiswa di Korea dan Obrolan Seru Soal K-Pop

Rabu, 21 Oktober 2020 15:35
[KapanLagi Cerita Korea] Berbagi Pengalamanku Sebagai Mahasiswa di Korea dan Obrolan Seru Soal K-Pop [KapanLagi Cerita Korea © kapanlagi.com

Kapanlagi.com - Namaku Irfan, usiaku 22 tahun. Aku tinggal di Korea selama 8 tahun. Pertama kali aku ke Korea sekitar 10 tahun lalu, untuk ikut International Mathematics Competition di Incheon. Cuma beberapa hari aku disana, dan nggak banyak hal yang berkesan; aku ingat gagal dapat medali, panasnya jalan kaki di bawah matahari Seoul, dan anehnya rasa kimchi yang asam dan dingin. Aku pikir sebatas itulah kisahku dengan Korea.

Tanpa disangka, setahun setelahnya aku ke Korea lagi sebagai anggota tim Indonesia di lomba World Creativity Festival 2011 di Daejeon. Hampir dua minggu di sana, aku sempat cicipi bulgogi bibimbap, menyusuri Myeong-dong dan Insa-dong, dan belajar dance-nya Wonder Girls dari teman-teman tim Korea. Lebih lagi, aku dan partnerku berhasil bawa pulang Silver Prize. Kunjungan yang jauh lebih berkesan ini meyakinkanku bahwa ada sesuatu antara aku dan Korea. Jadi saat aku dapat info tentang SMA sains di Korea yang menawarkan beasiswa penuh untuk siswa internasional, aku nekat daftar dan ikut tesnya, walaupun baru masuk kelas 8. Ternyata diterima. Berangkatlah aku untuk memulai hidup di Korea.

Foto © dokumen Irfan RuliantoFoto © dokumen Irfan Rulianto

Meskipun sudah dua kali aku ke sana, masih saja banyak hal yang mengejutkanku di Korea. Mulai dari sesi belajar malam wajib yang larut sampai dinginnya angin winter yang menembus jaket tebalku. Belum lagi ditambah dengan penyesuaian makanan dan budaya baru yang nggak mudah. Aku yang masih 13 tahun, jauh dari keluarga, dan belum bisa baca huruf hangeul akhirnya mencari pelarian di K-pop. Saat itu industri K-pop sedang booming, dengan artis-artis seperti Bigbang dan SNSD yang menguasai panggung musik Asia dan Gangnam Style yang jadi sensasi dunia, sampai aku dan teman-teman sekolah buat flashmob di depan stasiun Busan. Hal ini, ditambah akses internet yang super cepat, membuat YouTube jadi sahabatku.

Setiap malam pulang sekolah aku buka YouTube, lihat SNSD berlarian di RUNNING MAN, dengan cup ramyeon dan kimbap segitiga siap di samping laptop. Kadang aku buat playlist yang isinya lagu-lagu seperti Don't Go dari EXO dan Missing You-nya 2NE1 buat jadi teman mengerjakan tugas. Aku juga tonton klip-klip tua Star Golden Bell dan Invincible Youth sampai akhirnya nggak butuh subtitle lagi. Lalu aku obrolkan momen lucu di acara-acara itu dengan teman-teman di grup Kakaotalk atau di kafe es serut 'Seolbing' langgananku. Delapan tahun berlalu begitu, sampai datanglah hari kelulusanku dari UNIST. Aku pulang ke Indonesia, dan Korea terasa jauh.

Foto © dokumen Irfan RuliantoFoto © dokumen Irfan Rulianto

Aku tahu aku sangat beruntung. Dan aku tahu banyak Korean enthusiasts di Indonesia yang penasaran tentang kehidupan di Korea. Tiap minggu, lewat segmen KapanLagi Cerita Korea, aku mau ceritakan semuanya. Tentang kereta KTX dan subway di Busan, stres anak-anak SMA yang belajarnya gila-gilaan, dan kebiasaan orang Korea pesan ayam goreng di tengah malam. Aku juga akan ngobrol tentang topik di K-pop dan K-showbiz yang bisa jadi diskusi panas buat kita, misalnya penting nggak sih vokal buat grup K-pop? Atau konsep mana yang lebih bagus buat girl group, imut dan manis atau girl crush? Teman-teman yang juga punya pendapat sendiri atau cerita pribadi tentang Korea, bisa langsung share lewat komen atau DM langsung ke aku.

Selain jadi obat kangenku dengan Korea, aku berharap Cerita Korea bisa makin mendekatkan Korea kepada teman-teman. Siapa tahu bisa jadi bekal buat yang nanti mau ke Korea.

Ditulis Oleh: Irfan Rulianto

 

(kpl/jje)


REKOMENDASI
TRENDING