Royal Wedding: 'Warisan' Lady Diana Untuk Pangeran Harry

Selasa, 15 Mei 2018 15:25 Penulis: Rezka Aulia
Royal Wedding: 'Warisan' Lady Diana Untuk Pangeran Harry Pangeran Harry. © AFP

Kapanlagi.com - Persiapan pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markel semakin dekat. Banyak pemberitaan tentang detail pernikahan paling dinanti seluruh dunia ini. Sambil menunggu hari Royal Wedding Pangeran Harry dan Meghan Markle yuk kita kulik lebih dalam sosok Pangeran Harry.

Pangeran Harry mengakui bahwa sosok mendiang Lady Diana yang menjadi inspirasi kehidupannya. Selepas lulus SMA ia telah memulai kegiatan amal dan filantropis-nya.

Royal bad boy satu ini mewarisi jiwa sosial sang ibu yang amat kental. Meskipun sang ibu telah meninggal 21 tahun lalu semangat dan jiwa sang ibu terpancar dari Pangeran Harry. Jiwa filantropisnya terlihat dari badan amal yang Pangeran Harry dukung.

Pangeran Harry mewarisi sifat-sifat sang ibu. © AFPPangeran Harry mewarisi sifat-sifat sang ibu. © AFP

Biasanya para bangsawan akan memilih badan amal sesuai minat mereka. Pangeran Charles mendukung beberapa kelompok penyelamat lingkungan, Camilla Parker Bowles mendukung organisasi osteoporosis karena keluarganya memiliki riwayat penyakit ini.

Sedangkan Pangeran Harry dikenal karena kontribusinya untuk penuntasan ladang ranjau dan AIDS. Veteran militer ini melanjutkan perjuangan sang ibu melawan stigma negatif para penyandang HIV-AIDS.

Pada tahun 1987, Putri Diana bersalaman dengan pria penyandang HIV tanpa memakai sarung tangan. Tentu saja ini menjadi kontroversi pada tahun tersebut, pasalnya masih banyak stigma yang salah tentang penyandang AIDS. Pada masa itu orang masih berpikir bahwa AIDS dapat ditularkan melalui kontak kulit.

Aksi kontroversial lain Putri Diana adalah saat ia memperjuangkan terciptanya perjanjian anti ladang ranjau. Pangeran Harry kini melanjutkan perjuangan sang ibu. Pada bulan April lalu Harry berpidato di International Mine Awareness Day, ia mengenang sang ibu dalam pidatonya.

"Dua puluh tahun lalu, dalam hari-hari terakhir hidup ibuku, ia menyerukan isu ini untuk menarik perhatian publik tentang dampak ranjau darat yang mengerikan dan tak pandang bulu. Mari membuat generasi masa depan bangga dan kita selesaikan apa yang telah kita awali," ujar Pangeran Harry.

Sisi peduli sosial ini pula yang membuat Meghan Markle jatuh cinta padanya. Keduanya juga sering melakukan aksi sosial bersama. Bahkan mereka menghabiskan waktu untuk saling mengenal sambil melakukan kegiatan amal di Afrika loh, KLovers!

Sifat outspoken dan hangat yang ia miliki membuatnya lebih populer dibanding anggota kerajaan yang lain. © AFPSifat outspoken dan hangat yang ia miliki membuatnya lebih populer dibanding anggota kerajaan yang lain. © AFP

Bila para bangsawan biasanya dikenal sangat bergaya classy dan mewah, Pangeran Harry memiliki satu sikap lain. Ia memiliki ketulusan yang bisa dirasakan.

Sebuah polling yang diadakan pada 2015 di Inggris, ia adalah bangsawan paling populer. Harry mengalahkan Pangeran William, Kate Middleton, bahkan termasuk Sang Ratu. Alasannya karena Harry lebih out-spoken, hangat, dan tulus ketika berinteraksi dengan rakyat.

Harry yang menghabiskan dua tahun berkeliling dunia untuk melakukan pekerjaan sosial ini belajar berinteraksi langsung dengan para rakayat. Lewat perjalanannya inilah ia mulai menumbuhkan rasa kepedulian dan sikap hangatnya.

Bila mendiang ibunya dulu dijuluki 'People's Princess' rasanya tak salah kalau Pangeran Harry mendapat julukan 'People's Prince'. Ia berhasil membuang stigma bahwa anggota keluarga kerajaan Inggris itu kaku dan dingin.

Pangeran Harry lebih dekat dengan rakyat setelah perjalanan sosial keliling dunianya. © AFPPangeran Harry lebih dekat dengan rakyat setelah perjalanan sosial keliling dunianya. © AFP

Putri Diana dulu dikenal sering mendobrak protokol kerajaan. Ia tak segan membawa anak-anaknya bermain di taman kota karena ingin anaknya tumbuh normal seperti rakyat sipil.

Lady Diana juga pernah membuat heboh kerajaan Inggris karena melakukan interview dengan BBC. Ia membuka masalah pernikahan, depresi, serta perjuangan melawan bulimia ke hadapan publik. Tentu saja keputusannya ini menjadi kontroversi, tidak hanya di Inggris namun seluruh dunia.

Sekali lagi Pangeran Harry meniru jejak sang ibu, Juni tahun lalu ia membagi perasannya lewat media Newsweek. Dalam wawancaranya ini ia menceritakan kesedihan atas kecelakaan ibunya dan tekanan dari lingkungan sekitarnya.

Tak seperti kebanyakan keluarga bangsawan yang amat tertutup, Pangeran Harry dan Putri Diana tak malu membagi sisi tak sempurna mereka. Menurut Pangeran Harry, membagi masalahnya bukan berarti menunjukkan sisi lemah namun tanda kekuatannya. Dengan menceritakan masalahnya, Harry berharap bisa membagi inspirasi untuk mereka yang sedang mengalami juga.

Pangeran Harry yang kini berusia 32 tahun masih akan memiliki karir kebangsawanan yang panjang. Namun apa yang ia lakukan saat ini pasti telah membuat mendiang ibunya bangga.

(kpl/rna)

Editor:

Rezka Aulia


REKOMENDASI
TRENDING