Nana Luapkan Amarah ke Penyusup Rumahnya di Ruang Sidang

Nana Luapkan Amarah ke Penyusup Rumahnya di Ruang Sidang
NANA hadir ke pengadilan/Newsen

Kapanlagi.com - Pada 21 April, Divisi Pidana I Pengadilan Negeri Uijeongbu Cabang Namyangju menggelar sidang terhadap seorang pria berusia 30-an tahun berinisial A. Ia didakwa dan ditahan atas tuduhan perampokan yang mengakibatkan luka-luka.

NANA yang hadir sebagai saksi langsung menegur terdakwa saat memasuki ruang sidang. "Apakah kamu menikmati ini? Tatap mataku," ujarnya, sebelum kemudian diperintahkan hakim untuk kembali duduk.

Pengadilan memahami emosinya, namun meminta agar ia tetap tenang. NANA menjawab, "Tidak mungkin tidak merasa emosional," lalu kembali tenang dan melanjutkan kesaksiannya.

1. Kronologi Pembobolan Rumah NANA

NANA memakai hoodie hitam/Newsen

NANA menceritakan bahwa ia mendengar erangan ibunya disertai napas seorang pria di dalam rumah. Ia langsung merasakan bahaya dan bergerak dengan hati-hati. Saat melihat apa yang terjadi, ia sangat gelisah dan merasa harus segera memisahkan ibunya dari pria tersebut.

Awalnya, NANA tidak menyadari penyusup itu membawa pisau. Namun, setelah melihat perilakunya, ia sadar pria itu memegang senjata dan dapat melukai ibunya kapan saja. "Saya berpikir harus merebutnya. Saya bertindak secara naluriah untuk membela diri," jelasnya, seraya menegaskan bahwa telah terjadi perkelahian fisik.

2. Kondisi NANA dan Ibunya saat Kejadian

NANA hadir di pengadilan/Newsen

NANA mengungkapkan bahwa lehernya terluka oleh pisau yang ia pegang dan ia sempat berdarah. Saat itu, A berkata, "Saya salah, maafkan saya, tolong ampuni saya." NANA pun berusaha menenangkannya sambil memberi isyarat diam-diam kepada ibunya untuk menelepon polisi. Ia menekankan bahwa membawa senjata ke dalam rumah adalah tindakan yang sangat berbahaya.

Terdakwa dituduh membobol rumah NANA di Acheon-dong, Guri, Provinsi Gyeonggi, pada 15 November tahun lalu sekitar pukul 18.00. Ia mengancam NANA dan ibunya dengan senjata, meminta uang, serta melukai mereka dalam kejadian tersebut.

3. Perkembangan Kasus Pembobolan Rumah NANA

NANA hadir sebagai saksi memakai pakaian kasual/Newsen

Setelah perlawanan, NANA dan ibunya berhasil melumpuhkan pelaku. Terdakwa kemudian mengajukan pengaduan balik dengan tuduhan percobaan pembunuhan, namun polisi menilai tindakan NANA sebagai pembelaan diri dan menolak meneruskan kasus tersebut. NANA pun mengajukan pengaduan atas tuduhan palsu terhadap dirinya.

Meski sebelumnya NANA dan ibunya telah menyatakan tidak akan hadir sebagai saksi, pengadilan tetap mengeluarkan panggilan sidang. Akibatnya, NANA hadir di pengadilan untuk memberikan kesaksian.

Rekomendasi

Trending