SELEBRITI

Daniel Mananta dan Niluh Djelantik Berbagi Tips Pertahankan Bisnis Fashion di Masa Pandemi

Senin, 14 September 2020 16:18

Daniel Mananta - Niluh Djelantik (credit: Kapanlagi.com/Budy Santoso - instagram.com/niluhdjelantik)

Kapanlagi.com - Selama masa pandemi banyak sektor industri yang terkena dampaknya, termasuk bidang fashion. Niluh Djelantik dan Daniel Mananta yang ikut bergelut dalam bisnis fashion pun mulai merasakan pengaruh dari adanya pandemi ini.

Jadi bintang tamu di acara Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2020 lalu, Daniel dan Niluh berbagi cerita mengenai cara mereka bisa bertahan di tengah masa pandemi seperti sekarang.

Bagi Daniel satu hal yang penting bagi sebuah merek adalah bagaimana produk tersebut bisa memiliki cerita yang akan membantu pelanggan menemukan solusi yang mereka cari.

"Story telling menjadi penting untuk sebuah brand. Kualitas memang harus tinggi. Tapi yang membedakan brand luar biasa dan biasa adalah framingnya. Bagaimana orang melihat brand itu ada added value-nya apa tidak. Dengan story telling, brand menempatkan diri sebagai guide bagi customer untuk menemukan solusi yang mereka cari," ungkap Daniel Mananta seperti dilansir dari Fimela.com.

 

1. Cinta Indonesia

Keinginan Daniel Mananta memulai bisnis fashion-nya ternyata didasari oleh alasan yang cukup sederhana. Ia ingin menyediakan media yang pas bagi para generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia.

"Banyak anak muda Indonesia yang apatis sama budaya Indonesia. Mungkin saat itu lagi heboh budaya Korea dan India. Akhirnya kita berpikir bagaiman cara memberikan pengaruh kepada generasi muda untuk mengajarkan mereka mencintai negara mereka sendiri," ungkap Daniel Mananta.

2. Cerita di Balik Kesuksesan Niluh

Punya latar belakang alasan berbeda dengan alasan Daniel memulai bisnis, Niluh Djelantik justru mempunyai cerita pilu di balik kesuksesannya. Kini berhasil membangun bisnis sepatu homemade, ternyata Niluh kecil harus hidup tanpa alas kaki yang layak.

Dari situlah produksi alas kaki yang kini ia buat ingin membagikan inspirasi dan memberi kesempatan bagi banyak orang untuk menggunakan sepatu yang nyaman dan buatan lokal.

Berpegang dari cerita itu, selama 18 tahun Niluh Djelantik mampu mengambil hati setiap konsumennya untuk kembali lagi membeli produk yang ia buat. Termasuk artis sekelas Julia Roberts.

3. Mulai Bisnis Masker

Di masa pandemi ini, Daniel dan Niluh akhirnya merubah haluan bisnis mereka. Seperti halnya Niluh yang kini memproduksi masker yang dibuat dari kain tenun Bali.

Niluh pun membagikan 4 kunci yang membuat sebuah brand mampu bertahan terutama di masa pandemi seperti ini. Yakni kualitas, kepuasan pelanggan, story telling, konsisten, dan cara kita memperlakukan tim.

"Pelanggan memang raja. Tapi itu akan merefleksikan bagaimana melayani tim kita. Apakah mereka bisa dimanusiakan. Selama 18 tahun kamu berdiri, hanya berpegang pada 4L, lu lagi lu lagi," ungkapnya.


REKOMENDASI
TRENDING