Konsep Tak Biasa, Film 'LIMA' Ditangani Oleh 5 Sutradara Sekaligus

Jum'at, 25 Mei 2018 09:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Konsep Tak Biasa, Film 'LIMA' Ditangani Oleh 5 Sutradara Sekaligus Lola Amaria / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Terobosan baru dilakukan Lola Amaria lewat film terbaru garapannya berjudul LIMA. Yang menarik, Lola tidak sendiri sebagai seorang sutradara, melainkan ada empat orang lainnya; Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Adriyanto Dewo dan Harvan Agustriansyah.

Film LIMA sendiri mengangkat cerita soal nilai-nilai Pancasila. Setiap satu sila digarap oleh seorang sutradara, lalu dibungkus menjadi sebuah cerita yang menarik untuk ditonton karena memang banyak terjadi disekitar kita.

"Film ini kan sebenarnya nilai-nilai Pancasila yang divisualkan ke dalam sebuah film. Dan dari film itu kita berharap semua orang bisa berperilaku kembali ke nilai-nilai di semua sila yang terkanding di sana," ucap Lola usai press screening Lima di XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (24/5).

"Karena sebenarnya kalau lima-limanya itu diterapkan di kehidupan sehari-hari, nggak akan ada hal negatif yang kita lihat akhir-akhir ini," sambungnya.

Lola punya pesan-pesan positif dalam film 'LIMA' / Credit: KapanLagi - Bayu HerdiantoLola punya pesan-pesan positif dalam film 'LIMA' / Credit: KapanLagi - Bayu Herdianto


Sebelum produksi film dimulai, Lola sempat ragu untuk menggarap film tersebut. Namun karena ada misi positif yang ingin diperlihatkan, film itupun dibuat dan siap tayang pada 31 Mei 2018 di bioskop-bioskop Tanah Air.

"Awalnya sempat mikir, 'Kayaknya susah deh'. Tapi kalau satu sila dibuatkan satu film biayanya mahal, kalau lima sila dalam satu film, susah ya. Sampai ketemu dan ngobrol sama semua sutradara akhirnya jadi konsepnya dan ya berhasil," ujar Lola.

Fillm LIMA dibintangi oleh sederet artis top seperti Prisia Nasution, Yoga Pratama, Tri Yudiman, Baskara Mahendra dan Dewi Pakis. Selain itu, ada alasan sendiri kenapa 31 Mei dipilih sebagai tanggal penayangan LIMA.

"Pas banget XXI ngasih tangal 31 Mei dan kebetulan juga tahun ini itu 20 tahun peringatan tragedi 1998. Kami dari awal memang menyinggung hal-hal itu tapi tidak dikonsepkan sampai sejauh itu. Kalau tayang dekat hari Pancasila itu memang iya, tapi semua berpikirnya film kan ada nasibnya masing-masing, kalau nggak bagus ya gimana," tutup Lola.

(kpl/aal/gtr)


REKOMENDASI
TRENDING