Astri Ivo, Baik - Buruk Itu Pilihan

Kamis, 24 Juni 2010 07:25 Penulis: Anton
Astri Ivo, Baik - Buruk Itu Pilihan Astri Ivo Foto: Hendra Gunawan
Kapanlagi.com - Bagi Astri Ivo, video mesum mirip artis yang kini kasusnya tengah mencuat di tanah air seharusnya menjadi introspeksi bagi setiap pribadi untuk menilai kualitas iman masing-masing. Menurutnya, apa yang akan dilakukan setiap insan itu adalah sebuah pilihan yang seharusnya bisa disikapi secara bijaksana. Jangan selalu mencari kambing hitam atas apa yang telah terjadi.

"Pornografi itu kan ada bukan baru sekarang ini saja, sudah ada jauh, sejak berabad-abad. Dan kewajiban kita adalah memerangi. Faktanya ada malaikat dan ada iblis (dalam bentuk lain terkadang namanya Johan - red), kita harus melawan. Karena tidak semua yang bersemangat masuk syurga, tapi malah banyak yang bersemangat untuk masuk neraka," kata Astri saat ditemui di pelatihan manasik haji di Masjid Al Musyawarah bersama ustadz cilik Guntur Bumi, Jl. Pinang Emas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (20/6).

"Namanya Indonesia senang banget lihat aib orang lain. Bukan profesinya yang saya lihat, tapi saya melihat ini sebagai keprihatinan," imbuhnya.

Astri melanjutkan, kasus video mesum mirip artis sudah jadi bencana nasional dah hal ini harus menjadi keprihatinan seluruh rakyat Indonesia, khususnya para orangtua. Ia menghimbau kepada para orang tua agar kembali kepada pengasuhan yang benar, untuk mengenalkan anak-anak mereka kepada Tuhannya dengan lebih baik lagi.

"Dulu waktu pengesahan UU Anti Pornografi saya turun ke jalan, ikut berdemo meminta pada pemerintah untuk melindungi anak-anak muda kita. Bukannya menghujat terus diam, tapi do somethink. Harus ada action yang melindungi anak-anak kita," tandasnya.

Lalu, bagaimana dengan langkah yang telah diambil oleh kepolisian dalam menangani masalah ini?

"Dan aparat, mudah-mudahan dengan kejadian seperti ini harus mawas diri, harus lebih tegas. Lebih harus bisa membuktikan bisa mengayomi bagi masyarakatnya. Ini tantangan buat mereka, benar nggak mengayomi kita," pungkasnya.  

(kpl/hen/bun)

Editor:

Anton


REKOMENDASI
TRENDING