FILM INDONESIA

Sinopsis Film 'POCONG 2006', Ketahui Pula Kontroversi di Baliknya!

Kamis, 11 Agustus 2022 19:55

(Credit: imdb.com/indonesianfilmcenter.com)

Kapanlagi.com - Pocong merupakan perwujudan hantu yang cukup populer di Indonesia. Hantu berbentuk manusia yang terbungkus kain kafan ini juga dikenal di negara Asia Tenggara lain, seperti Malaysia dengan sebutan hantu bungkus. Karena kepopuleran tersebut, pocong sering diangkat sebagai ide film, salah satunya adalah POCONG 2006.

Film POCONG 2006 yang dirilis pada tanggal 28 Desember 2006 silam cukup menghebohkan. Pasalnya, ada beberapa kontroversi yang mengiringinya.

Bahkan, film POCONG sebagai pendahulunya yang ditulis oleh Monty Tiwa dan disutradarai oleh Rudi Soedjarwo ini tidak mendapatkan izin tayang. Nah, bagi kalian yang penasaran dengan sinopsis film POCONG 2006 beserta kontroversi di baliknya, silakan simak informasi selengkapnya berikut ini.

1. Sinopsis Film POCONG 2006

Film POCONG 2006 bercerita tentang Maya (Revalina S. Temat) yang bekerja sebagai asisten dosen. Karena menjadi anak yatim piatu, dia hanya tinggal berdua dengan adiknya bernama Andin (Risty Tagor) yang masih duduk di bangku SMU.

Diceritakan bahwa Maya akan segera menikah dengan kekasihnya yang bernama Adam (Ringgo Agus Rahman). Dia pun berniat mencari tempat tinggal yang lebih layak. Akhirnya, dia menemukan sebuah apartemen yang disewakan dengan harga murah. Sayangnya, kehidupan yang diharapkan bisa lebih baik itu justru berubah jadi penuh teror. Misteri demi misteri pun dimulai sesaat setelah mereka pindah ke apartemen tersebut.

Awalnya, Andin merasa selalu diganggu oleh pocong. Karena adiknya sudah mengalami depresi berat, Maya yang tadinya tak percaya pun mulai melakukan penyelidikan. Maya penasaran dan mencari tahu alasan mengapa Andin menjadi sasaran gangguan dari pocong tersebut. Namun, ternyata ada hal yang mengejutkan. Bukan cuma arwah penasaran berupa pocong saja, ada alasan lain yang bisa mengancam nyawa sang adik.

2. Pemain Film POCONG 2006

Film POCONG 2006 dibintangi oleh para aktor bertalenta, antara lain:

- Revalina S. Temat (Maya), seorang asisten dosen yang memiliki adik perempuan yang bernama Andin. Dia ingin mencari tempat tinggal baru bersama adiknya yang masih dirundung rasa kehilangan setelah dua orangtuanya meninggal.

- Risty Tagor (Andin), adik dari Maya yang kurang kasih sayang karena orangtuanya telah meninggal. Apalagi, sang kakak sering terlambat menjemputnya. Di sisi lain, dia tak menyetujui pernikahan kakaknya dengan Adam. Setelah pindah ke rumah baru, dia selalu diganggu oleh pocong.

- Ringgo Agus Rahman (Adam), laki-laki yang berencana menikah dengan Maya, tapi tidak disetujui Andin. Di tengah teror yang mereka alami, dia berperan sebagai tidak percaya dengan hal-hal yang berbau mistik.

- Dwi Sasono sebagai Wisnu.

- Agung Basuki sebagai pocong.

- Eddie Karsito sebagai Darno.

- Ronald Kansil sebagai Slamet.

- Otig Pakis sebagai Gendeng Mangkulangit.

- Fadiptya Hadi sebagai Donny.

- Vedie Bellamy sebagai Tyo.

Tim Produksi:

- Sutradara: Rudi Soedjarwo

- Produser : Novi Christina dan Mitzy Christina

- Penulis : Monty Tiwa

- Penata musik : Andi Rianto

- Sinematografer: Kiky Sewoyo, Indra Rachmadi, dan Ivan Nugroho.

- Penyunting: Monty Tiwa dan Cindy R.A. Biere.

- Perusahaan produksi: SinemArt Pictures

- Tanggal rilis : 28 Desember 2006 (Indonesia)

- Durasi: 90 menit

- Negara: Indonesia

- Bahasa: Indonesia

3. Film POCONG yang Dilarang Beredar

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, film POCONG 2 adalah film horor Indonesia tahun 2006. Film ini seharusnya didahului film POCONG 1. Namun, Lembaga Sensor Film (LSF) melarang film pendahulunya untuk diedarkan karena dianggap sadis, menimbulkan luka lama, membawa unsur yang menyinggung suku, agama, ras dan budaya serta pemerkosaan yang brutal. Alasan ini berkaitan dengan kerusuhan tahun 1998. Pelarangan tersebut membuat produksi film POCONG 2006 dipercepat. Setelah itu, pada tahun 2007, film POCONG 3 pun dirilis.

Menurut Monty Tiwa, film POCONG 2 menjadikannya film pertama dalam sejarah perilisan sebuah sekuel tanpa ada film pendahulu. Hal itu dia sampaikan pada thread di Twitter pada 13 April 2019.

"Film Pocong (2006) yang dilarang beredar, sebetulnya sudah selesai syuting tahun 2005. Seharusnya, tayang pada awal tahun 2006, tetapi dicekal LSF dan kami langsung buat sekuelnya pada tahun yang sama. Ini menjadikan Pocong 2 sebagai film pertama dalam sejarah, sebuah sekuel tanpa ada film pendahulu," tulis Monty Tiwa (@montytiwa).

4. Kontroversi Film POCONG 2006

Kontroversi film POCONG 2006 jelas tak bisa dilepaskan dari pelarangan peredaran film pendahulunya. Masih melalui Twitter, Monty Tiwa membuka alasan pelarangan tersebut. Hal itu dia lakukan sesaat sebelum perilisan film POCONG THE ORIGIN yang disebut sebagai reinkarnasi dari dari film POCONG yang sebelumnya dilarang. Salah satu alasan menyebutnya sebagai reinkarnasi karena sang penulis melakukan kompromi dan memakai kembali beberapa aspek cerita yang dulu menjadi dasar pelarangan FLS.

"Dalam versi 2019, saya kompromi dan menghilangkan dua poin, yaitu kisah latar kerusuhan 1998 (karena ini juga tahun politik) dan kekerasan yang brutal secara visual," ungkap Monty Tiwa.

Sebagai penulis skenario, Monty Tiwa menyadari risiko yang ada. Namun, perjuangan Chand Parwez Servia selaku produser film ini membuahkan hasil. Akhirnya, belasan tahun setelah kontroversi pelarangan tersebut, film POCONG THE ORIGIN sebagai bagian dari seri film POCONG berhasil dirilis pada 18 April 2019.

Nah, KLovers, itulah sinopsis film POCONG 2006 beserta kontroversi di baliknya.

REKOMENDASI
TRENDING