FILM INDONESIA

Gellert Grindelwald Penyihir Hitam Penuh Obsesi Kuasai Dunia Muggle

Jum'at, 02 November 2018 18:09 Penulis: Rezka Aulia

Grindelwald penyihir yang penuh obsesi. (Warnerbros)

Kapanlagi.com - Penggemar Harry Potter alias Potterhead pastinya tak asing mendengar nama Gellert Grindelwald. Tokoh satu ini telah ada dalam buku fiksi populer karya JK Rowling, serial Harry Potter. Nama Grindelwald disebut sejak buku pertama, Harry Potter Dan Batu Bertuah.

Kini sosoknya diangkat dalam sebuah spin-off dalam judul FANTASTIC BEAST: THE CRIMES OF GRINDELWALD, namun siapa sebenarnya sosok penyihir kuat ini? Sebelum Lord Voldemort menguasai dunia sihir hitam, Grindelwald yang menguasainya. Ia mengenyam pendidikan di Durmstrang, sekolah sihir Eropa Timur yang memiliki reputasi amat gelap, terutama dengan sihir hitam.

Grindelwald harus dikeluarkan dari Durmstrang karena melakukan serangan yang mematikan pada sesama siswa. Rowling menggambarkan Grindelwald sebagai penyihir yang memiliki kemampuan sihir sebrilian Albus Dumbledore. Sejak masih bersekolah, Grindelwald telah memiliki obsesi memiliki tiga benda sihir Deathly Hallow. Dalam narasi JK Rowling, Elder Wand, Infinity Cloak, dan Sorcerer's Stone adalah benda sihir yang amat kuat. Pemilik ketiga Deathly Hallows akan menjadi Master of Death, penyihir terkuat yang tak terkalahkan.

1. Pertemuan Dengan Dumbledore

Setelah dikeluarkan dari Drumstrang, Grindelwald muda pergi ke Godric's Hollow di Inggris. Di sana ia tinggal dengan bibinya seorang guru Sejarah Sihir, Bathilda Bagshot. Kediaman Bathilda juga menjadi kampung Ignotus Peverell, salah satu pemilik asli Deathly Hallows. Oh well, ini juga merupakan kampung halaman keluarga Dumbledore.

Saat itu Albus Dumbledore muda baru saja lulus dari Hogwarts, namun penyihir muda ambisius ini sedang dalam kondisi menyedihkan. Ia tak bisa mengejar cita-citanya karena harus mengurus kedua adiknya setelah tragedi kematian orangtua mereka. Sebagai kakak tertua, Albus harus menjadi kepala keluarga, hal ini sedikit banyak membuatnya merasa terbebani.

Dumbledore dan Grindelwald bertemu di desa yang memang tak begitu besar. Sejak pertemuan pertama, kedua penyihir muda ini menjadi sahabat yang tak terpisahkan. Grindelwald dan Dumbledore sama-sama penyihir muda berbakat dan keduanya saling berbagi obsesi tentang memiliki Deathly Hallows.

2. Obsesi Grindelwald

Lebih lanjut, Grindelwald mengungkap obsesinya dalam melakukan revolusi di dunia sihir. Ia ingin menyudahi kehidupan kaum penyihir yang harus bersembunyi dari muggle. Tak cukup sampai di situ, Grindelwald bahkan ingin mendominasi dunia dalam kuasa para penyihir. Kedekatan keduanya membuat Dumbledore bias dan malah terpukau dengan cara pikir sahabat barunya ini.

Bersama, keduanya melakukan pencarian Deathly Hallows dan ingin melakukan revolusi dalam dunia sihir. Tujuan dua penyihir muda berbakat ini adalah mengakhiri International Statute of Secrecy yang 'memberi' penghalang antara dunia sihir dan kaum muggle. Pasalnya hubungan penyihir dan manusia pada masa itu amat buruk. Bahkan perburuan penyihir diperbolehkan dengan alasan mencegah penyalahgunaan ilmu sihir terhadap muggle.

 

3. Kematian Adik Dumbledore

Obsesi dan persahabatan baru Albus Dumbledore ini menghasilkan ketegangan dalam keluarganya. Adik pertamanya, Abeforth Dumbledore secara tegas menentang obsesi gila sang kakak. Menurutnya lebih baik Albus bertanggung jawab atas adik mereka, Ariana Dumbledore, dari pada melakukan petualangan sia-sia bersama Grindelwald.

Tak sebatas adu mulut, ketegangan ini berujung dengan duel antara Abeforth, Grindelwald, dan Albus. Duel sihir tiga penyihir muda ini memakan nyawa si bungsu, Ariana. Persahabatan Albus dan Grindelwald berakhir, adik Dumbledore meninggal, dan Grindelwald pergi menghilang.

Perginya Grindelwald ini masih dengan tujuan mencari Deathly Hallow. Ia menjelajah Eropa dan akhirnya mendapatkan Elder Wand, yang ia curi dari pembuat tongkat sihir Gregorovitch. Dengan tongkat sihir terkuat di tangan, Grindelwald memilih pergi dari tanah Inggris.

 

4. Kejahatan Grindelwald

JK Rowling menggambarkan sosok Grindelwald sebagai penyihir muda berbakat yang amat idealis dan memiliki determinasi tinggi. Namun sayang semua bakatnya disalurkan untuk berbuat kejahatan. Rencana revolusi dunia sihir Grindelwald ini dibarengi dengan menjalankan banyak aksi kriminal bersama pengikutnya.

Demi mencari pengikut dan melancarkan misinya, Grindelwald mencuri identitas seorang auror. Di Amerika Grindelwald menjadi Percival Graves, seorang auror dan kepala penegakan hukum sihir yang terhormat. Dalam karir barunya, ia bertemu penyihir muda berbakat, Credence Barebone.

Lebih lanjut, Grindelwald menyadari bahwa Credence adalah seorang Obsecurial. Seorang penyihir yang memiliki kekuatan sihir hitam berbahaya. Akhirnya ia dan Credence pun membentuk komunitas penyihir bervisi sama, melakukan revolusi dunia sihir.

Teror dan pembunuhan dilakukan Grindelwald beserta kawanannya di Amerika dan Eropa. Tentu saja ia masih amat berambisi melakukan revolusi dan menggulingkan Statute of Secrecy. Bersama kawanannya Grindelwald berusaha menunjukkan kekuatan komunitas pada dunia muggle.

 

5. Perasaan Dumbledore

Untuk seseorang yang cerdas seperti Dumbledore, rasanya aneh bila ia tak bisa melihat kejahatan Grindelwald. Namun ternyata ada alasan mengapa Dumbledore tak menyadari semua ini. Hal ini pun dijelaskan Dumbledore pada Harry Potter.

"Grindelwald. Kau tak bisa membayangkan bagaimana ia pemikirannya membuatku terperangah, Harry. Apakah aku tau dari lubuk hati paling dalam penyihir seperti apa Gellert Grindelwald itu? Tentu aku tahu, tapi aku menutup mataku," ucap Dumbledore pada Harry di buku ketujuh.

Lebih lanjut, JK Rowling mengakui bahwa Dumbledore memang menyimpan rasa cinta pada sosok Grindelwald. Meski tak menjelaskan secara gamblang, namun Rowling menjelaskan secara terkias dalam bukunya. Banyak fans menyayangkan karena Rowling tak menggambarkan bahwa Dumbledore gay, hal ini pun ia jawab melalui twitter.

"Karena para gay juga manusia," balas Rowling singkat. Maksud lebih lanjut Rowling adalah, kita tak perlu mengelaborasikan lebih lanjut tentang orientasi seks seseorang. Meski demikian, dalam film ini pun nantinya tak dijelaskan secara gamblang mengenai orientasi Dumbledore. Nantinya akan berfokus tentang sosok Grindelwald.

KLovers sudah siap menyaksikan aksi Grindelwald dan Newt Scamander dalam film ini? Film ini rencananya akan tayang pada 16 November mendatang. Sembari menunggu KLovers bisa simak film pertamanya atau mengintip trailer yang telah dirilis.


REKOMENDASI
TRENDING