ROYAL WEDDING: Pangeran Harry, Bangsawan Rebel Tapi Berjiwa Sosial Tinggi

Sabtu, 05 Mei 2018 13:07 Penulis: Rezka Aulia
ROYAL WEDDING: Pangeran Harry, Bangsawan Rebel Tapi Berjiwa Sosial Tinggi Pangeran Harry yang rebel namun peduli sosial. © AFP

Kapanlagi.com - Pangeran Harry adalah putra kedua Pangeran Charles dan Putri Diana. Pria 33 tahun ini dikenal melalui karir militer dan kegiatan amalnya. Ia lahir dengan nama Henry Charles Albert David pada 15 September di St. Mary's Hospital, London.

Lady Diana menginginkan anak-anaknya tumbuh dan menjalani kehidupan senormal mungkin. Meskipun ia seorang bangsawan, Pangeran Harry, Pangeran William, dan mendiang ibu mereka sering terlihat menghabiskan waktu di taman kota, Mc Donalds, dan bioskop seperti rakyat Inggris lainnya.

Namun malang bagi Harry karena ia ditinggal sang ibu pada usia 12 tahun. Lady Diana harus meregang nyawa karena kecelakaan mobil yang ia alami. Sejak saat itu Harry dan William harus tumbuh tanpa sosok ibu yang amat down to earth dan dicintai seluruh dunia.

Pangeran Harry dan Lady Diana. © Instagram.com/KensingtonRoyalPangeran Harry dan Lady Diana. © Instagram.com/KensingtonRoyal

Pendidikan

Pangeran Harry bersekolah di Eton, tempat yang sama seperti kakaknya. Ia sedikit berbeda dengan kakaknya yang cerdas dan berprestasi di bidang akademik. Harry lebih dikenal untuk kegiatan di luar pelajarannya. Ia aktif mengikuti beragam klub ekstrakurikuler yang ditawarkan di sekolahnya.

Harry masuk klub sepak bola dan ski, ia juga dikenal amat piawai dalam kegiatan olahraga. Reputasinya sebagai pemain andalan tim olahraga sangat berbeda dengan Pangeran William yang dikenal lebih serius. Meskipun keduanya berbeda karakter dan kegemaran, William dan Harry amat dekat.

Semasa mendiang Lady Diana masih hidup, ia mendeskripsikan anak keduanya sebagai anak yang memiliki jiwa seni dan atletik. Semasa masih kecil, Pangeran Harry telah menunjukkan minatnya berkuda dan berburu.

Setelah lulus dari Eton, Pangeran Harry tak lantas melanjutkan ke universitas. Ia memilih untuk menghabiskan satu tahun sebelum kuliah ke sebuah peternakan di Autralia. Setelah berada di Autralia Harry melanjutkan perjalanannya ke Argentina serta beberapa negara di Afrika.

Pangeran Harry dalam kegiatan sosial bersama anak-anak Afrika. © Instagram.com/KensingtonRoyalPangeran Harry dalam kegiatan sosial bersama anak-anak Afrika. © Instagram.com/KensingtonRoyal

Karir militer dan philantrophis

Keputusan Harry menunda melanjutkan pendidikan untuk traveling keliling dunia membuka pikirannya. Harry pun menambah waktu travelingnya dari yang semula satu tahun menjadi dua tahun.

Dalam perjalanannya ini ia melihat banyaknya rakyat yang hidup dalam kekurangan. Ia pun berinisiatif menggalang dana dengan membuat film dokumenter mengenai perjalanan lintas benuanya.

Lewat THE FORGOTTEN KINGDOM: PRINCE HARRY IN LESOTHO, Harry menampilakan masalah yang ada di Afrika. Di Lesotho terdapat masalah kompleks yang dialami hampir semua negara di Afrika. Terdapat kelaparan, angka kematian yang tinggi, anak-anak yatim piatu, serta masalah HIV-AIDS.

Film ini berhasil menghasilkan donasi kurang lebih 2 juta USD yang disalurkan melalui British Red Cross Lesotho Fund. Kerja sosialnya di Afrika ini dilakukan dengan Pangeran Seeiso of Lesotho.

Karir militernya dimulai sejak tahun 2005 ia bergabung di sebuah akademi militer prestisius dengan jabatan pertama sebagai kadet. Harry mendapat gelar Cadet officer Wales setelah berhasil menjalani latihan dasar selama 44 minggu.

Kemudian ia melanjutkan karir militernya sebagai prajurit pada April 2006. Harry bergabung di barisan bersenjata The Blues and Royal Regiment di Windsor. Pangeran satu ini mendapat pangkat Second Lieutenant atau Cornet.

Harry dikirim bertugas untuk perang Afghanistan pada 2008. Ia menjalani tugas berbahaya di provinsi Helmand, namun kabar ini tersebar ke publik dan membuatnya ditarik ke pangkalan.

Pangeran Harry merupakan bangsawan Inggris pertama dalam 25 tahun terakhir yang benar-benar terjun langsung ke medan perang. Meskipun demikian atasannya tak langsung menerjunkan Harry di kawasan konflik karena alasan keamanan.

Setelah penarikan karena alasan keamanan dan kembali ke Inggris, pangeran rebel satu ini kembali ke Afganistan pada 2012. Kali ini Harry kembali sebagai pilot helikopter Apache.

Partisipasi Pangeran Harry dibidang militer harus terhenti pada tahun 2015 karena ia ditarik kembali ke istana oleh sang Ratu Inggris. Pangkat terakhir Harry adalah sebagai kapten pilot pesawat perang dan helikopter. Kini ia disibukkan dengan kegiatan amal istana dan kunjungan kebangsawanan lainnya.

Karakter Harry yang spontanius sering membawa masalah untuknya. © Instagram.com/KensingtonRoyalKarakter Harry yang spontanius sering membawa masalah untuknya. © Instagram.com/KensingtonRoyal

Kegemaran Party dan Skandal lainnya

Jiwa sosial Harry yang tinggi diimbangi dengan kegemarannya bersosialisasi lewat party. Harry kerap tertangkap kamera paparazzi tengah berpesta pora dengan teman-temannya. Namun sayang sekali, tingkah Harry saat berpesta amat sering menimbulkan skandal.

Kegemarannya berpesta mulai tertangkap kamera sejak tahun 2001. Pada masa itu Harry masih berusia 17 tahun namun ia tercyduk sedang minum alkohol dan mengkonsumsi ganja di sebuah pub di London. Kontan kejadian itu langsung menjadi buah bibir di berbagai surat kabar dan tabloid seluruh dunia. Karena skandal ini Harry dirujuk masuk panti rehabilitasi atas perintah ayahnya, Pangeran Charles.

Pada 2005 Pangeran Harry mengenakan seragam Nazi sambil berpesta. Kejadian ini terjadi hanya beberapa hari sebulm hari peringatan Holocaust Memorial Day. Harry yang saat itu berusia 20 tahun langsung dipanggil secara resmi ke istana untuk mendapat peringatan dari badan kehormatan kerajaan.

Royal Bad Boy satu ini nampaknya memang tak bisa diatur dengan protokol kebangsawanan. Pada 2007 ia kembali melanggar protokol kerajaan Inggris dengan bermesraan di tempat umum. Para bangsawan harus menjaga kesopanan dengan tidak bermesraan di hadapan publik. Bahkan William dan Kate hingga kini tak pernah tertangkap kamera bergandengan tangan, kecuali Will membantu Kate turun dari tangga kan?

Tentu saja Harry melanggar larangan ini dengan mencium Chelsy Davy, kekasihnya pada saat itu. Harry dan Chelsy berciuman bibir dan saling bersentuhan di sebuah konser. Keduanya berpacaran sejak 2004-2010, hubungan berakhir karena Chelsy tak sanggup menghadapi tekanan publik dan kerajaan.

Skandal-skandal di atas tak lantas membuat pangeran rebel satu ini berhenti berbuat nakal. Pada Agustus 2012 beredar foto telanjang Pangeran Harry dan seorang wanita di kamar hotel.

Dalam skandalnya kali ini Pangeran Harry berdalih sedang melakukan private party di sebuah hotel di Las Vegas. Harry dan teman-temannya bermain strip-billiards. Harry kalah dan harus melepas semua pakaiannya. Foto ini tersebar dengan cepat ke publik Inggris dan dunia. Namun kebanyakan surat kabar Inggris tak merilis foto memalukan ini demi kehormataan kerajaan Inggris dan Ratu Elizabeth.

Kegemaran Harry untuk berpesta secara liar dan mabuk-mabukan nampaknya memang menjadi bagian dari proses pendewasaannya. Masih banyak skandal memalukan yang ia lakukan ketika dibawah pengaruh alkohol lainnya.

(kpl/rna)

Editor:

Rezka Aulia


REKOMENDASI
TRENDING