CLOSE

'OPERA JAWA' Diputar di Gedung Theater Bergengsi Jenewa

Kapanlagi.com - Film karya Garin Nugroho, OPERA JAWA diputar sebanyak 20 kali di gedung theater bergengsi The CAC Voltaire di Jenewa, Swiss, sejak minggu lalu dalam rangkaian "The Swiss Perform Award".

Sekretaris Kedua Perwakilan Tetap RI Jenewa Yasmi Adriansyah di London, Selasa, mengatakan, pemutaran OPERA JAWA merupakan sebuah kebanggaan bagi dunia perfilman Indonesia sekaligus ikut mengangkat citra Indonesia sebagai negara yang penuh dengan kekayaan seni dan budaya.

Dia mengatakan, pemutaran film itu membuat film yang diangkat dari kisah epik Ramayana tersebut bersanding dengan sejumlah film lain dari mancanegara seperti dari Iran GOODBYE LIFE yang disutradarai Ensieh Shah-Hosseini, film Jepang ANALIFE karya Kenji Goda serta film DIEP karya sutradara Belanda Simone Van Duesseldorp yang umumnya pernah diputar dalam kompetisi film internasional.

Selain mempunyai agenda kompetisi film internasional, CAC Voltaire juga mengadakan The International Short Films Selection yang dalam acara tersebut juga diputar sejumlah film pendek dari Australia, Spanyol, Amerika Serikat dan Taiwan, ujarnya.

Menurut Yasmi Adriansyah, kegiatan lainnya adalah memberikan penghargaan kepada film-film TV Swiss, The Swiss Perform Award, serta diskusi internasional yang bertema, antara lain, Can the critic kill or save a film?.

OPERA JAWA adalah film yang mengisahkan Setio dan istrinya, Siti, yang mengolah sebuah toko barang-barang tembikar. Di masa mudanya, mereka berteman dengan Ludiro, seorang lelaki kaya tetapi zalim. Ludiro jatuh cinta dengan Siti sejak lama.

Ketika Setio melakukan perjalanan di saat kondisi bisnisnya tengah terpuruk, Ludiro memutuskan untuk mengambil kesempatan mencoba menggoda gadis muda Siti dengan berbagai cara sehingga Siti sempat tergoda. Dengan sangat kecewa, Setio memutuskan untuk membawa rasa dendamnya. Ludiro dan Setio akhirnya bertarung secara kolosal.

Film OPERA JAWA dibuat sebagai ungkapan requiem (doa pengantar kematian) bagi korban bencana alam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dengan mengambil cerita dari epik Ramayana, banyak menampilkan narasi tembang dan gamelan Jawa serta koreografi tari yang menawan. Selain di Jenewa, OPERA JAWA juga diputar kota Lausanne, demikian Yasmi Adriansyah.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(*/erl)

Rekomendasi

Trending