KOREA

Perbedaan Selera Penonton K-Drama di Korea dan Luar Negeri, Komedi Romantis vs Realistis

Selasa, 28 Juli 2020 07:45

(credit: Istimewa)

Kapanlagi.com - Drama Korea sekarang semakin populer di penjuru dunia. Yang dulu anti kekoreaan, kini mendadak jadi suka nonton bahkan ketagihan melihat tiap episodenya.

Namun ada perbedaan selera antara penonton di Korea dan internasional. Yang populer banget di luar negeri, ternyata malah dapat rating rendah di negara sendiri. Contohnya saja IT'S OKAY TO NOT BE OKAY dan THE KING: ETERNAL MONARCH. Di Korea, dua drama ini dapat rating biasa aja. Di luar Korea, kedua drama tersebut jadi hits bahkan salah satu yang paling banyak ditonton di Netflix di banyak negara.

Dilansir dari Koreaboo, salah satu perwakilan rumah produksi drama Korea (kita sebut saja A), menjelaskan tentang perbedaan selera ini. A juga menjelaskan daya tarik drakor yang disukai penonton internasional.

1. Jalan Cerita

Jika sebuah rumah produksi fokus ingin menjual karya ke luar negeri, mereka lebih memilih menampilkan genre komedi romantis. Menurut A, pembeli hak cipta di luar negeri cenderung kurang tertarik jika ditawari genre lain seperti medis.

"90% pembeli luar negeri menolak drama medis, tak peduli kualitasnya. Mungkin karena komedi romantis seperti DESCENDANTS OF THE SUN sukses jadi hits di berbagai penjuru dunia," kata A.

Lain cerita dengan penonton Korea Selatan yang sudah bosan banget dengan percintaan. Mereka lebih memilih menonton drama yang nggak terlalu fokus pada kisah cinta pemeran utamanya dan punya genre yang lebih luas.

 

2. Realistis atau Tidak

Pembeli hak cipta drakor di luar negeri juga tidak keberatan membeli drama ber-genre fantasi, seperti THE KING: ETERNAL MONARCH yang berkisah tentang dunia paralel. Terbukti drama yang dibintangi Lee Min Ho ini populer di banyak negara.

Sedangkan penonton drama di Korea Selatan, lebih menyukai hal-hal yang nyata dan realistis. Banyak yang bilang kalau THE KING: ETERNAL MONACRH ini sama sekali nggak masuk akal ceritanya.

3. Product Placement

Salah satu penonton di Korea sempat ditanya alasannya kenapa tak lagi menyaksikan drama. Penonton ini bilang ia tak suka karena banyak product placement atau ppl (iklan di tiap adegan) juga dianggap keterlaluan.

Mengenai ppl, rumah produksi pun berusaha menjual drama mereka ke luar negeri (seperti ke Netflix) agar bisa mengurangi adegan beriklan ini. Cara itu juga kini banyak digunakan karena di masa pandemi susah mencari iklan.

Penonton di luar negeri dianggap tidak peduli dengan ppl. Kemungkinan terbesarnya adalah mereka adalah penonton baru yang hanya fokus pada cerita bukan detail.

4. Visual Para Bintangnya

Satu lagi yang disebut apa yang membuat penonton suka drama Korea, yaitu aktor dan aktrisnya. Penonton luar negeri disebut suka sekali jika pemeran utamanya ganteng / cantik sekaligus bintang populer Hallyu

Oleh karena itu meski sebuah drama dapat rating rendah di Korea, produser tak terlalu mempermasalahkan, asalkan drakor yang mereka buat populer dan jadi hits di luar negeri.

So KLovers, suka drama yang kayak gimana sih?


REKOMENDASI
TRENDING