SELEBRITI

Chicco Jericho Yakinkan Kalau Bisnis Kuliner Prasmanan Barunya Halal

Minggu, 14 Oktober 2018 06:15 Penulis: Rahmi Safitri

Chicco Jericho © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Chicco Jerikho saat ini bukan hanya disibukkan dengan berakting dan mengurus keluarga, bintang film FILOSOFI KOPI ini juga tengah punya bisnis kuliner baru berupa lapo semacam warung dengan makanan khas Batak. Bisnis baru ini pun merupakan kerjasama Chicco dengan sahabatnya Rio Dewanto, chef Rahung Nasution, dan Anggia yang merupakan istri dari Angga Dwimas Sasongko.

Selama ini lapo identik dengan makanan non halal, tapi untuk bisnisnya yang diberi nama Bonga Bonga ini, Chicco dkk meyakinkan kalau warung mereka ini serba halal dan bisa dinikmati semua kalangan.

"Sepertinya ada yang harus di-clear-kan di sini ya. Kalau di Sumatera kita sebenernya lapo itu kedai, bisa kedai minum, kedai kopi, bisa juga sebagai lapo tuak. Jadi lapo itu ya kedai bisa rumah makan, bisa juga dibilang lapo kopi. Kalau di daerah Mandailing memang makanannya makanan halal," kata Rahung saat ditemui di bilangan Cipete, Jakarta Selatan, Sabtu (13/10/2018).

Anggia lalu menambahkan pernyataan Rahung dengan menjelaskan konsep dari Bonga Bonga. "Jadi sebenernya konsep utamanya adalah kita menyajikan peradaban di piring Anda. Ketika kita membuka lapo ini semua berkawan, tentunya kita bisa kumpul di suatu lapo duduk di meja cerita apapun. Di sini ketika ada yang datang kita panggil dengan sebutan kawan. Arti bonga bonga sendiri tuh artinya, terima kasih rupanya sebenernya dan bahasa Afrika. Ketika kita buat lapo ini kita ngerasa harus berterima kasih pada semesta, sebab apa yang ada dalam hidangan kita ini adalah hasil daripada semesta," jelas Anggia.

1. Soal Menu Makanan

Sekarang nih yang bikin penasaran adalah soal makanannya nih. Kata Rahung, untuk saat ini rasa makanan Batak yang biasanya masam, asin, dan pedas untuk sementara disesuaikan dengan lidah banyak orang. Kalau sudah diterima baru dikembalikan ke cita rasa semula.

"Kebanyakan bumbu-bumbu Batak itu di jual di pasar Senen ngambilnya langsung dari sana. Tapi memang itu dari tanah Batak," jelas Rahung.

Chicco sendiri mengaku kalau urusan dapur dia nggak mengerti yang penting tahunya rasanya enak. "Aku ngertinya makan. Enak, oke. Kebetulan mama aku orang Batak. Jadi sudah terbiasa dengan masakan-masakan Batak ini," kata suami Putri Marino ini.

Selain itu masakan Batak ini ada yang perlu dibuat dalam waktu berjam-jam, hingga 8 jam. Ini lah salah satu alasan kenapa Bonga Bonga mengusung tema prasamanan.

"Kenapa dibikin prasmanan kenapa enggak per menu, karena kita mengusung tema warung makan seperti pada umumnya. Seperti kedai pada umumnya. Jadi kita pengin ada experience antara kawan kita sebagai penikmat makan. Makanya kitchennya kita bikin open kitchen, supaya mereka juga bisa melihat tim kitchen kita chef kita meracik masakannya langsung," jelas Anggia.

Sementara untuk makanannya, Bonga Bonga pun seperti kedai lain seperti es teh manis, es timun, tanpa tuak. Jadi halal.

2. Berapa Budgetnya?

Chicco mengaku dia membuka Bonga Bonga bukan karena ikut-ikutan artis lain yang punya bisnis kuliner. Ia sebelumnya memang sudah punya CJ Tomyum dan Filosofi Kopi. Di Bonga Bonga sendiri, Chicco dkk bagi tugas. Chicco, Anggia, dan Rio di bagian marketing. Sementara Rahung urusan dapur. Lalu bagaimana dengan budgetnya?

"Banyak banget hampir kebeli dua pulau. Pulau apa dulu hahaha. Kalau budget itu kan rahasia lah," kata Chicco sambil bercanda.


REKOMENDASI
TRENDING