CLOSE

Fakta-Fakta Seputar Film 'SOEGIJA'

Fakta-Fakta Seputar Film 'SOEGIJA'
Adegan SOEGIJA. Foto: KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Film SOEGIJAmendapat respon yang sangat positif dari penonton Indonesia sejak diputar untuk pertama kalinya pada tanggal 7 Juni lalu. Respon positif tersebut nampak dari jumlah penonton yang membanjiri bioskop untuk melihat kisah perjuangan yang utamanya mengambil sudut pandang Romo Soegijapranata, uskup pribumi pertama di Indonesia. SOEGIJAsendiri adalah film drama sejarah yang disutradarai oleh sutradara senior Indonesia Garin Nugroho, dibintangi oleh budayawan Nirwan Dewanto yang dipercaya memerankan tokoh pahlawan nasional Albertus Soegijapranata. Dengan banyaknya respon positif tersebut tak ada salahnya bila kamu yang belum menontonnya, menyempatkan diri untuk pergi ke gedung bioskop untuk mengapresiasi kisah perjuangan Romo Soegija bersama pejuang lainnya. Beberapa fakta berikut ini mungkin bisa menambah ketertarikanmu dalam menonton film drama kolosal SOEGIJA.    

1. Film Termahal Garin Nugroho

KapanLagi.com

Film yang dibintangi aktor-aktor dari beragam latar belakang budaya ini diputar serentak di Indonesia pada tanggal 7 Juni 2012. Dengan anggaran untuk membuat film sekitar Rp12 Miliar, film ini menjadi film termahal yang pernah disutradarai oleh Garin Nugroho.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Ini Film Perjuangan

KapanLagi.com®

Film ini diproduksi dengan format film perjuangan yang mengambil cerita dari catatan harian tokoh Pahlawan Nasional Mgr.Soegijapranata,SJ dengan mengambil latar belakang Perang Kemerdekaan Indonesia dan pendirian Republik Indonesia Serikat pada periode tahun 1947--1949.

Hal ini jelas menampilk isu yang sempat beredar bahwa film SOEGIJAadalah usaha kristenisasi karena menangkat tokoh kristiani. Soegijapranata sendiri adalah salah satu tokoh pahlawan nasional yang diberi gelar oleh presiden Soekarno.

3. Kental Dengan Adat Jawa

KapanLagi.com

Film ini mengambil latar daerah Yogyakarta dan Semarang. Film ini juga menampilkan tokoh-tokoh nasional Indonesia lain, seperti Soekarno, Fatmawati, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sri Sultan Hamengkubuwana IX, Sri Paku Alam VIII, Jenderal Soedirman, dan Soeharto.

Dengan setting lokasi seperti di atas, tak heran apabila dalam film banyak dipergunakan bahasa Jawa dalam dialog para pemerannya.

4. Tak Semuanya Tokoh Nyata

KapanLagi.com

Untuk bisa menggambarkan pengalaman Soegija, film ini banyak menampilkan tokoh-tokoh nyata tetapi difiksikan, baik dari Indonesia, Jepang, Belanda, sipil, maupun militer dalam peristiwa-peristiwa keseharian yang direkonstruksi dengan cukup perinci.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/dka)

Rekomendasi

Trending