CLOSE

Nia Dinata Tekankan Etika Berbisnis

Cut Mini dan Nia Dinata. Foto: KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Kasus pelaporan KK Dheeraj dan Dewi Perssik karena penipuan publik telah mencoreng perfilman Indonesia. Pemakaian nama Mr Bean untuk digunakan dalam judul dengan pelaku palsu disebut sebagai cara promosi untuk mendongkrak jumlah penonton. Apakah hal itu memang diperlukan? "Saya enggan mengomentari tentang kasus itu. Yang jelas kalau promosi film ada banyak cara," ujar Nia Dinata, produser dan sutradara saat ditemui di SCBD, Jalan Sudirman, Jaksel, Rabu (13/6). Nia mengaku memang mengetahui kabar tersebut, namun dia tak berkomentar banyak. yang ia harapkan adalah penonton bisa memberi keputusan. "Kalau harus komentar, saya tekankan di etika bisnis aja. Apapun bisnisnya, etika dasar untuk jujur dan tidak berbohong itu mesti dipegang," papar Nia. KK Dheeraj dilaporkan atas penipuan publik karena selama masa promosi, Dheeraj dan Dewi Perssik, bintang utama film MR BEAN KESURUPAN DEPE sering menyebut aktor yang bermain di dalamnya adalah Mr Bean asli (Rowan Atkinson). Penonton pun berasumsi demikian. Namun ternyata, yang tampil adalah pria pemeran Mr Bean dari Inggris, alias asli tapi palsu, hanya mirip. LANGSUNG BACA SENSASI TERBARU DUNIA PERFILMAN INDONESIA DI SINI!  

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/uji/dka)

Rekomendasi

Trending