FILM INDONESIA

Jadi Produser Film, Rio Dewanto Mengaku Pusing dan Ribet

Natanael Sepaya  |  Selasa, 13 Desember 2016 13:52

Jadi Produser Film, Rio Dewanto Mengaku Pusing dan Ribet

Kapanlagi.com - Jika biasanya Rio Dewanto selalu muncul sebagai aktor, kini ia mulai mencoba untuk duduk di belakang layar dengan menjadi seorang produser. Serius, ia pun segera memproduseri film WONDERFUL LIFE yang mengangkat kisah seorang Ibu dengan anak penyandang disleksia.

Meski beralih menjadi produser film, Rio masih membuktikan kalau ia tetaplah seorang aktor dengan film PASUKAN GARUDA: I LIVE MY HEART IN LEBANON sebagai buktinya. Tapi pertanyaan sebenarnya, apa saja sih hal yang dirasakannya hingga suami Atiqah Hasiholan ini tetap memilih untuk menjadi produser film?

"Beh, mikirin dari semuanya lah. Dari segi pre-production, produksi, sampai akhirnya tayang, promosi dan banyak banget. Pusing, ribet. Tapi ini pembelajaran baru, gue mendapatkan kesempatan dalam hidup gue terutama di tahun ini yang bener-bener menurut gue banyak hal baru yang gue dapetin. Salah satunya produce film, main jadi PASUKAN GARUDA, gue akhirnya bisa bersuara untuk masyarakat yang dimarjinalkan kemarin atas kasus hak asasi petani, gue berangkat ke sana. Banyak hal dan pengalaman baru gue lewatin sepanjang tahun ini. Terus kemarin sempet main drama musikal, main teater. Beda sama beberapa teater yang gue peranin, di sini gue dipercaya mainin dua peran. Jadi ya tahun ini menurut gue banyak bersyukurlah, banyak hal-hal yang baru dan menarik untuk dilewati," ujar Rio saat ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/12).

Jadi produser, Rio Dewanto sempat merasa pusing dan 'kewalahan' © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoJadi produser, Rio Dewanto sempat merasa pusing dan 'kewalahan' © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Walau begitu, aktor FILOSOFI KOPI ini menegaskan kalau ia belum mau beranjak menjadi seorang sutradara. "Enggak sih kalau jadi director, belum kepikiran. Iya (belum ada passion juga)," akunya singkat.

Aktor tampan yang masih berusia 29 tahun ini sendiri punya alasan kuat kenapa ia belum mau menjadi seorang sutradara film. Selain edukasi yang minim dalam hal directing, ada banyak aspek yang menurutnya masih harus dipelajari sebelum benar-benar menjadi seorang sutradara.

"Belum kepikiran aja. Gue enggak mempunyai banyak edukasi tentang directing. Karena directing kan mikirin shot, gimana cara ngejahit cerita, cara membangun atau membantu pemain (berakting), men-direct mereka. Jadi belum gue pelajarin sih, jadi gue belum bisa bilang pengen," pungkasnya.

Sudah Tahu Yang Ini?

Tahun Depan, Rio Dewanto Siapkan Sekuel 'FILOSOFI KOPI'
Rio Dewanto & Atiqah Hasiholan, Terbiasa Saling Cerita Pekerjaan
Rio Dewanto Ungkap Beda Tantangan Main Layar Lebar dan Teater
Rio Dewanto: Pahlawan Nggak Harus Duduk di Bangku Parlemen
Mau Kenang Filmnya, Rio Dewanto Ingin Bikin Tato di Perut

(kpl/pur/ntn)

Rekomendasi Pilihan





Lihat Arsip Film Indonesia

- - -