Adik Ungkap Diding Boneng Sempat Dirawat di Rumah Sakit Karena Stroke

Adik Ungkap Diding Boneng Sempat Dirawat di Rumah Sakit Karena Stroke
Riwayat Penyakit Diding Boneng © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Kapanlagi.com - Aktor senior Diding Boneng meninggal dunia pada Senin pagi. Sang adik, Zainal Arifin, memaparkan riwayat kesehatan kakaknya yang semula diduga sakit mag hingga akhirnya terdiagnosis stroke sebelum wafat.

"Mag, ya katanya mag. Tapi setelah diperiksa dokter magnya nggak ada, yang ada asma dan hipertensi, stroke," ujar Zainal Arifin saat ditemui di rumah duka kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Diding Boneng, yang dikenal sebagai salah satu aktor Warkop DKI, tutup usia pada 76 tahun. Selain stroke, ia juga memiliki riwayat asma sejak muda dan hipertensi sebagaimana disampaikan pihak keluarga.

1. Keluhan Mag Hingga Diagnosis Stroke

Jenazah Diding Boneng © instagram.com/sanggar_perkasa

Keluarga awalnya menduga keluhan yang dialami Diding Boneng adalah mag. Setelah dibawa ke dokter, hasil pemeriksaan justru menunjukkan adanya penyumbatan dan mengarah pada diagnosis stroke.

Temuan medis tersebut memunculkan catatan komorbid lain, yakni asma dan hipertensi. Menurut keluarga, asma telah menyertai Diding sejak usia muda, sementara hipertensi turut teridentifikasi saat pemeriksaan.

Dengan hasil itu, penanganan kesehatan dialihkan ke perawatan khusus stroke. Keputusan ini menjadi langkah awal rangkaian perawatan intensif yang dijalani mendiang.

2. Perawatan di Rumah Sakit dan Perkembangan Kondisi

Sesampainya di Rumah Sakit Tarakan, Diding Boneng ditempatkan pada unit khusus pasien stroke untuk penanganan intensif.

"Makanya waktu di Tarakan dia ditaruh di unit stroke, karena memang stroke. Dan seminggu di rumah sakit itu dipindahkan ke perawatan, tidak di unit stroke lagi," ungkapnya.

Zainal menjelaskan kondisi Diding sempat menunjukkan perkembangan selama masa perawatan. Setelah dinilai stabil, dokter mengizinkan proses pemulihan dilanjutkan di rumah.

3. Alami Gangguan Bicara

Meski telah diperbolehkan pulang, dampak stroke masih terasa pada kemampuan bicara. Menurut keterangan keluarga, lidah menjadi kaku sehingga komunikasi verbal terganggu.

"Sudah nggak bisa ngomong, sudah pelu lidahnya karena stroke kan ketarik lidahnya," ucap Zainal.

Pihak keluarga menyebut mendiang sempat menghadapi komplikasi penyakit sebelum wafat. Jenazah direncanakan dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, ba'da ashar pada hari yang sama.

Rekomendasi

Trending