Wawancara Eksklusif George Clooney, Tentang Bumi yang Sekarat di Film 'THE MIDNIGHT SKY'

Rabu, 23 Desember 2020 08:04 Penulis: Mahardi Eka Putra
Wawancara Eksklusif George Clooney, Tentang Bumi yang Sekarat di Film 'THE MIDNIGHT SKY' George Clooney, aktor sekaligus sutradara THE MIDNIGHT SKY

Kapanlagi.com - George Clooney pernah memikat kita dengan drama luar angkasanya bersama Sandra Bullock dalam GRAVITY (2013). Tidak hanya menyajikan visual yang memukau mata, dalam film tersebut digambarkan tentang perjuangan dua orang astronot yang saling membutuhkan satu dengan lain karena mereka hanya berdua, terapung di luar angkasa maha luas. 

Pada 23 Desember, Clooney kembali hadir dalam film drama fiksi ilmiah yang sekali lagi bersetting luar angkasa. Judulnya THE MIDNIGHT SKY. Dalam film ini ia berperan sebagai Augustine, seorang profesor yang memilih untuk menetap di sebuah stasiun di Artik meski orang-orang sudah berduyun-duyun mencari shelter menyelamatkan diri. 

Bukan tanpa sebab, Ausgustine (diperankan oleh Clooney) merasa perlu mengontak kapal luar angkasa, Aether yang menjadi satu-satunya harapan manusia untuk selamat dari Bumi yang sudah sekarat. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Bumi?

KapanLagi berkesempatan untuk mewawancara George Clooney tentang film barunya ini. Kami bertanya seputar cerita yang diusung di dalamnya, dan juga proses kreatif Clooney dalam menggarap film ini. Ini adalah keenam kalinya ia duduk sebagai sutradara sekaligus membintanginya. Simak wawancara lengkapnya di bawah ini. 

Tanya: Anda sebelumnya sudah membintangi dua film tentang astronot dan luar angkasa, SOLARIS dan GRAVITY. Bagaimana kedua film tersebut mempengaruhi pendekatan anda dalam menyutradarai film ini?

George Clooney:
"Lucunya nih, aku tidak menganggap ini adakah kisah tentang astronot secara umum, tapi mengambil setting di dua dunia (Bumi dan luar angkasa). Namun, setelah aku bekerja dalam film luar angkasa dengan Sodebergh dan Alfonso Cuaron, dua sutradara terbaik di bidang ini, aku tahu bagaimana untuk menyutradarai film ini. Mereka memberi tahuku hal apa yang perlu dihindari dan aku tahu apa yang harus kuhindari. Mereka juga memberi tahu apa yang efektif. Jadinya mereka memberiku banyak jalan pintas, sehingga aku tidak perlu ‘terjerembab’ saat mengerjakan film ini"

KapanLagi: Dengar-dengar film ini juga terinspirasi film THE REVENANT dan juga GRAVITY. Apa yang anda ambil dari kedua film tersebut?

George Clooney: Innarittu adalah sutradara hebat, terlebih dalam THE REVENANT. Dan penulis cerita THE REVENANT (Mark L. Smith) juga menulis cerita film ini. Ada benang merah cerita tentang manusia menghadapi alam dalam kedua film ini. Sementara GRAVITY, jelas sekali sama-sama membahas tentang luar angkasa. Namun, film ini sebetulnya adalah kisah berskala kecil yang intim tentang seseorang. Apa yang disajikan di layar sangat megah dan luas, tapi ceritanya sangat sangat intim.

KapanLagi: Tidak seperti kebanyakan film apocalyptic lainnya di mana sudut pandangnya adalah dari sisi tokoh besar, misalnya kepala negara, tim astronot heroik, atau pasukan tempur, film ini justru mengambil tokoh-tokoh sederhana. Apa tantangannya menggarap sesuatu yang beda seperti ini?

George Clooney: 
Aku merasa bahwa resep utama dalam menceritakan semua cerita adalah menjadikannya personal. Contohnya, aku akan menceritakan tentang Darfur, Sudan dan kita membicarakan ribuan orang terbunuh. Itu angka yang besar dan tidak semua orang bisa langsung memahaminya. Namun ketika kamu mengambil contoh satu anak dan menceritakan kisah mereka. Itu akan lebih berdampak kepada semua orang. Untuk bisa menambatkan kisah THE MIDNIGHT SKY dalam kisah-kisah tokohnya sangatlah penting. Itu bisa membuat cerita dalam filmnya lebih berdampak.

KapanLagi: Tanpa memberi kami spoiler, sebenarnya apa yang terjadi pada Bumi di film ini?

George Clooney: Kami merancang, aku tepatnya merancang agar imajinasi kalian bermain di situ. Imajinasi kalian sangatlah lebih kuat dari apa yang aku bisa ceritakan atau tunjukkan di film. Ada banyak cara sebetulnya kita bisa menceritakannya, intinya sebetulnya apa yang dilakukan manusia terhadap sesamanya. Kita bisa saja mengabaikan sains dan menceritakan bahwa Bumi kena dampak perubahan iklim dan atmosfirnya meledak. Kita juga bisa membuat negara-negara saling benci dan mulai perang nuklir. Ada banyak cara kita bisa membuatnya heboh di film. Dan kini kita sedang menghadapi pandemi juga. Ada versi lain yang bisa kita ceritakan. Bagiku pertanyaannya bukan apa yang terjadi, tapi bagaimana kita bisa sampai ke situ dan cara apa yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.

Kapanlagi: Kolom komentar trailer film ini dipenuhi dengan reaksi bahwa film ini pas menggambarkan situasi pandemi saat ini. Setujukah anda?

George Clooney: Sayangnya itu benar. Film ini menceritakan tentang bagaimana orang bisa pulang dengan selamat. Ini film tentang bagaimana orang berupaya berkomunikasi satu dengan lainnya. Bagaimana mereka bisa dekat dengan yang dikasihi. Dan kini semua dari kita merasakan versi yang berbeda-beda dari ‘Aku ingin bersama ayah ibuku sekarang’. Namun kita tidak bisa. Apa yang kemudian coba disampaikan filmnya, dan kurasa juga penting sekarang adalah tentang harapan. Ada cahaya di ujung terowongan. Ada alasan kuat untuk berjuang, untuk tetap hidup.

KapanLagi: Apa tantangan yang anda dapatkan sebagai sutradara dalam film ini?

George Clooney: Sebagai seorang sutradara, film luar angkasa itu susah. Sebagai sutradara, akan sangat lebih mudah berada di lingkungan bersalju dan memegang kamera dan merasakan dingin saljunya. Seperti itu. Sementara untuk adegan luar angkasa, kamu perlu persiapan 9 bulan sebelumnya. Kamu memilih adegan-adegan apa saja yang ingin ditampilkan, 9 bulan sebelumnya, sebelum kamu membangun settingnya. Ini lebih mendetail dan rumit. Namun, harus diakui ini lebih menyenangkan ketika menggarap sesuatu tentang apa yang tidak kutahu sebelumnya.

KapanLagi: Menurut anda, apakah ini film yang pas untuk jadi bahan perenungan penonton terkait apa yang bakal terjadi?

George Clooney: Ada banyak film untuk jadi bahan perenungan. Namun yang aku suka dari film ini adalah topik tentang apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain. Sebaik apa kita bisa memperlakukan orang lain. Tentang bagaimana kita bisa membuat masa depan jadi lebih baik bila kita mendengarkan apa kata ilmuwan soal Bumi. Utamanya, bagaimana kita bisa memperlakukan orang lain dengan hati yang baik.

George Clooney saat kami hubungi via Zoom. George Clooney saat kami hubungi via Zoom.

THE MIDNIGHT SKY tayang 23 Desember. Film ini dibintangi oleh George Clooney, Felicity Jones, Kyle Chandler, dan David Oyelowo. Dalam sepanjang cerita, kalian akan dibawa pada dua setting utama, yakni Bumi yang sedang sekarat dan juga kapal luar angkasa Aether, tempat di mana sekelompok astronot menjalankan misi penyelamatan manusia. Selamat menontonnya KLovers. 

(kpl/dka)


REKOMENDASI
TRENDING