FILM INDONESIA

Catatan Seorang Reporter, Rela Pergi ke Bandung Demi 'DILAN 1991'

Sabtu, 23 Februari 2019 22:10 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Pemain film DILAN 1991 © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Siapa di sini yang menunggu kelanjutan kisah cinta Dilan dan Milea? Ah rasanya semua orang menunggunya. Mungkin terasa berlebihan, tapi sepertinya tidak jika kalian memang menyaksikan sendiri episode pertama.

Salah satu film yang paling mencuri perhatian tahun 2018 ini akan segera merilis sequelnya berjudul DILAN 1991 esok hari yang secara spesial hanya diselenggarakan di Bandung. Uniknya lagi, tanggal 24 Februari 2019 juga akan menjadi Hari Dilan sekaligus peresmian Taman Dilan di Bandung.

Pada Hari Dilan, kabarnya seluruh Bioskop dan seluruh studionya di Bandung akan menayangkan film DILAN 1991. Spesialnya, harga tiketnya hanya dibanderol seharga 10 ribu rupiah!

Fenomena ini bisa terjadi tentu berkat kesuksesan film pertama. Film sebelumnya, DILAN 1990 yang diangkat dari novel berjudul sama ciptaan Pidi Baiq, telah mencetak rekor sebagai film terlaris ke-2 sepanjang masa di Indonesia. Data yang tercatat sebanyak 6.315.664 orang telah menjadi saksi gombalan maut Dilan pada Milea.

1. Hari Dilan

Sudah cukup rasanya penjelasan soal Dilan, sekarang waktunya aku yang bercerita. Siapa aku? Ah tidak penting, yang penting itu kamu, kamu bisa tau semua update soal DILAN 1991 dari sini.

Falcon Pictures bersama Max Pictures mengundang media untuk meliput langsung kemeriahan Hari Dilan di Bandung dan beruntungnya aku diajak. Senang sekali rasanya akan bisa menyaksikan sendiri bagaimana keseruan Dilan menggemparkan kota yang dipenuhi kenangan bersama Milea itu.

Aku dan teman-teman media berkumpul di kantor Falcon Pictures sekitar pukul 11.30 WIB. Rencananya kami akan berangkat ke Bandung menggunakan Bus. Sambil menunggu, kami dihidangkan makanan prasmanan yang telah tersaji dan siap untuk disantap.

Usai makan siang, kami disajikan es krim sebagai makanan penutup dan minuman dingin seperti kopi, susu coklat atau Thai tea sebagai penambah energi. Tidak lupa kami menjalankan ibadah salat Zuhur dan kembali bercengkrama seusainya.

2. Menuju Bandung

Sekitar pukul 14.30 WIB, ada 4 Bus akhirnya datang dan siap untuk mengantarkan kami ke tempat paling romantis sejagat raya, Bandung. Saat ini, aku masih duduk di Bus rombongan nomor 2, tepatnya di depan, dekat pak sopir yang sedang menyetir dengan siaga.

Ohiya, perjalanan kami lancar karena dikawal oleh Voorijder hingga sampai tujuan. Tapi rasanya perjalanan masih panjang, aku jadi ngantuk dan sepertinya mataku segera tertutup. Nanti kalau sudah sampai segera aku kasih kabar. Jangan rindu.


REKOMENDASI
TRENDING